SMK Tumbuh, Pendidikan Vokasi Tangguh – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

SMK Tumbuh, Pendidikan Vokasi Tangguh – Analisa

[ad_1] Indonesia Tangguh Indonesia Menumbuhkan slogan yang tepat dalam arti HUT RI ke-76. Slogan tersebut mencerminkan sebuah harapan baru di tengah pandemi Covid-19 untuk menginspirasi semangat juang generasi muda khususnya mahasiswa. Sehingga mereka melanjutkan dan mengisi pembangunan, sehingga tangguh dan tumbuh serta mampu sejajar dengan bangsa-bangsa dunia yang ada dalam peradaban dunia. Salah satu caranya adalah mencerahkan kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pendidikan. Untuk memajukan pendidikan di indonesia terutama pendidikan vokasi, pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan dan kebudayaan,riset dan teknologi dengan program revitalisasi sekolah menengah kejuruan tengah membenahi secara masif sistem pendidikan vokasi di Indonesia. Institusi pendidikan ini bisa menyediakan teknisi keahlian terbesar dan bervariasai baik dari segi peluang kerja maupun dari sisi purna pendidikan. Siswa yang tidak punya kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan bisa ke ke pendidikan jalur vokasi. Jalur ini tidak hanya mampu mencetak tenaga yang siap kerja namun lebih utama mampu menghasilkan tamatan berkarakter, pengembangan keunggulan lokal,…

Di Zaman Medsos pun Raja-raja Kecil Bertebaran – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Di Zaman Medsos pun Raja-raja Kecil Bertebaran – Analisa

[ad_1] Feodalisme masih tetap mekar di zaman media sosial ini. Seorang mantan bupati dapat menyetujui atau menolak seseorang untuk menempati jabatan tertentu. Biarpun sudah mantan, ia masih punya kuasa besar untuk mengatur hal-hal penting di wilayahnya. Tak lain dan tak bukan karena bupati yang secara resmi berkuasa adalah istrinya. Sang mantan rupanya bertindak sebagai dalang yang menggerakkan istrinya, melangkah ke kanan atau ke kiri. Bupati dan mantan bupati tampaknya tahu benar bahwa banyak orang menginginkan jabatan, dan mereka melihat peluang bisnis di balik hasrat akan jabatan itu. Bisnis jabatan dianggap lumrah—istilah lelang jabatan sebenarnya juga menyesatkan, sebab lelang lazimnya memenangkan pihak yang membayar paling tinggi; padahal yang diinginkan ialah orang yang memenuhi syarat tertentu, di antaranya karakter dan kompetensi. Mengutip pungutan dari orang-orang yang berambisi jadi pegawai negeri, menjadi lurah, ataupun yang ingin naik pangkat, tampaknya masih jadi karat yang menempel di birokrasi. Kasus pasangan suami-istri yang pejabat ini boleh jadi…

Tapering Off: Sedia Payung Sebelum Hujan – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Tapering Off: Sedia Payung Sebelum Hujan – Analisa

[ad_1] Spekulasi Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, segera merilis kebijakan meruncing begitu menghebohkan pasar portofolio global belakangan ini, tak terkecuali di Indonesia. Lonjong merupakan aksi moneter bank sentral yang mereduksi pembelian aset obligasi pemerintah dan industri jasa keuangan dengan disertai kenaikan suku bunga acuan. Sebagai episentrum keuangan dunia, langkah The Fed tersebut bakal membuat pasar obligasi Amerika menjadi sangat menarik di mata para investor internasional. Pada gilirannya, mereka akan mencairkan portofolionya di negara-negara muncul, lalu memindahkannya ke sana. Kisah dolar ‘pulang’ atau arus keluar modal inilah yang cukup dikhawatirkan. Banyak negara dalam klaster pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, umumnya merupakan importir investasi. Sehingga tatkala dolar pulang ke Negeri Paman Sam, likuiditas di pasar domestik akan mengering. Dan, saat pasokan dolar terkoreksi tajam, nila tukar bakal terdepresiasi cukup dalam. Dampaknya, produk dan bahan baku impor akan merangkak naik, dan terjadilah apa yang disebut inflasi impor—kenaikan indeks harga akibat biaya impor yang…

Masa Depan Lead Generation – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Masa Depan Lead Generation – Analisa

[ad_1] Setiap bisnis memiliki cita-cita untuk menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya. Masing-masing bisnis pun menggunakan strategi dan peralatan berbeda untuk mendapatkan pelanggan. Tapi, hampir semua strategi bisnis yang ada melibatkan pemantauan pasar dan mengumpulkan daftar calon pelanggan sebelum dihubungi oleh sales yang akhirnya melakukan aktivitas penjualan. Pada proses ini, calon pelanggan juga dikenal dengan istilah petunjuk. Untuk mengumpulkan petunjuk tersebut, perusahaan biasanya melakukan suatu proses yang dikenal dengan generasi pemimpin. Ada beberapa cara yang  digunakan oleh perusahaan untuk melakukan generasi pemimpin. Salah satu cara yang paling sering digunakan adalah melalui telepon dengan strategi yang disebut dengan panggilan dingin. Sebuah survei dari Deloitte mengklaim bahwa pelanggan masih memilih komunikasi suara dibanding dengan metode komunikasi lainnya, terutama jika melibatkan hal-hal yang agak rumit. panggilan dingin juga memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk menjangkau calon pelanggan dengan cepat, yang nantinya memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mendapatkan respon dari calon pelanggan secara langsung dan lebih cepat. Sayangnya, meskipun…

Kampus Merdeka Hanya Jargon Kosmetik? – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Kampus Merdeka Hanya Jargon Kosmetik? – Analisa

[ad_1] Kampus merdeka, akankah jadi jargon yang berlalu tertiup angin oleh karena hanya sekedar kosmetik? Menilik diksinya, mestinya kampus merdeka itu membebaskan pikiran manusia-manusia di dalamnya untuk menemukan kebenaran secara adil. Kebenaran objektif yang se-objektif-objektif-nya niscaya sukar disepakati, tapi jika mahasiswa dan akademisi dibebaskan untuk mencari kebenaran secara adil, maka yang mendekati objektif itu berpeluang besar untuk didapat. Diperlukan kebebasan akademis untuk mencapai hal itu, bukan digiring harus melakukan ini dan itu menurut kehendak yang sedang berwenang. Walaupun tidak semenjulang gagasan Paulo Freire, dengan kredonya pendidikan yang membebaskan, setidaknya jika ingin memasang label kampus merdeka semestinya juga menghargai perbedaan pandangan. Bila kemudian kampus tidak ubahnya birokrasi, dengan rektor sebagai penguasa tertinggi yang tidak boleh digugat kebijakannya, di mana letak kemerdekaan berpikir manusia kampus? Bila akademisi tidak diperbolehkan berbicara merdeka dan jujur, bagaimana mungkin mereka akan menemukan kebenaran? Tanpa kemerdekaan berpikir, meneliti, mengkaji, dan menyampaikan pendapatnya, alih-alih menjadi suar yang menerangi masyarakatnya,…

Kampus Merdeka? – Analisa – www.indonesiana.id
INDONESIAN CHANNEL  

Kampus Merdeka? – Analisa – www.indonesiana.id

[ad_1] Kampus merdeka, akankah jadi jargon yang berlalu tertiup angin oleh karena hanya sekedar kosmetik? Menilik diksinya, mestinya kampus merdeka itu membebaskan pikiran manusia-manusia di dalamnya untuk menemukan kebenaran secara adil. Kebenaran objektif yang se-objektif-objektif-nya niscaya sukar disepakati, tapi jika mahasiswa dan akademisi dibebaskan untuk mencari kebenaran secara adil, maka yang mendekati objektif itu berpeluang besar untuk didapat. Diperlukan kebebasan akademis untuk mencapai hal itu, bukan digiring harus melakukan ini dan itu menurut kehendak yang sedang berwenang. Walaupun tidak semenjulang gagasan Paulo Freire, dengan kredonya pendidikan yang membebaskan, setidaknya jika ingin memasang label kampus merdeka semestinya juga menghargai perbedaan pandangan. Bila kemudian kampus tidak ubahnya birokrasi, dengan rektor sebagai penguasa tertinggi yang tidak boleh digugat kebijakannya, di mana letak kemerdekaan berpikir manusia kampus? Bila akademisi tidak diperbolehkan berbicara merdeka dan jujur, bagaimana mungkin mereka akan menemukan kebenaran? Tanpa kemerdekaan berpikir, meneliti, mengkaji, dan menyampaikan pendapatnya, alih-alih menjadi suar yang menerangi masyarakatnya,…

Tak Berkategori  

Memaknai Kata Untunge – Analisa

[ad_1] Oleh: M. Nur Kholis Al Amin Keberadaan agama merupakan jalan penyucian spiritual setiap individu yang mengikuti dan mengamalkan ajaran agamanya, baik berupa perintah dan larangan, pilihan, maupun pengaturan.Oleh karena itu, substansi dari ajaran agama yang berupa panduan akhlak merupakan bentuk utama dalam pengaplikasian hidup dan kehidupan seseorang, seperti halnya untuk gemar berdzikir dalam situasi apapun dengan pasrah padaNya, atau gemar untuk menghujat dan melaknat peristiwa yang tidak diinginkannya. Sehingga, kearifan lokal masyarakat Jawapun, dalam menghadapi peristiwa yang tidak diharapkan terjadinya, memberikan suatu slogan untuk tuntunan hidup ini, biar tidak termakan nafsu ggrantes bin ngenes. “Untungnya,” katanya. Ya, usut bin usut, “untunge” tidak sekedar kata-kata sebagai teori semata, namun juga merupakan suatu energi untuk membesarkan hati dalam menghadapi kenyataan yang tidak diharapkan namun sedang menimpanya. Seperti halnya, pengalaman pagi ini sewaktu penulis berangkat kerja, motor sudah dicek surat-suratnya berikut kondisi ban, rem, dan lain-lain . Perlengkapan berkendarapun juga lengkap, helm (pastinya…

Rebutan Jabatan Kepala Desa dalam Pusaran Kepentingan Memperkaya Diri – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Rebutan Jabatan Kepala Desa dalam Pusaran Kepentingan Memperkaya Diri – Analisa

[ad_1] Hasan Aminuddin mantan Bupati Probolinggo dua dekade sejak 2003 hingga 2013 terpaksa menanggung nasib dicokok Komisi Antirasuah (Komisi Anti Korupsi) dengan tuduhan menerima suap calon kepala desa. Ia dicokok bersama isterinya Bupati Puput Tanhtriana Sari, Ahad dinihari. Yang paling menarik perhatian, jual beli jabatan kepala desa menjadi tren, barangkali tidak hanya di Probolinggo tetapi hampir mengendus semua dinamika pergolakan pemilihan kepala desa di semua tempat di tanah air. Gara-gara program pemerintah yang membesut Anggaran Dana Desa hingga miliaran rupiah tiap desa, jabatan kepala desa dulunya seingat penulis di era delapan puluhan hingga pertengahan tahun dua ribu, tidak dilirik sama sekali, sekarang menjadi jabatan yang diperebutkan hingga “berdarah-darah”. Godaan duit itulah soalnya, dibenak para pemburu jabatan kepala desa, ada kesempatan untuk memperkaya diri. Tak mengherankan, Pantau Korupsi Indonesia (ICW), menyajikan data 46 kasus korupsi di sektor anggaran desa dari 271 kasus korupsi selama 2019. Korupsi anggaran desa tercatat memberi kerugian negara…

Jejak Kekhalifahan Utsmani di Nusantara: Matan Talim Al-Mutaalim dan Syarahnya – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Jejak Kekhalifahan Utsmani di Nusantara: Matan Talim Al-Mutaalim dan Syarahnya – Analisa

[ad_1] Oleh : Tatang Hidayat & Abdurrahman Al-Khaddami (Pegiat Student Rihlah Indonesia) Buku Ta’līm al-Muta’allim Tarīq al-Ta’allum merupakan salah satu kitab yang menjelaskan tentang cara belajar yang sangat terkenal di pesantren. Kitab tersebut merupakan salah satu kitab inti yang dipelajari mayoritas pesantren tradisional di Indonesia bahkan sebagian pesantren modern pun menggunakan kitab tersebut. Telah kita pahami pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara. Ia telah lahir dan bertahan berabad-abad. Meskipun perubahan zaman menuntut pesantren untuk melakukan perubahan-perubahan. Di sisi lain, peran pesantren di Indonesia sebagai lembaga keagamaan yang menjadi basis perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan, lembaga pendidikan, lembaga penelitian, lembaga keilmuan, lembaga pelatihan dan lembaga pengembangan masyarakat sekaligus simpul budaya. Secara historis kitab Ta’līm al-Muta’allim Tarīq al-Ta’allum merupakan rujukan penting di lembaga pendidikan Kesultanan Utsmaniyyah, yakni Harm Asyraf al-Mulūk wa as-Salāthn. Dari namanya dapat dipahami bahwa lembaga tersebut bersifat privat bagi keluarga para Sultan Utsmani, semacam lembaga khusus untuk pembinaan…

Memburu Para Koruptor Ibarat Mencari Jarum di Tengah Tumpukan Jerami – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Memburu Para Koruptor Ibarat Mencari Jarum di Tengah Tumpukan Jerami – Analisa

[ad_1] Koran Tempo kembali melangsir hasil investigasinya bertajuk Satu Aziz Tiga Hal, pada 6 September lalu. Sebelumnya juga Majalah Tempo, 4 September, telah menggeber berita bertajuk Paraf Suami Di Nota Dinas Bupati. Dua nukilan berita yang menghiasi jagad maya seolah membuktikan prilaku korup para elit politik semakin mangkrak di negeri ini. Bahkan boleh jadi masih  berderet praktik korup kalangan elit politik yang belum terendus KPK. Penulis mengibaratkan praktik korupsi negeri ini sebagai kisah panjang tak berujung yang bahkan menggerogoti semua level. Gerombolan para elit politik, dulunya berkonspirasi melemahkan Komisi Anti Rasuah melalui revisi Undang-Undang KPK seolah membuktikan masih bercokolnya geng penilep uang rakyat serta mafia kasus sekaligus makelar jabatan. Publik negara ini dibuat semakin bungkam seribu bahasa dengan berbagai perkabaran yang tak usai-usai juga, bertajuk para penilep uang haram dari kalangan geng elit politik. Komisi Anti Rasuah dibikin semakin tidak berdaya menghadapi para penggarong uang haram. Bisa dikatakan menciduk para koruptor…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.