SMK Tumbuh, Pendidikan Vokasi Tangguh – Analisa

[ad_1]

Indonesia Tangguh Indonesia Menumbuhkan slogan yang tepat dalam arti HUT RI ke-76. Slogan tersebut mencerminkan sebuah harapan baru di tengah pandemi Covid-19 untuk menginspirasi semangat juang generasi muda khususnya mahasiswa. Sehingga mereka melanjutkan dan mengisi pembangunan, sehingga tangguh dan tumbuh serta mampu sejajar dengan bangsa-bangsa dunia yang ada dalam peradaban dunia. Salah satu caranya adalah mencerahkan kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pendidikan.

Untuk memajukan pendidikan di indonesia terutama pendidikan vokasi, pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan dan kebudayaan,riset dan teknologi dengan program revitalisasi sekolah menengah kejuruan tengah membenahi secara masif sistem pendidikan vokasi di Indonesia. Institusi pendidikan ini bisa menyediakan teknisi keahlian terbesar dan bervariasai baik dari segi peluang kerja maupun dari sisi purna pendidikan.

Siswa yang tidak punya kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan bisa ke ke pendidikan jalur vokasi. Jalur ini tidak hanya mampu mencetak tenaga yang siap kerja namun lebih utama mampu menghasilkan tamatan berkarakter, pengembangan keunggulan lokal, dan mumpuni untuk bersaing di pasar global. SMK benar-benar bisa menjadi  partner bagi industri guna menjaga kualitas lulusan sesuai kebutuhan industri.

Untuk mendukung hal tersebut setidaknya, ada tiga alasan yang mendasar untuk memajukan pendidikan vokasi yakni, Pertama, SMK berperan sebagai elevator atau tangga tercepat dari masyarakat yang berasal dari kalangan kurang mampu untuk bisa menaikkan taraf hidupnya. Kedua, lulusan SMK bisa memiliki pilihan dalam hidupnya, pilihan untuk bekerja atau berwirausaha sesuai dengan kompetensinya. Ketiga, SMK mampu mendukung pertumbuhan sektor ekonomi dan industri di Indonesia. Lulusan SMK saat ini telah distandarisasi sesuai dengan standar KKNI atau Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang dipersyaratkan oleh Bandar Nasional Standarisasi Profesi sehingga mampu bekerja pada bidang-bidang profesional ataupun kegiatan kerja mandiri.

SMK  sebagai pendidikan vokasi yang visioner dan mempunyai daya dukung sumber daya manusia yang trampil dan mumpuni serta prasarana yang memadai. Untuk menjalankan civitas akademik perlu penataan dan pengembangan pendidikan vokasi yang moderat khususnya untuk mewujudkan SMK sebagai  pusat keunggulan yang digaungkan pemerintah melalui kebijakan merdeka belajar. Salah satunya, pengembangan program pusat keunggulan(CoE) sebagai jembatan antara Industri dan dunia kerja (Induka) dengan Sekolah kejuruan.

Pengembangan pusat keunggulan di pendidikan vokasi hendaknya tidak hanya sekadar pelabelan nama saja, tetapi diperlukan standardisasi sumber daya, model bisnis, indikator kinerja dan pengukurannya, serta tata kelolanya. Tujuannya, untuk menunjukkan keunggulan yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan, khususnya pengguna lulusan dunia usaha dan industry. Langkah–langkah yang perlu segera di eksekusi untuk mewujudkan CoE tersebut, saran dari penulis, adalah segera melakukan keterampilan ulang dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia pendidikan vokasi, khususnya pada pengembangan kompetensi baru yang dibutuhkan di pasar kerja dan pembelajaran  era revolusi 4.0. Modernisasi fasilitas dan sarana prasarana untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran abad 21 yakni mengadopsi kemajuan teknologi berupa pengembangkan learningspace dan makerspace.

Dan perlu pengembangkan kurikulum yang lebih fleksibel dan kontekstual mengintegrasikan pembelajaran di sekolah, di masyarakat, dan di industri. Untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi yang relevan sesuai potensi wilayah, penyelesaian masalah di kehidupan bermasyarakat, dan pekerjaan di masa depan (penggunaan teknologi tepat guna, membuat aplikasi, dan menjalankan bisnis secara digital) dan penguasaan bahasa internasional perlu menjadi perhatian khusus.

Dalam peningkatan kerjasama industri perlu implementasi dalam kegiatan riset, pelatihan, resource sharing, belajar mengajar, sertifikasi kompetensi, magang, dan penempatan kerja. Serta mengembangkan inovasi produk dan inkubator bisnis untuk menumbuhkan start up bisnis, mulai dari analisis pasar, ide, rencana bisnis, hingga mendirikan dan mengelola  usaha secara nyata dalam pengembangan kurikulum kewirausahan digital. Terkait hail ini maka  inovasi pembelajaran dengan pengoptimalkan penggunaan dan pengembangan teknologi 4.0 seperti pembelajaran daring, artificial intelligent, media virtual reality/augmented reality, 3D printing, smart technology, big data analysis, dan machine learning perlu diterapkan demi memenuhi ketercapaian sesuai keinginan pengguna purna pendidikan.Tata kelola dan kepemimpinan dengan menerapkan good school  governance juga tidak kalah penting sebagai parameter keberhasilan sekolah.

Sosial Kultur pendidikan SMK

Menyikapi perubahan jaman yang begitu cepat, penyiapan peserta didik dengan sigap dan tanggap  juga tak kalah penting untuk dibekali serta pemberian pendidikan entreprenur kepada peserta didik. Agar mereka bisa membaca hingga menangkap peluang arah dan alur perubahan, salah satunya dengan semakin banyak dibukanya program keahlian teknologi digital pada sekolah kejuruan sebagai jawaban atas tantangan serta lompatan perubahan teknologi yang serba digital yang kemunculannya  ditandai dan dimulai sejak adanya wabah pandemi Corana-19.

Konsep ini sebenarnya sesuai dengan desain awal berdirinya pendidikan vokasi yang jauh-jauh sebelumnya sudah memprediksi bahwa kedepan tantangan jaman begitu rumit dan komplek. Untuk itu diperlukan strategi dan langkah kongkrit  bagi sekolah kejuruan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat serta proses pembelajaran yang diarahkan pada kemandirian untuk menciptakan peluang usaha bukan pencari kerja. Sehingga siswa diberi kebebasan untuk berinovasi dan berkreativitas sesuai dengan bidangnya. Lantas guru hanya mediator dan  menyampaikan permasalahannya. Sementara solusinya diserahkan kepada siswa.

Dengan demikian, siswa terlatih berinovasi menciptakan ide-ide baru untuk dikritisi guru dan teman-temannya  untuk kemudian diperbaiki. Serta di sisi lain, secara tidak langsung communication skill siswa juga terasah dan trampil. Selain itu, para pendidik dalam mengajar juga mengarahkan pentingnya pendidikan sosial kultur dan adab guna memberikan bekal kepada siswa dalam berinteraksi dan bersosialisasi di lingkungan kerja kelak. Sehingga tak perlu diragukan lagi dalam beradaptasi dalam dunia kerja. Ini terbukti dari serapan lulusan di dunia kerja dan dunia industry, bahwa lulusan SMK mampu bersaing secara akademik dan beretika. Sehingga benar-benar terwujud SMK Tumbuh vokasi Tangguh   dan menjadi daya tarik serta idola bagi pengguna purna pendidikan.



[ad_2]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »