Komoditas Karet Terdampak Pandemi, Bagaimana Nasib Petani Kecil ? – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Komoditas Karet Terdampak Pandemi, Bagaimana Nasib Petani Kecil ? – Analisis

[ad_1] Karet alam yang berasal dari lateks tumbuhan karet (Hevea brasiliensis) dan karet buatan yang berasal dari pengolahan minyak bumi merupakan sumber daya yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Sifat karet yang elastis dan tahan banting banyak diaplikasikan dalam transportasi (misalnya ban), industri (misalnya lembaran silikon), konsumen (misalnya pakaian), dan medis (misalnya tubing dan kabel). Menurut FAO tahun 2019, Indonesia adalah negara penghasil karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand dengan hasil produksi tahunan yang mencapai 3,4 juta ton. Sebagian besar hasil produksi karet Indonesia diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, China, dan beberapa negara lainnya. Produksi karet yang dihasilkan Indonesia telah memenuhi sekitar 29,8% dari kebutuhan karet dunia. Oleh karena itu, karet menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia yang mempunyai peran penting dalam perekonomian. Tingginya produksi karet Indonesia didukung oleh luasnya lahan perkebunan karet. Menurut Statistik Perkebunan Karet 2019 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan perkebunan karet Indonesia…

INDONESIAN CHANNEL  

Cari Rezeki dengan Berwirausaha – Analisis

[ad_1] Oleh: Hasibah Ahmad Fuad* Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdagang sepanjang hidupnya untuk mencari rezeki. Jika ditiru, orang akan mencapai kesuksesan yang besar. Lihat saja orang-orang yang masuk ke daftar orang terkaya di dunia merupakan pebisnis atau wirausahawan. Jika ingin menjadi orang sukses, cobalah untuk memupuk rasa dan insting wirausaha yang dimiliki dengan menjalankan bisnis sampingan skala kecil. Seperti yang dilakukan ibu 6 anak bernama Ibu Dede Sa’adah (48) ini memulai usahanya sejak merantau. Masa mudanya yang bebas dan isu-isu keagamaan yang umum, membuatnya mencari kebenaran tentang Islam. Ia berpindah-pindah masjid ke masjid lain untuk mengikuti berbagai macam pengajian, pernah mengikuti pengajian di organisasi Persis, HTI, bahkan LDII, dan sebagainya. Sampai suatu saat beliau mengikuti kajian dari seorang ustadzah yang bercadar bermanhaj bisa salafushsholih, sebut saja namanya Ummu Amirah. Tak panjang lebar beliau berpikir, sontak menilai ustadzah tersebut dengan kata “Berlebih-lebihan dalam beragama”. Hingga akhirnya ustadzah Ummu Amirah mengadakan suatu acara…

Pancasila Sebagai Kenuranian – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Pancasila Sebagai Kenuranian – Analisis

[ad_1] Seiring berjalannya waktu Pancasila kian tidak dimengerti rakyat, bukan karena Pancasila hilang tapi pendidikan Pancasila yang kian melayang. Sebenarnya Pancasila adalah norma yang tidak ternilaikan yang hanya dimengerti sebagai asas peradilan bukan dijadikan dogma kenuranian. Indonesia adalah negara demokrasi yang semuanya memiliki kebebasan berpikir atau dikenal dengan istilah HAM (hak asasi manusia), walaupun begitu bukan berarti kita seenaknya dan semaunya karena ada undang-undang dasar yang membatasinya. tentunya dalam HAM yang indah harus didasari lima sila sebagai kenuranian, untuk mencapai kesejahteraan bernegara seperti sila pertama, kedua dan ketiga misalnya di mana ras satu dengan ras lain, agama satu dengan agama yang lain, atau ormas satu dengan ormas yang lain, juga kelompok satu dengan kelompok yang lain, bahkan individu satu dengan individu yang lain. dijunjung untuk mengerti perbedaan tanpa menyalah-nyalahkan agar bebas dari pertikaian. karena dalam konteks tiga sila ini adalah untuk menuju persatuan Indonesia yang damai dan sejahtera. hal ini juga…

Jimat Kalimosodo – Analisis – www.indonesiana.id
INDONESIAN CHANNEL  

Jimat Kalimosodo – Analisis – www.indonesiana.id

[ad_1] Oleh: MNK Al Amin Perkembangan dan perubahan merupakan hal yang lumrah kita temui dalam kehidupan nyata di dunia ini. Pergantian detik, jam, hari, bulan, bahkan tahun dan masa telah berubah berkali-kali. Bahkan, bagi kita yang saat ini telah menjadi orang tua, acapkali menginginkan untuk menerapkan pola pendidikan yang pernah kita dapatkan saat kita masih kecil, seperti: kalau sudah masuk waktu sore hari harus sudah mandi segar, menyambut datangnya maghrib, tadarus dan belajar. Namun, ternyata pola pendidikan tersebut sudah tidak mudah lagi diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang telah mendapatkan dampak globalisasi, baik dari bidang teknologi sosmed ataupun pergaulan. Sehingga, sebagian daerah yang masih melestarikan budaya setempat untuk saat ini, menjadi suatu daerah dengan daya tarik tersendiri. Pasalnya, menjelang bulan Ramadhon (Poso), yakni di bulan Syaban (ruwah) sebagian besar daerah di bumi Nusantara ini, khususnya Jawa, masih melestarikan tradisi budaya seperti besik dheso, nyadradan dan wayangan. Dari tradisi pewayangan ini, para…

INDONESIAN CHANNEL  

Bak Singa Gurun Mengaum, Bung Karno Bersuara di Sidang PBB – Analisis

[ad_1] Bung Karno adalah sosok penting dalam pembangunan revolusi mental dunia. Perjuangan beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan menjadi suri tauladan bagi bangsa, semangatnya yang berapi-api bak singa gurun yang mengaum. Salah satu sepak terjang Bung Karno yang fenomenal adalah ketika bersuara dalam sidang PBB. Dengan lantang, kharismanya terpancar kuat. Presiden pertama Republik Indonesia ini mengutuk kolonialisme dan imperialisme, serta mengkritik keras peran PBB yang lebih condong ke negara barat, mendukung perlucutan senjata akibat ancaman senjata nuklir dalam perang dingin Amerika dan Uni Soviet, serta mengusulkan Pancasila masuk dalam piagam PBB. Sosok Bung Karno juga mampu meneladani politik lapangan revolusi tidak berdarah yang dicontohkan Nabi Muhamad SAW, salah satunya lewat Proklamasi. Terbukti, Bapak Proklamator ini mampu menyatukan 54 negara atau kerajaan  menjadi satu atas nama Indonesia. Fenomena ini belum pernah terjadi di belahan dunia manapun. Bahkan, Soekarno mampu menerjemahkan piagam Madinah melalui Pancasila. Jasa-jasanya tidak terlepas dari perjalanan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, juga…

INDONESIAN CHANNEL  

Pancasila Menghadapi Pandemi – Analisis

[ad_1] Pandemi adalah penjajah baru bagi Indonesia bahkan seluruh negara di dunia. tidak berhenti menghantam bahkan merenggut nyawa manusia, berulah dan seolah-olah tidak memberi kemerdekaan, menyerang tanpa kasat mata dan matinya begitu menderita. Tetapi penulis tidak akan membahas panjang lebar tentang ganasnya virus covid-19 namun penulis ingin mengingatkan tentang arti kesejahteraan dan kemerdekaan yang semuanya bisa kita ambil dari ideologi negara kita Pancasila. Tentunya di dalam Pancasila ada mutiara yang bernilai keindahan dan tidak seorang pun mampu membelinya. Sebenarnya kita akan membahas menghadapi pandemi dalam konteks Pancasila. Selama hampir 2 tahun kita menghadapi hari-hari dengan adanya pandemi,pasti ada kejenuhan untuk bebas dari penjajahan pandemi. Maka dari itu perlunya ada kesadaran dalam diri setiap orang untuk mengamalkan Pancasila. Dalam konteks Pancasila orang yang alim beragama juga harus menjadi orang yang pancasilais atau cinta NKRI karena sia-sia jika ada seorang alim tapi dakwah dan kelakuannya berlawanan dengan arah negara misalkan ucapan seperti dalam…

Apa Hakikat Kesaktian Pancasila? – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Apa Hakikat Kesaktian Pancasila? – Analisis

[ad_1] 1 Oktober 2021, 54 tahun sudahHari Kesaktian Pancasila diperingati. Namun, persoalan-persoalan terkait Pancasila, masih terus menjadi kisah klasik yang terus mengemuka bak benang kusut yang sulit diurai. Apalagi ada fakta bahwa tindakan para pemimpin negara ini yang seharusnya dipercayakan kepada rakyat sesuai dengan Pancasila dan nilai-nilainya, masih jauh dari api. Rakyat masih belum merasakan apa yang seharusnya ada dalam sila-sila Pancasila. Seharusnya sesuai namanya, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP), nilai-nilai dalam Pancasila dan amanahnya, bukan hanya menjadi sekadar slogan, tetapi wajib berwujud nyata. Sayang, meski kali ini HKP sudah diperingati yang ke-54 kali, sebab HKP ditetapkan berdasarkan SK Nomor 153 Tahun 1967 yang diterbitkan Presiden Soeharto pada 27 September 1967, tetap saja setiap peringatan HKP hanya jadi sebatas ajang sekadar program peringatan saja, seperti halnya hari-hari peringatan lain yang sudah ditetapkan pemerintah Indonesia. Disiplin kibarkan Merah Putih Hal yang paling memprihatinkan dari semua peringatan hari besar di Indonesia, meski setiap…

Aspirasi dalam Sandera Politik – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Aspirasi dalam Sandera Politik – Analisis

[ad_1] Oleh: SAPARUDDIN, Ketua Umum KIPPDA Pasaman (2016-2019) Mengikuti perkembangan yang terjadi dalam pusaran kekuasaan istana menarik untuk terus diketahui oleh seluruh elemen negeri ini, bukan hanya bagi kaum intelektual dan akademisi yang senantiasa menjadikan diskursus dalam pelbagai kesempatan. Lebih dari itu ialah rakyat sebagai penerima dampak dari setiap kebijakan yang lahir dari istana. Dewasa ini sudah menjadi rahasia publik bahwa dewan perwakilan rakyat (DPR) dan majelis permusyawaratan rakyat (MPR) yang berada di Senayan menyampaikan usulan untuk melakukan amandemen terhadap Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Wacana usulan dari amandemen ialah memunculkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan mengembalikan fungsi MPR sebagai lembaga tinggi Negara. Sayangnya, bukan hal itu yang membuat hangat perbincangan, melainkan periode masa jabatan presiden dan wakil presiden berdasarkan amandemen ke-I pada sidang umum MPR 14-21 Oktober 1999 pasal 7 UUD 1945 pembatasan jabatan Presiden hanya bisa dipilih kembali sebanyak satu kali atau (5) lima tahun dalam satu…

Punya Anak itu Berat Jika Salah Orientasi – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Punya Anak itu Berat Jika Salah Orientasi – Analisis

[ad_1] Sosok anak bisa jadi momok menakutkan bagi para menganut Bebas anak atau penantian ;betah melajang saat ini. Tidak mau punya anak jikalau nantinya anaknya akan sepertinya yang memiliki trauma masa kecil ataupun khawatir menjadi orang tua beracun jika menjadi orang tua. Banyak alasan punya anak itu berat dari menurunnya quality time pasangan, faktor finansial, ketidaksiapan emosional dan lain-lain. Secara faktanya, mempunyai anak membuat kualitas waktu berdua terganggu .Biasanya beberapa pasangan ketika punya anak merasakan ada perubahan kualitas untuk menikmati waktu berdua. Kadang tangisan atau permintaan anak membuat suasana romantis menjadi buyar. Apalagi jika semua pekerjaan rumah dikerjakan sendiri. Belum lagi masalah finansial. Kekhawatiran finansial, bagi Pasangan yang menikah  memilih untuk belum mau punya anak didasari oleh faktor ekonomi. Mereka ingin membangun rumah tangga yang stabil dari segi finansial terlebih dahulu barulah program untuk punya anak. Terlebih jika pasangan tersebut lebih mementingkan karir,  fokus pada impiannya dan memiliki tabungan yang cukup…

Republik Tanpa Negarawan – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Republik Tanpa Negarawan – Analisis

Setiap bangsa butuh kehadiran negarawan agar rakyatnya tetap hidup sehat badan, sehat pikiran, serta sehat jiwa. Manakala hati rakyat pengap dan pikiran tertekan, tugas negarawan untuk mencerahkan: membuka jendela agar cahaya menerangi, membuka pintu agar udara segar mengalir, serta memastikan janji agar harapan tidak sia-sia. Negarawan tidak akan membiarkan rakyat menunggu tanpa kepastian dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Sedangkan dalam politik, negarawan menepati janjinya karena tidak dibebani kepentingan pribadi. Sebagai seorang pemimpin, dia mandiri dan — dalam kata-kata yang sering diucapkan oleh banyak orang — berdiri di atas semua kelompok. Ketika masih partisan atau bercokol di kelompok tertentu dan enggan mendengarkan suara kelompok lain, dia belum naik ke kelas negarawan. Ia masih seperti politikus pada umumnya, yang belum mandiri dari kepentingan yang terbatas. Sebagai pemimpin bagi rakyatnya, negarawan tidak akan membuat alasan, mencari alibi, mengembangkan argumen munafik, dan tidak akan memunggungi rakyatnya. Negarawan tahu bahwa dia berasal dari rakyat dan…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.