[ad_1] Kehadiran baik fisik mau pun bentuk lain, selalu menjadi energi yang memberi solusi. (Supartono JW.06102021) Hadir, itulah syarat mutlak bagi siapa saja yang ingin sukses dan berhasil baik dalam karier/pekerjaan, kegiatan sampingan, kegiatan sosial, hingga hobi. Jangan berharap apa yang dicitakan atau diidamkan akan berhasil bila diri kita tak hadir dalam hal yang kita citakan atau idamkan. Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna hadir adalah ada, datang. Bila hal yang kita citakan adalah hal yang berhubungan dengan pekerjaan atau kegiatan yang menguntungkan atau profit, para pemilik usaha atau kegiatan akan lebih dapat keuntungan berlipat bila selalu hadir di antara para pekerja atau bawahannya. Namun, juga tinggal ongkang kaki di rumah atau memantau dari tempat lain. Sebab, usahanya sudah dijalankan oleh para pekerja profesional yang sesuai bidangnya. Bila pekerjaan atau kegiatannya non profit apalagi sosial, maka para pemimpin atau pengurus tak bisa ongkang kaki hanya memantau dari rumah apalagi dari…
Kampung Literasi Sukaluyu Resmikan Warung Bu Ida, Praktik Baik Literasi Finansial – Peristiwa
[ad_1] Warung Bu Ida memang hanya warung kecil di sekitar TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Menjual lontong sayur, karedok, gado-gado, gorengan, dan kopi ala kampung. Tapi siapa sangka dengan modal usaha hanya Rp. 200.000 yang dipinjam dari Koperasi Lentera Pustaka (yang didirikan TBM Lentera Pustaka sejak April 2021 lalu), kini mampu merah omset rata-rata Rp. 250.000 per hari di akhir pekan. Bila hari kerja, omsetnya sekitar Rp. 150.000 per hari. Sebuah usaha kecil rumahan yang tergolong oke. Setelah teruji 4 bulan berjalan sejak meminjam modal dari Koperasi Lentera, Warung Bu Ida dapat dijadikan contoh praktik baik literasi finansial yang dijalankan Taman Bacaan Masyarakat Lentera Pustaka. Apalagi diperkuat melalui program Kampung Literasi Sukaluyu yang diinisiasi oleh Direktorat PMPK Kemdikbudristek RI dan Forum TBM. Karena TBM Lentera Pustaka merupakan 1 dari 30 TBM di Indonesia yang terpilih menyelenggarakan program Kampung Literasi tahun 2021. Warung Bu Ida, boleh dibilang eksis dan…
Cara Jujur Pada Diri Sendiri – Humaniora
[ad_1] Mengapa begitu sulit untuk benar-benar jujur pada diri sendiri? Begitu banyak dari kita menghabiskan waktu kita kecewa dengan apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita inginkan dari kehidupan. Terkadang itu karena kita tidak tahu apa yang kita inginkan. Di lain waktu, kita memang tahu apa yang kita inginkan, tetapi kita terlalu takut untuk mengakuinya atau merasa kita tidak pantas mendapatkannya. Mungkin kita hanya tidak mau menerima kenyataan karena kebenaran itu tidak menyenangkan. Dan cukup sering, kebenaran itu tidak menyenangkan. Kebenaran bisa sangat buruk dan menyakitkan, terutama jika Anda menghabiskan banyak waktu berbohong kepada diri sendiri tentang hal-hal besar dan kecil. Tetapi mengapa kejujuran dengan diri sendiri begitu penting? Mengapa Anda tidak bisa mengesampingkan keraguan Anda sendiri, mengabaikan kebenaran, dan mewujudkan pepatah “Ketidaktahuan adalah kebahagiaan.”? Jawabannya adalah Anda harus hidup dengan diri sendiri 24 jam sehari, 7 hari seminggu, selama sisa hidup Anda. Dan jika Anda…
Cara Jujur dengan Diri Sendiri – Humaniora
[ad_1] Mengapa begitu sulit untuk benar-benar jujur pada diri sendiri? Begitu banyak dari kita menghabiskan waktu kita kecewa dengan apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita inginkan dari kehidupan. Terkadang itu karena kita tidak tahu apa yang kita inginkan. Di lain waktu, kita memang tahu apa yang kita inginkan, tetapi kita terlalu takut untuk mengakuinya atau merasa kita tidak pantas mendapatkannya. Mungkin kita hanya tidak mau menerima kenyataan karena kebenaran itu tidak menyenangkan. Dan cukup sering, kebenaran itu tidak menyenangkan. Kebenaran bisa sangat buruk dan menyakitkan, terutama jika Anda menghabiskan banyak waktu berbohong kepada diri sendiri tentang hal-hal besar dan kecil. Tetapi mengapa kejujuran dengan diri sendiri begitu penting? Mengapa Anda tidak bisa mengesampingkan keraguan Anda sendiri, mengabaikan kebenaran, dan mewujudkan pepatah “Ketidaktahuan adalah kebahagiaan.”? Jawabannya adalah Anda harus hidup dengan diri sendiri 24 jam sehari, 7 hari seminggu, selama sisa hidup Anda. Dan jika Anda…
Analisis Kebijakan: Mengelola Tiga Tegangan Konstan dalam Perlindungan Buruh Migran – Analisis
[ad_1] Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah pahlawan devisa bagi negeri ini. Sudah puluhan trilyun rupiah disumbangkan PMI untuk devisa republik ini. Data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 2018 menyebutkan bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) menyumbangkan devisa sebesar Rp70 triliun[1]. Meskipun menjadi penyumbang devisa yang besar, perlindungan PMI tidak serta merta berjalan liner. Tidak jarang kita membaca berita beberapa PMI mendapatkan perlakuan yang tidak adil, bukan saja di negera tujuan tempat mereka bekerja namun juga sudah sejak dari negara asal. Kasus pengaduan yang menempatkan PMI menjadi korban terus berada pada tingkat empat ribuan. Data BNP2TKI menunjukan terjadi peningkatan pengaduan kasus di tahun 2018 (4696 kasus) dibandingkan tahun 2017 (4475 kasus). Penempatan PMI Indonesia keluar negeri berjumlah ratusan ribu, meskipun sempat menurun di tahun 2015. Namun mulai merangkak naik lagi di tahun 2016. Ratusan ribu PMI itu berasal dari berbagai provinsi di…
Cegah Stunting, Pertamina Lakukan Program Santri Mandala – Peristiwa
[ad_1] Indonesia masih terus berjuang agar generasi masa depan terbebas dari ancaman gizi buruk. Pemerintah dan segenap pihak harus bergandeng tangan. Sebab masalah ini sangat rumit dan membutuhkan kerja sama semua pihak. Orang tua harus memahami bahwa stunting itu tidak hanya mengancam anak dari keluarga kurang mampu. Keluarga cukup mampu yang tidak memperhatikan gizi anak mereka juga banyak yang terkena stunting. Permasalahan gizi buruk masih menjadi hambatan utama dalam pembangunan masyarakat di Indonesia. Menurut Global Nutrition Report tahun dari UNICEF, Indonesia ada di peringkat tinggi gizi buruk bersama dengan beberapa negara Asia dan Afrika. Ini tentu sangat miris, mengingat negeri Indonesia yang subur dan memiliki laut yang luas tempat sumber makanan bergizi. Kondisi kekurangan gizi ini bila terus dibiarkan dapat berakibat pada stunting, yaitu kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik pada anak. Mereka yang terganggu pertumbuhannya akan sulit untuk bersaing dengan anak-anak yang tumbuh…
Budidaya Ayam Joper di Yogyakarta, Upaya Membangkitkan Potensi Ekonomi Daerah – Peristiwa
[ad_1] Setiap daerah memiliki potensi ekonominya masing-masing. Dengan melakukan pembinaan yang tepat, potensi itu bisa dimaksimalkan. Jika masing-masing wilayah mampu mengembangkan potensi ini, maka akan terjadi keserentakan perputaran roda ekonomi. Dengan harapan yang sama, Pertamina terus-menerus melakukan pembinaan pada usaha kecil. Terlebih ketika banyak dari mereka yang terpuruk akibat pandemi. Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu meresmikan program pemberdayaan masyarakat, yaitu Budidaya Ayam Joper (Jowo Super). Program tersebut sekaligus dalam upaya produksi pakan ayam di Dusun Lemahdadi, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, pada Senin 27 September 2021. Perjalanan program ini dimulai belum lama. Program Budidaya Ayam Joper diinisiasi sejak 17 Januari 2021 dan dikelola oleh kelompok ABADI FARM (Agribisnis Ayam Lemahdadi Farm) yang beranggotakan 20 pemuda di Dusun Lemahdadi. Program itu terus dijalankan meski dalam hantaman pandemi. Budidaya ayam joper sendiri merupakan serangkaian proses penggemukan ayam joper dari Day Old Chicken (DOC) atau anak ayam…
Peran Mahasiswa dalam Menyongsong SDGs Guna Menyejajarkan Indonesia dengan Negara-negara Maju – Analisis
[ad_1] “Tidak ada yang tertinggal” atau “tidak ada satupun yang tertinggal” dalam bahasa Indonesia, begitulah bunyi prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), agenda pembangunan global yang diharapkan dapat terwujud pada 2030. Siapa yang tidak boleh tertinggal? Tentunya seluruh manusia di dunia ini apa pun latar belakang mereka. Tertinggal dalam hal apa? Yang dimaksud adalah tertinggal dalam bidang ekonomi, sosial, lingkungan, serta hukum dan tata kelola yang sangat memengaruhi kesejahteraan manusia di muka bumi ini. Seluruh manusia berhak untuk mendapatkan kualitas hidup yang layak dan berhak untuk menjalani hidup dengan keseteraan. Oleh karena itu, SDGs diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup manusia secara global agar tidak ada lagi masalah-masalah seperti kemiskinan, kelaparan, pengangguran, ketimpangan, dan masalah lainnya. Sebelum menggali SDGs lebih lanjut dan peran mahasiswa dalam menyongsong SDGs, kita harus berangkat dari definisi SDGs itu sendiri. SDGs adalah sebuah norma pembangunan global yang disepakati oleh 193 negara anggota PBB pada Sustainable Development Summit pada…
Membangkitkan Papua dengan Semangat Perubahan – Peristiwa
[ad_1] Papua baru saja menampakkan kegemerlapan pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON). Pertama kali dalam sejarah kita, PON dilaksanakan di sana. Pelaksanaan event olahraga akbar itu juga yang pertama kali dilakukan sejak masa pandemi. Papua memiliki makna penting sebagai pembukaan lembaran baru sesudah didera wabah global ini. Selama ini Papua selalu identik sebagai wilayah yang tertinggal. Listrik dan BBM adalah barang yang mewah. Namun beberapa tahun belakangan ini Papua terus berbenah mengejar kemajuan. Pembukaan PON yang meriah di Papua telah menunjukkan kelasnya sebagai gambaran dari wilayah yang bersiap menyongsong esok yang cerah. Sejalan dengan semangat perubahan itu, Pertamina terus melakukan upaya baik dalam membina pengusaha kecil di wilayah tersebut. Sebagaimana dipahami bersama, Papua tertinggal dalam banyak hal. Pembangunan infrastruktur yang digencarkan di sana demi menggerakkan jalannya roda perekonomian. Namun pembangunan fisik tentu saja belum cukup untuk membuat warga Papua sejahtera. Untuk itu perlu dilakukan langkah lanjutan. Pertamina mengambil inisiatif untuk menguatkan…
Perbedaan Keyakinan di Indonesia Tak Menyurutkan Semangat Toleransi Beragama – Analisis
[ad_1] Jember – Seperti yang sudah terkandung dalam nilai-nilai ideologis negara kita yaitu Pancasila. Tolong yang ke-1 yang berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, melahirkan sikap toleransi dalam beragama. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan toleransi beragama? Sebelum anda ingin memahami pengertian toleransi beragama. Anda harus mengetahui terlebih dahulu arti dari Sila Pancasila yang pertama. Makna yang terkandung dalam sila pertama Pancasila adalah bahwa bangsa Indonesia berhak dan bebas memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, sehingga tercipta kehidupan yang serasi, serasi, dan seimbang antara sesama manusia, antar bangsa, dan dengan makhluk Tuhan lainnya. Kebebasan beragama adalah hak dasar setiap manusia. Dalam pembukaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah dijelaskan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya”. Negara kita memiliki keberagaman agama didalamnya. Indonesia adalah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Berdasarkan data Administrasi (Aminduk) penduduk Indonesia…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
