Sebagian kader Gerindra sudah melontarkan wacana berupa permintaan dan dorongan agar Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra, mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden 2024. Pernyataan resmi partai mengenai rencana pencalonan Prabowo sejauh ini belum ada, tapi bantahan pun tidak ada. Tampaknya, pencalonan kembali Prabowo hanya perkara momen—menanti waktu yang mereka anggap tepat untuk mengumumkan sembari menjajagi calon pendampingnya. Andai Prabowo benar akan mencalonkan diri kembali, maka untuk ketiga kalinya Prabowo maju sebagai calon presiden, bahkan yang keempat bila pencalonannya sebagai wakil presiden dihitung. Pencalonan pertama terjadi pada 2014 ketika Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, ketika itu Ketua Umum PAN. Pasangan ini kalah dari Jokowi-Jusuf Kalla. Pencalonan kedua sebagai capres pada 2019, Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno. Pasangan ini juga kalah dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amien. Sebelumnya, berpasangan dengan Megawati pada pilpres 2009, Prabowo menjadi calon wapres. Pasangan ini kalah dari pasangan SBY-Boediono. Bila Prabowo maju ke pilpres 2024, maka ini merupakan pencalonannya yang…
Apa Untungnya Jadi Bangsa yang Literat? –
[ad_1] Hari ini, banyak orang ikut seminar literasi. Aktivitas literasi atau terjun ke gerakan literasi. Agar tercipta budaya literasi. Sehingga terwujud masyarakat yang literat. Terbentuknya orang-orang yang literat. Lalu, siapa sih orang yang disebut literat? Ketahuilah, seseorang dapat disebut literat. apabila memiliki kompetensi dan kecakapan dalam hidup. Orang-orang yang kuat dan mama memberdayakan keadaan atas dasar kesadaran belajar, kemampuan memahami realitas, dan mampu mentransformasikan pikiran ke dalam perilaku sehari-hari. Karena itu, orang yang disebut literat pasti memiliki 3 (tiga) ciri yang menonjol, yaitu: 1) hidupnya selalu adaptif, 2) kontibusinya selalu positif, dan 3) manfaatnya pasti solutif. Tanpa ciri-ciri itu, maka belum bisa disebut literat. Bangsa yang literat pasti dibentuk dari masyarakat yang literat. Sedangkan masyarakat yang literat, tentu dibangun dari individu-individu yang literat. Di era digital dan revolusi industri seperti sekarang, individu yang literat pastinya memiliki focus pada 3 (tiga) diskursus literasi yang penting, yaitu: 1) kemampuan literasi dasar, 2) memiliki…
