INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] * Buat Todung Mulya Lubis, rekan diskusi di Forum Demokrasi pimpinan Gus Dur dan yang pernah membela secara cuma-cuma tempat saya bekerja ketika dikeroyok sekitar enam belas pengacara. Novel Menunda Kekalahan memang sebuah cerita fiksi, tetapi bagi saya isinya terlalu jelas. Saya merasa sangat kenal tokoh utamanya, dan kasus yang dipakai sebagai bahan cerita sangat terang benderang. Maka, dalam dunia perfiksian, novel ini –untuk tidak menimbulkan kontroversi – kita sebut saja sebagai cerita base on true story dari kasus yang pernah menggemparkan Indonesia dan Australia (Kasus Bali Nine). Topan, tokoh utama novel ini, sebenarnya lebih dikenal sebagai pengacara korporasi yang banyak menangangi perkara perdata. Ia mewakili banyak korporasi besar untuk kasus-kasus bisnis. Tapi, sebenarnya, sebelum dia mendirikan kantor pengacara bersama rekan-rekannya, ia cukup akrab dengan masalah hak asasi manusia. Ia sangat benci pada narkoba, tetapi ia juga menolak adanya hukuman mati. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya dia dan timnya menerima penunjukkan…

Nukil Perempuan Puisi – Fiksi
INDONESIAN CHANNEL  

Nukil Perempuan Puisi – Fiksi

[ad_1] bulan menjelma dalam bulan sabit tak seorang pun menantinya selain hilir mudik angin mencambuk, membelokkan langit tertelungkup, jatuh di pelupuk mata wanita bermata abu-abu menyaru sayu, wajahnya pucat memutih sinar mungkin akan retak dipenggal selintas cahaya sementara puisi kita, berjalan tanpa mata diam tanpa aroma kamu seorang wanita, tatapanmu seperti sebaris puisi jatuh di pelukan sumur yang sepi Malang, 2021 [ad_2] Sumber Berita

Petaka di Desa Wonopati – Part 6: Karma (Selesai) – Fiksi
INDONESIAN CHANNEL  

Petaka di Desa Wonopati – Part 6: Karma (Selesai) – Fiksi

[ad_1] Keesokan paginya, semua isi percakapan Kyai Pethak dengan tiga pemuda itu – termasuk tentang malapetaka yang akan membumihanguskan Desa Wonopati – mulai tersebar. Pada awalnya hanya dibicarakan oleh sekelompok ibu-ibu rumah tangga yang sedang berkumpul di pasar dan tukang sayur; tapi mulai menyebar hingga ke seluruh desa. Kini berita itu telah menjadi perbincangan umum. Bagaikan sebuah percikan api kecil di lumbung padi yang segera membakar semuanya; begitu juga dengan berita tersebut yang tersebar cepat dalam waktu kurang dari setengah hari. Keadaan kian parah ketika para warga mengetahui bahwa hanya tersisa kurang dari dua hari sebelum malapetaka terjadi di desa mereka, sehingga menciptakan kepanikan massal. Ditambah setelah mengetahui sumber masalah berasal dari tiga pemuda – Herman, Wahyu, dan Broto – menyebabkan para warga mulai mengkambinghitamkan mereka. Saat menjelang magrib, para warga berkumpul di alun-alun desa dan melakukan pemungutan suara untuk mengambil sebuah tindakan guna mencegah malapetaka. Semua warga desa mengambil suara…

Petaka di Desa Wonopati – Part 5: Laknat – Fiksi
INDONESIAN CHANNEL  

Petaka di Desa Wonopati – Part 5: Laknat – Fiksi

[ad_1] Matahari mulai terbenam. Terlihat sebuah rumah berukuran sedang yang terletak di tengah perumahan penduduk. Di dalam sana terlihat Herman, Wahyu, dan Broto yang sedang duduk lesu sambil meratapi cangkir kopinya masing-masing dengan tatapan kosong. Mereka baru saja mengebumikan Usman yang diiringi oleh tangis ibunya. Selain itu, para warga juga telah melakukan evakuasi dan memakamkan secara layak semua jenazah dari keluarga Mbah Bhadrika. Di dalam sana juga, terdapat seorang pria tua – si pemilik rumah – yang sedang duduk bersama mereka sambil menghisap rokok tingwe. Pria tua itu adalah pria di tepi jurang. Karena rasa kasihan, maka dia mengajak mereka bertiga untuk singgah ke rumahnya, demi menenangkan batin yang terguncang. Selang beberapa waktu kemudian, pria tua itu memperkenalkan dirinya sebagai Kyai Haji Kresno Adhi Nugroho, tapi warga lebih sering memanggilnya Kyai Pethak; dalam bahasa Jawa Krama artinya Kyai Putih; karena penampilannya yang serba putih. Sontak mereka bertiga terkejut saat mendengar nama…

Perempuan Kembang Jepun – Perjuang Cinta Perempuan – Fiksi
INDONESIAN CHANNEL  

Perempuan Kembang Jepun – Perjuang Cinta Perempuan – Fiksi

Judul: Gadis Bunga Jepang Pengarang: Lan Fang Tahun Terbit: 2007 Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tebal: 284 ISBN: 978-979-22-2404-7 Novel Gadis Bunga Jepang mengisahkan tentang seorang cinta dan derita para perempuan akibat kondisi sosial dan perang. Perempuan selalu menjadi korban dari kondisi sosial, apalagi perang. Namun sebagai pihak yang dikorbankan, perempuan masih terus mencari cinta yang hakiki. Cinta yang harus diperjuangkan. Cinta kepada anak-anak yang dilahirkan, dikehendaki atau tidak dikehendaki. Kisahnya sendiri mengambil waktu dari tahun 1941 sampai dengan tahun 2003. Kisah terbagi dalam dua bagian rentang waktu. Pertama adalah tahun 1941 1943, sebagai prolog, 1943-1945, masa dimana Jepang berkuasa di Indonesia dan tahun 2003 dimana Matsumi bertemu kembali dengan anak yang ditinggalkannya ketika ia terpaksa pergi dari Surabaya kembali ke Jepang. Kisah dibuka dengan persiapan Lestari yang akan menerima calon menantu dan calon besannya. Lestari mengelola Panti Asuhan yang ditinggalkan Sujono ayahnya. Ia membesarkan Maya, seorang bayi perempuan yang ditinggalkan di…

Kekasihku Perempuan Tionghoa, Hubungan Cinta yang Sulit – Fiksi
INDONESIAN CHANNEL  

Kekasihku Perempuan Tionghoa, Hubungan Cinta yang Sulit – Fiksi

[ad_1] Judul: Kekasihku Perempuan Tionghoa Pengarang: Dul Abdul Rahman Tahun Publikasi: 2020 Penerbit: Penerbit Gelombang Tebal: iv + 329 ISBN: 978-602-258-562-6 Tema yang diusung oleh novel ini adalah hubungan cinta yang paling dianggap sangat sulit untuk langgeng. Percintaan antara seorang lelaki pribumi (Jawa/Bugis), guru dan beragama Islam dengan seorang gadis belia beretnis Tionghoa totok, anak orang kaya dan beragama Katholik. Saya terpaksa memakai istilah pribumi, supaya uraian saya menjadi lebih jelas dalam hal ini. Saya tidak bermaksud menggunakan istilah pribumi untuk menunjukkan warga asli Indonesia, seperti yang dipakai di jaman kolonial dan bahkan setelah merdeka. Lokasi yang dipilih untuk menjadi tempat cerita pun adalah sebuah kota yang jarang dipakai untuk membahas kisah cinta silang seperti ini, yaitu Makassar. Selain Jawa dan Medan, Makassar adalah kota yang menyimpan bara sengketa antara etnis Tionghoa dengan non Tionghoa. Ketegangan etnis Tionghoa dengan pribumi di Makassar memang ada. Makassar menjadi saksi kerusuhan anti Tionghoa pada…

Betapa Sombong dan Angkuhnya Aku – Fiksi
INDONESIAN CHANNEL  

Betapa Sombong dan Angkuhnya Aku – Fiksi

[ad_1] Penulis Indonesiana Bergabung Sejak: 28 Oktober 2019 1 jam lalu Fiksi Topik Utama Dibaca : 28 kali Oleh: M.N.K Al Amin “aku” begitu terpesonaOleh kemolekan yang ditawarkan duniaHingga “aku” sering menilaiBahwa bahagia ituKetika kaya dan banyak hartaSehat badan dan jiwaSehingga para sesepuh Jawa dahulu kalaMewanti-wanti dalam suatu slogan yang penuh maknaRingan dan mudah dipahamNamun bisa sebagai peganganDalam meniti hidup yang penuh dengan kesabaran dan diiringi dengan ikhtiyar.Yakni, “Sak padhang-padhange rino, iseh padhang yen keturutan kekarepane, lan sak petheng-pethenge bengi, iseh petheng yen ora keturutan kekarepane”Sehingga, bahagia itu lebih sederhanaKetika keinginan kita terpenuhiNamun, begitu jumawanya “aku”Terlalu banyak keinginanIni dan ituYang selalu beranak pinakKetika keinginan ini telah terpenuhiMaka bilanglah diri iniIni karena “usahaku”Entah, kenapa “ku” sulit mengakui hadirMuSehingga, bukan puja-puji yang terlontar dari hati dan mulutkuNamun, hanya sebatas pengakuanku sajaDan begitu sombongnya aku.Tanpa mengingatMuBahkan, syukurku punYang terucap melalui lisanHarus mengeja terlebih dulu berapa besar pemberianMuYang mampu untuk membahagiakanku Tuhan…Begitu sombongnya akuTerlihat ku…

Konco – Fiksi – www.indonesiana.id
INDONESIAN CHANNEL  

Konco – Fiksi – www.indonesiana.id

[ad_1] KONCO Kabar minggu kemarinPPKM akan diperpanjangtetap jaga protokol kesehatanselalu gunakan masker serta tetap jaga jarak Kabar minggu iniPPKM kembali diperpanjangtetap jaga protokol kesehatanselalu gunakan masker serta tetap jaga jarak Kabar minggu depanPPKM terpaksa diperpanjangtetap jaga protokol kesehatanselalu gunakan masker serta tetap jaga jarak Kabar bulan nanti?Kabar tahun mendatang? Waduh! sudah hampir 2 tahun lo pakde “Ya ndak tau kok tanya saya?” Hendi Kusuma S SoetomoJakarta, 16 September 2021 [ad_2] Sumber Berita

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.