[ad_1] Sebuah kata yang selalu terdengar namun sulit untuk dilakukan, bila dilakukan terkadang tidak sesuai dengan konsep dan kenyataan itulah inovasi, “Inovasi bukan merupakan kegiatan satu kali pukul (one time phenomenon), melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi banyak proses pengambilan keputusan mulai penemuan gagasan sampai implementasinya di pasar,” kata Kuniyoshi Urabe. Dengan adanya inovasi seseorang menjadi terbiasa untuk melakukan hal diluar zona nyaman, hal ini yang dituntut oleh pemerintah terhadap setiap individu untuk terbiasa melakukan inovasi melalui revolusi mental, dengan demikian setiap individu mempunyai dampak terhadap pembangunan ekonomi dan teknologi di era digital ini. Pembangunan ekonomi dan teknologi di Indonesia saat ini sangat bergantung dengan adanya inovasi yang brilian dari anak-anak muda Indonesia yang notabene ditandai dengan kehidupan yang serba cepat dan praktis, semua hal dapat dilakukan dengan bersamaan hanya dengan melalui smartphone, entah itu untuk makanan, transpotasi, pendidikan, kesehatan, bahkan investasi, hal ini tidak luput dari inovasi-inovasi…
dan
Soal Literasi dan Taman Bacaan Butuh Perbuatan, Bukan Pelajaran atau Seminar – Peristiwa
[ad_1] Sola literasi dan taman bacaan tidak bisa tuntas dengan seminar dan diskusi Mungkin semua pihak sepakat, bahwa persoalan literasi dan taman bacaan di Indonesia tidak dapat diselesaikan di belakang meja. Atau melalui ruang-ruang seminar dan diskusi. Karena sejatinya, literasi dan taman bacaan adalah aksi nyata. Sebuah perbuatan untuk menciptakan masyarakat yang literaT. Literasi adalah perbuatan. Taman bacaan pun perilaku. Maka diskursus literasi dan taman bacaan, di mana pun, tidak boleh melupakan apa yang terjadi di lapangan. Jangan meninggalkan realitas dan akar rumput literasi itu sendiri. Sungguh, persoalan literasi dan taman bacaan sulit dipecahkan bila basisnya teoretik. Tanpa mau terjun langsung dan berhadapan dengan realitas yang ada di masyarakat. Literasi tidak bisa dituntaskan di belakang meja. Sikap ini penting. Apalagi di tengah maraknya seminar dan diskusi tentang literasi dan taman bacaan. Karena hari ini, hampir semua pihak bicara tentang literasi. Tanpa bisa disortir lagi. Hingga banyak orang bingung, mana yang praktik…
Miliki Nilai Ekonomi Jika Dimanfaatkan, PT IMIP dan Warga Bahodopi Bersama Kelola Sampah – Peristiwa
[ad_1] Lingkungan tentunya menjadi konsentrasi utama yang harus diperhatikan bagi masyarakat hingga pelaku industri di sekitar. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang mengajak ratusan warga Kecamatan Bahodopi untuk membersihkan sampah sekaligus memperingati Hari Pembersihan Dunia (WSD) 2021. Kegiatan utama dari aksi bersih-bersih yang bertemakan “Bersatu untuk Indonesia Bersih” tersebut adalah mengumpulkan dan mengelola sampah sebagai bukti kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Selain mengumpulkan dan mengelola sampah, kegiatan WCD 2021 yang diikuti oleh 180 negara di dunia dengan melibatkan 20 juta volunteer termasuk PT IMIP ini juga memberikan edukasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, organik dan anorganik. Pengolahan sampah yang dilakukan itu sejalan dengan keinginan Camat Bahodopi, Tahir untuk menambah nilai ekonomis pada sampah. Seperti yang diketahui, sampah dapat memiliki manfaat dan dapat menambah penghasilan masyarakat apabila dikelola dengan baik dan benar. Sebagai pelaku industri, PT IMIP tentunya selalu mendukung kegiatan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat umum. Hal tersebut…
PT IMIP dan Warga Bahodopi Kompak Atasi Permasalahan Sampah –
[ad_1] Kebersihan lingkungan seyogyanya menjadi perhatian semua lapisan masyarakat termasuk warga hingga pelaku industri sekitar. Seperti yang dilakukan oleh PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) bersama dengan ratusan warga Kecamatan Bahodopi sebagai relawan di Morowali dalam acara kegiatan bersih-bersih lingkungan dalam memperingati Hari Pembersihan Dunia (WSD) 2021. Pengumpulan sampah yang dilakukan oleh PT IMIP ini juga turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali dan Pemerintah Kecamatan Bahodopi, Pemerhati Lingkungan Bahodopi (PLB), TNI, Polri, relawan/warga, organisasi, komunitas dan lembaga kerukunan keluarga. Aksi tersebut dilakukan sebagai bukti kepedulian terhadap lingkungan. Bahu-membahu mengumpulkan dan mengolah sampah menjadi kegiatan utama dalam acara tersebut. Warga dan pihak dari PT IMIP mengumpulkan sampah di berbagai penjuru kecamatan Bahodopi. Setelah dikumpulkan, PT IMIP juga memberikan edukasi terhadap pengelolaan sampah bagi warga untuk membedakan sampah organik dan anorganik. Tujuannya agar sampah-sampah dapat dikelola dengan baik dan bernilai ekonomis nantinya. Tujuan PT IMIP mengedukasi warga Bahodopi mengenai pengelolaan sampah ini sejalan dengan…
Hari Tani Nasional dan Global Climate Strike: Bank BNI Didesak Hentikan Pendanaan untuk Batubara – Analisis
[ad_1] Bukan kebetulan bila tahun ini Hari Tani Nasional bertepatan dengan aksi ‘Global Climate Strike’, sebuah unjuk rasa serentak di berbagai belahan dunia yang mengangkat persoalan perubahan iklim. Bagaimana tidak, saat ini persoalan petani bukan hanya konflik agraria namun juga krisis iklim, yang menurut laporan badan PBB, datang lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Banjir, tanah longsor, kekeringan dan munculnya hama pertanian adalah sebagian dari bencana ekologi yang disebabkan oleh perubahan iklim. Bencana-bencana ekologi akan memukul hidup kaum tani di Indonesia. “Hari Tani merupakan momen yang tepat bagi pemerintah untuk berefleksi agar mampu melakukan pembangunan yang berpihak ke masyarakat dan lingkungan, bukan hanya segelintir orang. Contoh dengan menghentikan pembangunan PLTU Batu Bara yang selain menjadi sumber emisi GRK, juga erat kaitannya dengan konflik agraria yang merampas lahan para petani,” ungkap Ginanjar Ariyasuta, aktivis muda yang tergabung dalam gerakan Jeda untuk Iklim dalam siaran pers 350.Org. “Di tahun 2021 ini, sumber-sumber kehidupan…
Praktik Baik yang Literat, Itulah Bedanya Pegiat Literasi dan Bupati Kolaka Timur – Humaniora
[ad_1] Kaget nggak sih kamu, tahu-tahu Plt. Bupati Kolaka Timur kena OTT KPK. Dia dicokok akibat transaksi haram berkaitan dengan dana bantuan dari BNPB. Kok bisa, pejabat daerah malah korupsi dan bertindak memperkaya diri? Terus, bagaimana bisa menyejahterakan rakyatnya? Aneh pejabat zaman now. Pejabat yang tidak literat kok jadi makin banyak ya. Entah kenapa? Hari ini, banyak orang pengen hidup bahagia, pengen nyaman. Tapi ikhtiar yang dilakukan tidak baik. Praktik dan perbuatannya buruk sehari-hari. Sehingga berujung nestapa. Bahkan mungkin doa-nya pun kurang baik. Dikasih amanah, bukannya ikhtiar yang baik. Agar bisa jadi ladang amal dan kebaikan. Ehh, justru terbalik. Malah menebar praktik buruk atas nama niat memperkaya diri sendiri. Kongkalikong dengan sejawat untuk hal-hal yang tidak baik. Praktik baik pun sirna. Praktik baik itu penting untuk semua orang. Ikhtiar baik harus diingatkan untuk siapa pun. Mau pejabat. Politis, professional maupun rakyat jelata. Karena perbuatan baik, di mana pun, pasti berujung kebaikan…
King Maker dan Obsesi Jadi Raja – Pilihan Editor
[ad_1] Seorang lelaki di Pandeglang menyatakan diri sebagai Raja Angling Dharma. Angling Dharma adalah tokoh dalam legenda Jawa yang dikisahkan sebagai titisan Batara Wisnu. Dibilang aneh, tapi begitulah realitasnya–cukup banyak pula pengikutnya. Dan ini bukan kali pertama orang menyatakan diri sebagai raja di masa milenium kedua. Sebelum Angling Dharma ada Ratu Agung Ratnaningrum yang menyatakan diri sebagai Maharani Sunda Empire atau Kekaisaran Matahari. Walaupun terasa menggelikan, menjadi Raja dan Ratu barangkali memang masih jadi obsebsi sebagian manusia di masa medsos ini. Namun, tak semua orang mengatakan obsesinya itu secara terbuka. Orang-orang yang menyebut diri Raja Angling Dharma dan Ratu Agung Ratnaningrum itu walaupun obsesif, namun jujur. Keduanya mengekspresikan obsesi mereka apa adanya: membuat singgasana, mengenakan busana kebesaran, hingga membentuk pasukan pengawal. Walaupun begitu, setidaknya mereka lebih jujur dibandingkan banyak orang yang tidak menyebut diri sebagai raja atau ratu, tapi tindak tanduknya tak berbeda dengan raja dan ratu: minta diistimewakan, diperlakukan dengan…
Soal Pengorbanan dan Pengabdian dalam Film There Was A Father – Hiburan
[ad_1] Ada Ayah menceritakan sebuah keluarga kecil tentang Shuhe Horikawa seorang ayah yang berjuangG untuk memberikan pendidikan terbaik untuk putranya yang bernama Ryohei. Shuhei ialah seorang guru matematika di Sekolah Menengah dan paling dihormati oleh semua muridnya. Kisah ini bermula ketika Shuhei mengajak para muridnya melakukan perjalanan sekolah ke beberapa tempat, ketika sedang beristirahat di sebuah rumah istirahat beberapa murid terlihat kabur pergi ke danau untuk menaiki perahu, padahal sebelumnya Shuhei sudah memberikan peringatan pada muridnya untuk tidak pergi ke danau. Hal yang tak diinginkanpun terjadi, salah satu murid yang menaiki perahu tenggelam dan sudah tak bisa diselamatkan. Shuhei menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan tersebut dan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga muridnya dengan baik, atas penyesalannya Shuhei berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang guru. Ada Ayah merupakan salah satu film yang diproduksi ketika masa Perang Dunia II. Yasujiro Ozu penulis sekaligus suradara dalam film ini menulis naskah pertama kali pada tahun…
Hak Orang Lain, Mengapa Diambil dan Ditahan? – Analisis
[ad_1] Sikap dan perbuatan manusia yang jahat di dunia, di antaranya adalah suka mengambil dan menahan hak orang lain. Bicara tentang mengambil dan menahan hak orang lain, tentu dalam berbagai agama telah jelas ajaran dan hukumannya, terutama bagi si pelaku manusia yang gemar mengambil dan menahan hak orang lain saat nanti kembali di alamNya. Begitupun dalam hukum yang dibuat manusia di dunia, mengambil dan menahan hak orang lain, juga sudah dibikin aturan dan hukumannya. Sehingga bagi para manusia yang gemar atau hobinya mengambil dan menahan hak orang lain, bila ketahuan dan terbukti, maka akan mendapat hukuman di dunia, pun nanti akan ada timbangan di akhirat. Bila sikap dan perbuatan mengambil dan menahan hak orang lain semasa di dunia tak lolos dari hukum manusia, maka dia dipastikan tak akan pernah lolos dari hukumNya. Dalam artikel ini, saya tidak akan membahas tentang perbuatan manusia yang hobi atau pekerjaannya mengambil dan menahan hak orang…
Mari Bertanya, Dari Mana Uang Sekolah dan Jajan Anak-anak Yatim Itu? – Humaniora
[ad_1] Jangan lupa anak yatim, apalagi yatim piatu. Anak-anak yang telah ditinggal pergi sosok ayahnya. Bukan hanya kehilangan figur sentral. Tapi anak-anak yatim pun sulit bertahan hidup akibat ketidak-adaan ekonomi. Untuk makan sehari-hari, untuk membeli buku, atau untuk jajan di sekolah. Dari mana uang anak-anak yatim? Anak-anak yatim ada di dekat kita. Bahkan anak-anak yatim pun terus bertambah akibat pandemi Covid-19. Saat sang ayah meninggal dunia terpapar virus yang mematikan. Anak-anak yang tidak pernah berpikir “ditinggal” sang ayah. Kini, termenung sendiri di pojok rumah. Menenteskan air mata di atas meja makan. Atau memeluk sang ibu, meratapi hidup di hari-hari esok. Maka jangan lupa anak yatim. “Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….” (Q.S.2:220). Selain menjalankan aktivitas taman bacaan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM)…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
