Storytelling dalam Membangun Awareness Aksi Kampanye dan Aktivisme – Urban
INDONESIAN CHANNEL  

Storytelling dalam Membangun Awareness Aksi Kampanye dan Aktivisme – Urban

[ad_1] Pernahkah Anda merasa bosan melihat slogan-slogan kampanye yang begitu-begitu saja? Atau mungkin Anda pernah mengalami kejadian di mana orang-orang tidak memedulikan pesan penting yang Anda unggah di media sosial? Beriringan dengan kemajuan teknologi informasi, semakin banyak dan semakin mudah pesan dan informasi kita peroleh. Mau tidak mau, kini manusia diterpa banyak informasi dari berbagai penjuru. Dan, itulah yang membuat kita semakin selektif dalam memilih informasi. Kita bisa saja mengabaikan pesan atau informasi yang kita anggap tidak penting, misalnya iklan yang bertebaran di media sosial, atau mungkin unggahan teman yang tidak menarik bagi kita. Jika Anda seorang pengaruh atau aktivis, tentu masalah ini menjadi penting. Mengingat, Anda membutuhkan audiens untuk bekerja. Lalu, bagaimana caranya agar pesan atau informasi itu menjadi menarik bagi audiens kita? Salah satu caranya adalah dengan mendongeng. Bercerita menjadi salah satu teknik penyampaian informasi yang mampu mempengaruhi publik. Brownyn Fryer dalam artikelnya yang berjudul, Mendongeng yang menggerakkan orang…

Jangan Tutupi Bumi yang Luas dengan Daun yang Kecil, Jadilah Manusia Literat – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Jangan Tutupi Bumi yang Luas dengan Daun yang Kecil, Jadilah Manusia Literat – Humaniora

[ad_1] Jangan tutupi bumi yang luas dengan daun yang kecil.  Seperti kasus korupsi yang menjerat Bupati Probolinggo dan suaminya. Ada lagi Bupati Banjarnegara, Mantan Mensos yang korupsi bansos, dan baru-baru ini Pak Alex Noerdin saat dinyatakan sebagai tersangka kemarin. Sebelumnya, entah sudah berapa banyak pejabat atau politisi yang dibekuk OTT KPK. Kenapa mereka korupsi, apa mereka tidak punya cukup uang? Itulah yang disebut “daun yang kecil menutupi bumi yang luas”. Kurang bersyukur atas nikmat karunia dan anugerah yang Allah SWT berikan. Terlalu nafsu atas kekuasaan. Terjebak pada gaya hidup dan nafsu kesenangan sesaat di dunia. Salah menggunakan amanah rakyat. Bukan menyejahterakan malah menyesatkan. Manusia yang lupa bersyukur dan lupa arti hidup di duia untuk ke akhirat. Bumi yang luas ditutup daun yang kecil. Manusia sering lupa. Bahwa bumi itu luas, daun itu kecil. Anugerah Allah itu tidak terbatas. Rezeki Allah pasti ada untuk setiap hamba-Nya.  Setiap makhluk sudah punya jatah masing-masing….

Petaka di Desa Wonopati – Part 1: Pembunuhan – Fiksi
INDONESIAN CHANNEL  

Petaka di Desa Wonopati – Part 1: Pembunuhan – Fiksi

[ad_1] Revolusi tidak pernah tebang pilih dalam memilih korban untuk ditumpahkan darahnya. Membalas kematian dengan kematian adalah suatu hal yang wajib. Pembunuhan para petinggi militer oleh Kelompok Merah di Jakarta, ternyata membawa dampak pembalasan yang meluas di seluruh pelosok negeri, tidak terkecuali di Desa Wonopati. Setiap orang yang dianggap simpatisan atau anggota Kelompok Merah akan diburu, disiksa, lalu dibunuh. Banyak warga yang diwajibkan untuk menjadi sukarelawan dengan dalih bagian dari tugas negara dan agama. Walhasil, kekacauan terjadi di mana-mana dan tidak dapat dihindarkan. Pembantaian membabi-buta di seluruh pelosok negeri. Orang yang sudah dicap sebagai simpatisan atau anggota dari Kelompok Merah, maka sudah tamat riwayatnya. Mereka semua akan dibantai, tanpa diperiksa kebenarannya terlebih dulu. Apabila ada orang yang berusaha membela mereka yang diduga simpatisan atau anggota dari Kelompok Merah, maka itu sama saja dengan menggali liang kuburnya sendiri, sehingga banyak orang yang memilih untuk bungkam. Korban terus berjatuhan tiap malamnya. Mayat-mayat dikubur…

Ngaji dan Kaji dalam Kajian Budaya Jawa – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Ngaji dan Kaji dalam Kajian Budaya Jawa – Analisis

[ad_1] Oleh: M. Nur Kholis Al Amin Entah mengapa, terlahir sebagai orang Jawa, bagiku begitu mengasikkan. Ya, walaupun tidak seutuhnya mengerti dan paham akan sejuta khazanah kekayaan budaya yang telah ada dan berkembang. Dan bisa dibilang, sebagian banyak khazanah budaya tersebut semakin menghilang karena terkikis arus perkembangan zaman serta antusiasme sebagian masyarakat yang progresif untuk berubah ke arah yang –kata orang– lebih modern dan gaul. Bagaimana tidak, budaya mengatakan Halo dengan Barat, turun dari sepeda ketika dihadapkan dengan orang-orang yang sepuh saat di jalan sempit, budaya “piring terbang” saat acara jamuan (yang di dalamnya penuh dengan makna; sopan santun, pengertian, ngajeni), kini telah hampir punah.Budaya-budaya yang lainnya pun, yang mengajarkan tepo seliro–ya, meski tidak disebutkan dalam kitab suci-belum, tidak terlepas dari nilai-nilai dasar Islam, bahkan Islam, buaangetzzz.Kok bisa? Ya bisa lah, kan Islam itu nilai utamanya di tauhid (monoteisme), keadilan, persamaan dan Moral kan? Bahkan dalam suatu redaksi hadis (kalau gak…

Suami Wafat, Ustadzah Lil Berharap Bisa Wujudkan Cita-cita Anaknya – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Suami Wafat, Ustadzah Lil Berharap Bisa Wujudkan Cita-cita Anaknya – Humaniora

[ad_1] Cita-cita mulia lahir dari Rumah Tahfidz Amanah, Kraksaan Probolinggo, yakni Ustadzah Irham Fidrotur Rahmah dan Ustadz Su’udi. Pasangan suami istri itu telah mengajar di Rumah Tahfidz tersebut selama 6 tahun. Impian mereka adalah mendidik anak-anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an. Namun, pada Juli lalu, Ustadz Su’udi wafat karena terdampak Covid-19. Hal tersebut membuat Ustadzah Iil sapaan akrab Ustadzah Irham Fidrotur Rahmah harus membesarkan ketiga anak-anaknya yang masih kecil seorang diri. Duka yang menyelimuti Ustadzah Iil mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Sementara ini Ustadzah Iil tinggal bersama orang tuanya di Desa Karang Duwe, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Rumah sederhana yang masih beralaskan tanah dan dinding kayu itu sempat membuat anaknya tidak betah dan ingin kembali ke Rumah Tahfidz. “Sementara saya tinggal bersama orang tua karena masih masa iddah, insyaAllah setelah lahiran mau mengajar lagi di Rumah Tahfidz,” tutur Ustadzah Iil tersenyum. Sejak kecil anak-anak Ustadzah Iil sudah diajarkan Al-Quran. Fardan (12) kelas…

8 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik di Android
INDONESIAN CHANNEL  

8 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik di Android

[ad_1] Membuat animasi bagi yang menyenanginya merupakan kegiatan yang sangat membahagiakan apalagi membuat animasi 3 dimensi atau yang biasa disingkat menjadi animasi 3D. Bagi mereka yang menekuni bidang menggambar tentu tidak sulit membuat gambar 3D di secarik kertas tapi bagi mereka yang belum ahli, bisa mulai mencoba membuat animasi 3D dengan menggunakan aplikasi pada smartphone Android. Ternyata aplikasi membuat animasi 3D tersedia banyak sekali hal ini membuktikan bahwa banyak orang yang tertarik belajar membuat animasi 3D melalui smartphone. Namun tidak semua aplikasi animasi 3D bisa diandalkan karena tidak sedikit aplikasi yang masih tidak baik dari berbagai sisi. Karena itu hanya ada 8 aplikasi animasi 3D Android terbaik yang perlu kamu coba. Aplikasi Membuat Animasi 3D di Android Membuat animasi 3D memang menyenangkan. Walaupun kita bukan ahlinya dan sama sekali tidak dibekali oleh ilmu yang biasa dimiliki oleh animator, namun mencoba membuat animasi 3D sendiri memang seru. Kalau tidak percaya, coba saja…

Saat Gaya Hidup Jadi Pilihan Banyak Orang, Taman Bacaan Justru Jadi Jalan Hidup – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Saat Gaya Hidup Jadi Pilihan Banyak Orang, Taman Bacaan Justru Jadi Jalan Hidup – Humaniora

[ad_1] Faktanya hari ini, banyak orang berlomba dalam gaya hidup. Tapi di saat yang lama, mereka merupakan jalan hidup. Memilih gaya hidup lalu melupakan jaan hidup. Bergaya dalam hidup bukan berjalan untuk hidup. Mungkin banyak yang lupa. Gaya hidup itu pola seseorang dalam mengekspresikan hidup sehari-hari. Bisa berupa aktivitas, minat, dan opininya. Semua gaya hidup itu tentang soal mengelola waktu dan uang. Hingga berujung pada perilaku dan pola konsumsi seseorang. Siapa pun yang memburu dunia semata, di situlah ada gaya hidup. Waktu dari pagi-pagi buta hingga larut malam hanya untuk mengejar uang. Bahkan mengejar pangkat jabatan, popularitas, status, dan kesenangan. Berkobar deras untuk diri sendiri. Berbeda dengan jalan hidup. Karena jalan hidup soal menentukan sikap dalam kehidupan. Soal keberpihakan terhadap jalan kehidupan. Mau jalan yang benar atau yang salah, Jalan hidup kebaikan atau keburukan. Menjadikan hidup yang bermanfaat atau tidak bermanfaat. Waktu dan uang yang dipakai untuk apa? Maslahat atau mudarat….

Memimpin Baru Selangkah, Sudah Merasa Pahlawan – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Memimpin Baru Selangkah, Sudah Merasa Pahlawan – Analisis

[ad_1] Di zaman ini, di abad ini, masih nampak banyak pemimpin yang merasa sebagai pahlawan (hero) atas kesuksesan negaranya, instansinya hingga lingkungan terkecil, institusinya, organisasinya, kelompoknya, paguyubannya, grupnya, dan lain sebagainya (baca: badan).Para pemimpin ini, karena asyik masyuk menganggap dirinya sebagai hero, dan tidak pernah memiliki penasihat kompeten dalam setiap langkah kehidupannya, seolah terus di atas angin, memandang bawahan dan orang lain itu bukan siapa-siapa, meski langkahnya baru sejengkal dan keberhasilan yang instan, sudah merasa dan menganggap diri sebagai hero. Bahkan dengan sadar malah menganggap bawahannya dan orang lain cuma sekadar sebagai pecundang dan menasbihkan dirinya sebagai pahlawan kesiangan. Parahnya lagi, pemimpin macam ini, juga tak pernah cerdas, bahwa sikapnya yang terus meninggikan diri dan merendahkan orang lain akan menjadi bumerang dan merusak citra dan harga dirinya sendiri. Pun menjadi bumerang bagi badan yang dipimpinnya serta seluruh yang ada di dalamnya, karena akan terus berada dalam tekanan yang tiada henti. Efek…

Agar Tidak Menjadi Jaka Sembung Bawa Golok – Urban
INDONESIAN CHANNEL  

Agar Tidak Menjadi Jaka Sembung Bawa Golok – Urban

[ad_1] Kita sering banget ngikutin “perang” di media sosial seperti Twitter. Biasanya dua kubu yang sedang berargumen saling melemparkan opini atau pendapat dan penafsiran (interpretasi) terhadap suatu masalah. Sering juga kita mengiyakan atau membenarkan, bahkan kagum, dengan opini yang dibangun oleh salah satu pihak yang sedang berperang tersebut. Sayangnya, banyak opini buruk yang disebabkan oleh tidak relevannya opini tersebut dengan topik yang sedang dibahas. Kalau orang bilang, “Jaka Sembung bawa parang, tolong jangan nyambung.” Banyak pendapat yang gak nyambung dengan masalah yang sedang dibahas. Masalahnya, kita sering enggak sadar kalau opini yang diajukan itu gak nyambung. Agar kita tidak terbawa oleh pendapat tersebut gak nyambung tadi, kita bisa mengujinya dengan melihat apakah opini atau argumen itu masuk dalam kesalahan herring merah. Apa itu kesalahan herring merah? Apa itu kesalahan herring merah? Nama teori ini diambil dari kegemaran para bangsawan Inggris berburu. Dalam berburu, mereka biasanya menggunakan anjing untuk mengendus dan melacak…

Singa KPK Dipecat, Mengapa Elite Diam Membisu? – Pilihan Editor
INDONESIAN CHANNEL  

Singa KPK Dipecat, Mengapa Elite Diam Membisu? – Pilihan Editor

[ad_1] Pimpinan KPK akhirnya memukul gong yang menentukan nasib 56 pegawai lembaga antirasuah ini: mereka dipecat. Singa-singa KPK yang ditakuti koruptor itu tidak lagi boleh bekerja di lembaga tempat mereka mengabdi belasan tahun mulai 30 September 2021 nanti. Dengan nada getir, penyidik senior Novel Baswedan—korban penyiraman air keras hingga rusak penglihatannya, berkata: “Kami berupaya memberantas korupsi, tapi kami diberantas.” (Berita utama Koran Tempo, Kamis 16 September 2021). Mereka ditetapkan selesai bekerja di KPK per 30 September nanti, sehingga Direktur Sosialisasi & Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono—yang juga dipecat—secara satir mengistilahkan tindakan pemberhentian itu sebagai G30STWK. Mereka dipecat karena dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan versi pimpinan KPK. Pemecatan ini menegaskan adanya tahapan yang jelas dari upaya melemahkan pemberantasan korupsi di negeri ini. Tapi siapa yang peduli? Lihatlah sikap para elite-wan dan elite-wati di negeri ini: membalik badan, menutup kuping, memejamkan mata, dan menahan mulut agar tidak bersuara menyaksikan peristiwa ironis tersebut….

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.