Terima Kasih Kader, Rakyat Jadi Tahu Uang Miliaran itu – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Terima Kasih Kader, Rakyat Jadi Tahu Uang Miliaran itu – Peristiwa

[ad_1] Sekarang semakin benderang bahwa selama ini, rakyat dan suaranya hanya dimanfaatkan untuk meraih kursi, kemudian setelahnya mengeruk uang rakyat, dengan kerja yang banyak disebut berbagai pihak dengan ongkang-ongkang kaki. Sebab setiap bulan mereka dapat uang puluhan juta, dalam setahun uang pun bertambah miliaran, tapi kerja yang katanya untuk rakyat boleh disebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sejatinya, tanpa harus dibongkar oleh salah seorang anggotanya, berbagai pihak pun tahu menyoal gaji, tunjangan, dan uang kemewahan yang diterima anggota dewan yang terhormat itu, hasil kongkalikong antara siapa, kalau bukan akal-akalan para partai politik yang mengusungnya. Menjadi anggota dewan pun tetap masih ada tanggungjawab setor ke partai, karenanya, selain bicara uang gaji, tunjangan, dan uang kemewahan, mereka pun masih mengincar celah-celah lahan yang dapat dikorupsi, hingga duet mereka dengan pemerintah yang juga kepanjangan tangan dari partai politik, juga bahu-membahu melemahkan KPK dengan produk dan kebijakan Undang-Undang untuk melindungi diri mereka sendiri. Luar biasa. Bersikap setelah…

Undang-Undang Pers Belum Sempurna Mengatasi Kriminalitas Terhadap Pers – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Undang-Undang Pers Belum Sempurna Mengatasi Kriminalitas Terhadap Pers – Analisis

[ad_1] Kemerdekaan pers adalah salah satu bagian dari hak warga negara untuk berekspresi, berpendapat, dan menerima segala informasi. Tidak hanya dilihat sebagai sebuah hak, kemerdekaan pers menjadi sebuah bentuk kebutuhan untuk mewujudkan kepentingan pers dan kepentingan publik. Sudah terjamin dalam Undang-undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers bahwa para pekerja pers atau wartawan akan terlindungi dan terjamin haknya oleh UU tersebut. Namun, menurut wartawan senior, Ridlo Eisy, Undang-undang Pers saat ini tidak Lex Spesialis. Dalam video wawancara yang di unggah pada kanal youtube Inspirasi Untuk Bangsa (18/12/20), Ridlo Eisy mengatakan saat ini UU Pers belum sepenuhnya memenuhi harapan dalam memperjuangkan kemerdekaan pers. Apalagi terkait kasus-kasus kriminalitas terhadap pers. Lebih lanjut ia menjelaskan, Ketika wartawan membuat kesalahan atau pelanggaran terhadap Undang-undang hukum yang lain, maka UU tersebutlah yang akan bergerak, dan untuk melindungi kriminalitas terhadap pers, saat ini Dewan Pers telah melakukan kerjasama dengan beberapa instansi. Diantaranya ada dengan pihak kepolisian, jika…

Storytelling dalam Membangun Awareness Aksi Kampanye dan Aktivisme – Urban
INDONESIAN CHANNEL  

Storytelling dalam Membangun Awareness Aksi Kampanye dan Aktivisme – Urban

[ad_1] Pernahkah Anda merasa bosan melihat slogan-slogan kampanye yang begitu-begitu saja? Atau mungkin Anda pernah mengalami kejadian di mana orang-orang tidak memedulikan pesan penting yang Anda unggah di media sosial? Beriringan dengan kemajuan teknologi informasi, semakin banyak dan semakin mudah pesan dan informasi kita peroleh. Mau tidak mau, kini manusia diterpa banyak informasi dari berbagai penjuru. Dan, itulah yang membuat kita semakin selektif dalam memilih informasi. Kita bisa saja mengabaikan pesan atau informasi yang kita anggap tidak penting, misalnya iklan yang bertebaran di media sosial, atau mungkin unggahan teman yang tidak menarik bagi kita. Jika Anda seorang pengaruh atau aktivis, tentu masalah ini menjadi penting. Mengingat, Anda membutuhkan audiens untuk bekerja. Lalu, bagaimana caranya agar pesan atau informasi itu menjadi menarik bagi audiens kita? Salah satu caranya adalah dengan mendongeng. Bercerita menjadi salah satu teknik penyampaian informasi yang mampu mempengaruhi publik. Brownyn Fryer dalam artikelnya yang berjudul, Mendongeng yang menggerakkan orang…

Jangan Tutupi Bumi yang Luas dengan Daun yang Kecil, Jadilah Manusia Literat – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Jangan Tutupi Bumi yang Luas dengan Daun yang Kecil, Jadilah Manusia Literat – Humaniora

[ad_1] Jangan tutupi bumi yang luas dengan daun yang kecil.  Seperti kasus korupsi yang menjerat Bupati Probolinggo dan suaminya. Ada lagi Bupati Banjarnegara, Mantan Mensos yang korupsi bansos, dan baru-baru ini Pak Alex Noerdin saat dinyatakan sebagai tersangka kemarin. Sebelumnya, entah sudah berapa banyak pejabat atau politisi yang dibekuk OTT KPK. Kenapa mereka korupsi, apa mereka tidak punya cukup uang? Itulah yang disebut “daun yang kecil menutupi bumi yang luas”. Kurang bersyukur atas nikmat karunia dan anugerah yang Allah SWT berikan. Terlalu nafsu atas kekuasaan. Terjebak pada gaya hidup dan nafsu kesenangan sesaat di dunia. Salah menggunakan amanah rakyat. Bukan menyejahterakan malah menyesatkan. Manusia yang lupa bersyukur dan lupa arti hidup di duia untuk ke akhirat. Bumi yang luas ditutup daun yang kecil. Manusia sering lupa. Bahwa bumi itu luas, daun itu kecil. Anugerah Allah itu tidak terbatas. Rezeki Allah pasti ada untuk setiap hamba-Nya.  Setiap makhluk sudah punya jatah masing-masing….

Petaka di Desa Wonopati – Part 1: Pembunuhan – Fiksi
INDONESIAN CHANNEL  

Petaka di Desa Wonopati – Part 1: Pembunuhan – Fiksi

[ad_1] Revolusi tidak pernah tebang pilih dalam memilih korban untuk ditumpahkan darahnya. Membalas kematian dengan kematian adalah suatu hal yang wajib. Pembunuhan para petinggi militer oleh Kelompok Merah di Jakarta, ternyata membawa dampak pembalasan yang meluas di seluruh pelosok negeri, tidak terkecuali di Desa Wonopati. Setiap orang yang dianggap simpatisan atau anggota Kelompok Merah akan diburu, disiksa, lalu dibunuh. Banyak warga yang diwajibkan untuk menjadi sukarelawan dengan dalih bagian dari tugas negara dan agama. Walhasil, kekacauan terjadi di mana-mana dan tidak dapat dihindarkan. Pembantaian membabi-buta di seluruh pelosok negeri. Orang yang sudah dicap sebagai simpatisan atau anggota dari Kelompok Merah, maka sudah tamat riwayatnya. Mereka semua akan dibantai, tanpa diperiksa kebenarannya terlebih dulu. Apabila ada orang yang berusaha membela mereka yang diduga simpatisan atau anggota dari Kelompok Merah, maka itu sama saja dengan menggali liang kuburnya sendiri, sehingga banyak orang yang memilih untuk bungkam. Korban terus berjatuhan tiap malamnya. Mayat-mayat dikubur…

Ngaji dan Kaji dalam Kajian Budaya Jawa – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Ngaji dan Kaji dalam Kajian Budaya Jawa – Analisis

[ad_1] Oleh: M. Nur Kholis Al Amin Entah mengapa, terlahir sebagai orang Jawa, bagiku begitu mengasikkan. Ya, walaupun tidak seutuhnya mengerti dan paham akan sejuta khazanah kekayaan budaya yang telah ada dan berkembang. Dan bisa dibilang, sebagian banyak khazanah budaya tersebut semakin menghilang karena terkikis arus perkembangan zaman serta antusiasme sebagian masyarakat yang progresif untuk berubah ke arah yang –kata orang– lebih modern dan gaul. Bagaimana tidak, budaya mengatakan Halo dengan Barat, turun dari sepeda ketika dihadapkan dengan orang-orang yang sepuh saat di jalan sempit, budaya “piring terbang” saat acara jamuan (yang di dalamnya penuh dengan makna; sopan santun, pengertian, ngajeni), kini telah hampir punah.Budaya-budaya yang lainnya pun, yang mengajarkan tepo seliro–ya, meski tidak disebutkan dalam kitab suci-belum, tidak terlepas dari nilai-nilai dasar Islam, bahkan Islam, buaangetzzz.Kok bisa? Ya bisa lah, kan Islam itu nilai utamanya di tauhid (monoteisme), keadilan, persamaan dan Moral kan? Bahkan dalam suatu redaksi hadis (kalau gak…

Suami Wafat, Ustadzah Lil Berharap Bisa Wujudkan Cita-cita Anaknya – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Suami Wafat, Ustadzah Lil Berharap Bisa Wujudkan Cita-cita Anaknya – Humaniora

[ad_1] Cita-cita mulia lahir dari Rumah Tahfidz Amanah, Kraksaan Probolinggo, yakni Ustadzah Irham Fidrotur Rahmah dan Ustadz Su’udi. Pasangan suami istri itu telah mengajar di Rumah Tahfidz tersebut selama 6 tahun. Impian mereka adalah mendidik anak-anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an. Namun, pada Juli lalu, Ustadz Su’udi wafat karena terdampak Covid-19. Hal tersebut membuat Ustadzah Iil sapaan akrab Ustadzah Irham Fidrotur Rahmah harus membesarkan ketiga anak-anaknya yang masih kecil seorang diri. Duka yang menyelimuti Ustadzah Iil mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Sementara ini Ustadzah Iil tinggal bersama orang tuanya di Desa Karang Duwe, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Rumah sederhana yang masih beralaskan tanah dan dinding kayu itu sempat membuat anaknya tidak betah dan ingin kembali ke Rumah Tahfidz. “Sementara saya tinggal bersama orang tua karena masih masa iddah, insyaAllah setelah lahiran mau mengajar lagi di Rumah Tahfidz,” tutur Ustadzah Iil tersenyum. Sejak kecil anak-anak Ustadzah Iil sudah diajarkan Al-Quran. Fardan (12) kelas…

8 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik di Android
INDONESIAN CHANNEL  

8 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik di Android

[ad_1] Membuat animasi bagi yang menyenanginya merupakan kegiatan yang sangat membahagiakan apalagi membuat animasi 3 dimensi atau yang biasa disingkat menjadi animasi 3D. Bagi mereka yang menekuni bidang menggambar tentu tidak sulit membuat gambar 3D di secarik kertas tapi bagi mereka yang belum ahli, bisa mulai mencoba membuat animasi 3D dengan menggunakan aplikasi pada smartphone Android. Ternyata aplikasi membuat animasi 3D tersedia banyak sekali hal ini membuktikan bahwa banyak orang yang tertarik belajar membuat animasi 3D melalui smartphone. Namun tidak semua aplikasi animasi 3D bisa diandalkan karena tidak sedikit aplikasi yang masih tidak baik dari berbagai sisi. Karena itu hanya ada 8 aplikasi animasi 3D Android terbaik yang perlu kamu coba. Aplikasi Membuat Animasi 3D di Android Membuat animasi 3D memang menyenangkan. Walaupun kita bukan ahlinya dan sama sekali tidak dibekali oleh ilmu yang biasa dimiliki oleh animator, namun mencoba membuat animasi 3D sendiri memang seru. Kalau tidak percaya, coba saja…

Saat Gaya Hidup Jadi Pilihan Banyak Orang, Taman Bacaan Justru Jadi Jalan Hidup – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Saat Gaya Hidup Jadi Pilihan Banyak Orang, Taman Bacaan Justru Jadi Jalan Hidup – Humaniora

[ad_1] Faktanya hari ini, banyak orang berlomba dalam gaya hidup. Tapi di saat yang lama, mereka merupakan jalan hidup. Memilih gaya hidup lalu melupakan jaan hidup. Bergaya dalam hidup bukan berjalan untuk hidup. Mungkin banyak yang lupa. Gaya hidup itu pola seseorang dalam mengekspresikan hidup sehari-hari. Bisa berupa aktivitas, minat, dan opininya. Semua gaya hidup itu tentang soal mengelola waktu dan uang. Hingga berujung pada perilaku dan pola konsumsi seseorang. Siapa pun yang memburu dunia semata, di situlah ada gaya hidup. Waktu dari pagi-pagi buta hingga larut malam hanya untuk mengejar uang. Bahkan mengejar pangkat jabatan, popularitas, status, dan kesenangan. Berkobar deras untuk diri sendiri. Berbeda dengan jalan hidup. Karena jalan hidup soal menentukan sikap dalam kehidupan. Soal keberpihakan terhadap jalan kehidupan. Mau jalan yang benar atau yang salah, Jalan hidup kebaikan atau keburukan. Menjadikan hidup yang bermanfaat atau tidak bermanfaat. Waktu dan uang yang dipakai untuk apa? Maslahat atau mudarat….

Memimpin Baru Selangkah, Sudah Merasa Pahlawan – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Memimpin Baru Selangkah, Sudah Merasa Pahlawan – Analisis

[ad_1] Di zaman ini, di abad ini, masih nampak banyak pemimpin yang merasa sebagai pahlawan (hero) atas kesuksesan negaranya, instansinya hingga lingkungan terkecil, institusinya, organisasinya, kelompoknya, paguyubannya, grupnya, dan lain sebagainya (baca: badan).Para pemimpin ini, karena asyik masyuk menganggap dirinya sebagai hero, dan tidak pernah memiliki penasihat kompeten dalam setiap langkah kehidupannya, seolah terus di atas angin, memandang bawahan dan orang lain itu bukan siapa-siapa, meski langkahnya baru sejengkal dan keberhasilan yang instan, sudah merasa dan menganggap diri sebagai hero. Bahkan dengan sadar malah menganggap bawahannya dan orang lain cuma sekadar sebagai pecundang dan menasbihkan dirinya sebagai pahlawan kesiangan. Parahnya lagi, pemimpin macam ini, juga tak pernah cerdas, bahwa sikapnya yang terus meninggikan diri dan merendahkan orang lain akan menjadi bumerang dan merusak citra dan harga dirinya sendiri. Pun menjadi bumerang bagi badan yang dipimpinnya serta seluruh yang ada di dalamnya, karena akan terus berada dalam tekanan yang tiada henti. Efek…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.