[ad_1] Berdiri sejak awal tahun 2019, APlux Records dibentuk oleh dua penulis lagu terbaik sekaligus pendiri Moh Mukhtar dan Amalia Kadis ini bakal menelurkan karya terbaiknya di dunia entertainment Tanah Air. Adapun beberapa lagu pop klasik-nya yakni dengan menggandeng model dan aktor ganteng Revan Farnur, sebagai artis pertama yang merilis lagu di akhir tahun 2019. Merangkap sebagai label musik dan produser eksekutif untuk lagu Melangkah Bersamamu, pembuatan video musik yang berlokasi di Tokyo, Jepang, ini merupakan project pertama APlux yang terbilang lumayan sukses. “Dari ‘bukan siapa-siapa’ dan sekalinya rilis dapat ratusan ribu views itu cukup buat kita menyemangati diri sendiri dan tim untuk berkarya lagi dan lagi,” tutur Amalia Kadis yang merupakan pendiri-nya. Masih dengan artis yang sama yakni Revan Farnur, APlux Records mulai mengeluarkan single-single berikutnya. Single-single baru itu masih belum populer di tengah masyarakat. Meski begitu, lagu tersebut mampu menggebrak blantika musik Indonesia. Sementara itu, beberapa artis Ibu Kota…
Klaster Baterai EV Baru di Morowali, Tanda Indonesia Siap Jadi Produsen Mobil Listrik Dunia? – Peristiwa
[ad_1] Menuju persiapan Indonesia menjadi produsen mobil listrik dunia, PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) di Morowali, Sulawesi Tengah turut mengambil peran dalam mewujudkan hal tersebut. Selain dua klaster yang ada terkait produksi besi tahan karat dan baja karbon, IMIP diketahui tengah membangun klaster baru khusus untuk produksi baterai untuk kendaraan listrik (EV). Sekedar informasi, PT IMIP punya cluster besi tahan karat yang memproduksi bijih nikel ke Nickel Pig Iron (NPI) hingga besi tahan karat. Gugus besi tahan karat yang berbasis nikel ini adalah yang terbesar sedunia berada di satu tempat. Memiliki 44 lines tungku smeleter NPI, kapasitas produksi dari klaster ini yaitu besi tahan karat sebanyak 3 juta metrik ton MT, kumparan canai panas 3 juta ton per tahun dan gulungan gulungan dingin 0.5 juta ton per tahun. Selanjutnya ada klaster baja karbon yang memproduksi baja karbon menjadi baja. Klaster ini ternyata dibangun atas permintaan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan…
Angle Sempit Membuat Tulisan Semakin Menarik – Gaya Hidup
[ad_1] Sudut dalam bahasa Indonesia berarti sudut. Dalam penulisan, “sudut” ini sangat penting untuk menentukan hal apa yang akan dijelaskan dalam tulisan tersebut. Setiap tulisan tentunya akan menarik jika ia mempunyai sudut yang menarik. Masalahnya, banyak tulisan yang sebenarnya berpotensi bagus jika sudut ‘sudut’ yang diambil terlalu lebar. Perkara ini menjadi salah satu kesalahan sepele penulis awal. Mereka terlalu fokus dengan kerangka tulisan yang akan dieksekusi menjadi tulisan. Namun, mereka kadang lupa memfokuskan arah untuk kerangka tulisan mereka. Alhasil, tulisan mereka kurang “dalam”, tidak lepas dalam substansinya, dan kurang menarik. Sudut ini merupakan perkara penting dalam sebuah tulisan. Hal ini pun dijelaskan oleh Mardiyah Chamim, mantan direktur Institut Waktu dan wartawan Tempo, dalam tulisannya. Ia pun mendukung pernyataan dalam paragraf dua bahwa banyak penulis kurang fokus dalam sudut untuk diambil. Mungkin sebagian Anda yang baru menulis ingin berpikir sejenak, sudut apa yang pas dan tepat untuk sebuah tulisan agar menarik untuk…
Mengatur Prioritas Sehari-hari ala Presiden AS – Pilihan
[ad_1] Semua pekerjaan memang penting, tapi tidak semua pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu bersamaan. Pekerjaan yang menggunung itu harus dikelola dengan baik, salah satunya adalah dengan menyusun skala prioritas. Tanpa hal itu, kita akan lari ke sana ke mari, tampak sibuk, tapi sebenarnya tidak cukup produktif. Ada satu cara yang cocok untuk mengatur seluruh hiruk pikuk pekerjaan Anda sehari-hari. Cara ini menggunakan matriks kerangka kerja yang bernama matriks eisenhower. Seperti yang diketahui, Eisenhower ini berasal dari nama mantan presiden AS (Amerika Serikat) ke-34, Dwight David Eisenhower. Dilansir dari todoist.com, matriks ini pertama dikemukakan oleh Stephen Covey yang melihat produktivitas Eisenhower selama memerintah AS dalam dua periode. Dalam delapan tahun masa jabatannya, Eisenhower berhasil membangun NASA, mengakhiri perang Korea, “memasukkan” Hawaii dan Alaska menjadi negara bagian baru, dan mencanangkan regulasi hak warga negara untuk pertama kalinya. Atas pencapaian tersebut, Stephen Covey mencoba membuat suatu kerangka kerja agar individu tidak lagi bermasalah dengan…
Mengatasi Stres Selama WFH dengan Manajemen Koping – Gaya Hidup
[ad_1] Pada 16 Juli kemarin, Tempo Institute memberikan sedikit pengetahuan tentang cara mengatasi terbakar habis saat bekerja sama riliv dalam sesi OOT (Di Luar Topik). Dalam sesi ini banyak cara yang dibahas untuk memecahkan masalah terbakar habis dan berfikir berlebihan bersama Nurul Aini Ongkowidjoyo, M. Psi. Dalam penjelasan dari Nurul Aini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain manajemen koping yang tepat dan efektif, mencari sistem pendukung, dan membuat manajemen waktu yang disiplin. Dari tiga cara yang dijabarkan, ada satu cara yang menarik, yaitu manajemen koping yang jarang diketahui banyak orang. Dilansir dari kompas.com, PPM Manajemen melakukan survei terhadap orang yang bekerja selama pandemi. Lalu, mereka menemukan 80 persen pekerja mengalami stres bekerja karena memikirkan kesehatan mereka. Koping adalah upaya mengatasi tuntutan/masalah internal dan eksternal khusus yang melelahkan seseorang secara berlebihan. Dalam penjelasan artikel ilmiah pada Jurnal Keperawatan Indonesia Universitas Indonesia, koping adalah upaya mengatasi tuntutan/masalah internal dan eksternal khusus…
Sangat Langka, Penghargaan Pihak Swasta ke Pegiat Literasi Taman Bacaan – Peristiwa
[ad_1] Apresiasi dan penghargaan kepada pegiat literasi atau aktivis taman bacaan di Indonesia boleh jadi barang langka. Bahkan hamper tidak ada, selain penghargaan secara rutin yang digelar instansi pemerintah sepertii Perpusnas Ri atau Kemdikbud RI. Tapi tahun 2021 ini, angin segar pun berhembus ke taman bacaan. Alhamdulillah, ajang penghargaan “31 Guardian Wonderful People tahun 2021” dari Guardian Indonesia memilih Syarifudin Yunus, pegiat literais dan pendiri TBM Lentera Pustaka sebagai salah satu penerima dari 31 penerima Wonderful People. Selain atlet olimpiade, tenaga media,pegiat lingkungan, siswa berprestasi, animal rescuer, guru dan sebagainya. Kali ini ada kategori pegiat literasi dan pendiri taman bacaan. Sungguh patut diapresiasi. Penghargaan bertajuk “Guardian 31 Wondeful People”. Apresasi ini diberikan kepada 31 orang yang dianggap luar biasa dalam memberi inspirasi dan kontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia. Setelah melalui seleksi dan otoritas penuh panitia, Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan “”Guardian 31 Wonderful People” yang…
Praktik Baik, Spirit yang Diusung Taman Bacaan di Indonesia – Analisa
[ad_1] Ada satu hal yang banyak orang tidak tahu, bahwa di taman bacaan, di mana pun, isinya adalah praktik baik. Bukan omongan baik apalagi niat baik. Itu berarti, taman bacaan isinya perbuatan baik. Bukan teori baik yang tidak diimplementasikan. Membaca itu praktik baik. Menyediakan akses buku bacaan di daerah yang angka putus sekolahnya tinggi pun praktik baik. Bahkan memberantas kaum buta huruf di taman bacaan juga praktik baik. Di masa pandemi Covid-19. Hanya praktik baik yan bisa jadi solusi. Belajar daring atau luring tidak akan berarti tanpa praktik baik. Karena belajar bukan terori melulu. Apalagi hanya ceramah tanpa contoh yang bisa diteladani. Taman bacaan dan belajar di sekolah seharusnya berbasis “praktik baik”. Karena praktik baik terbukti efektif untuk mengubah cara berpikir dan perilaku seseorang. Saat saya ditanya, apa itu literasi? Maka saya menjawab, literasi adalah praktik baik. Sebuah ikhtiar untuk memahami realitas kehidupan. Orang yang literat itu mampu bersahabat dengan realitas….
Bambang Irianto: Membangun Kampung, Membangun Manusia – Analisa
[ad_1] Oleh: Maulana Yusuf Rabu, 15 September 2021, seperti biasa, matahari terbit tak pernah ingkar waktu. Ya, hari yang cerah di pertengahan bulan September ini saya sudah terikat janji dengan seorang yang sangat istimewa. Bambang Irianto namanya. Bagaimana tidak, saya berkesempatan mengunjungi dan berbincang langsung dengan beliau di Karawaci, Kota Tangerang, Jawa Barat. Pria kelahiran 65 tahun lalu tersebut bukan sosok sembarang, terlahir dari rahim seorang ibu asal Malang, Bambang Irianto adalah sosok pria penerima penghargaan Kalpataru. Yup, kalau boleh saya katakan, beliau adalah donatur tetap oksigen bagi masyarakat. Betul sekali, penghargaan tertinggi di Tanah Air bagi sosok ataupun kelompok yang berjasa dalam melestarikan lingkungan di Indonesia. Bagi pegiat lingkungan hidup khususnya, Bambang adalah pahlawan lingkungan. Berangkat dari Bogor, saya langsung bergegas dengan semangat 45 karena akan bertemu dengan orang istimewa. Tak lupa, saya terlebih dahulu menjemput pengabadi momen, Wawan si fotografer berbadan tambun di bilangan Gandul, Depok. Tepat pukul 11:00…
Kiprah Bripka Sugeng Menggerakkan Taman Bacaan di Surabaya – Peristiwa
[ad_1] Gemuruh suara anak-anak terdengar ramai sore hari di Gang Tembok Lor III, Kampung Tembok, Kelurahan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur. Riuh suara anak-anak itu bukan sedang berada di wahana bermain atau mall mewah. Mereka di Taman Baca Tembok Lor III. Di Taman Baca Tembok Lor III, canda anak-anak itu tetap membuncah. Ada yang saling sembunyikan buku kawannya, yang usil ketika sahabatnya serius membaca, yang bermain tebak-tebakan pengetahuan dan lainnya. Sore hari itu menjadi kemilau cahaya melihat semangat anak-anak membaca serta bermain. Taman Baca Tembok Lor III seperti istana megah sebab tak menjadi ruang hampa Taman Baca Tembok Lor III jadi arena yang mengasyikkan. Buku-buku yang terlonggok di taman baca menjadi sahabat anak-anak di sana. Bergeliatanya suasana edukasi di Taman Baca Tembok Lor III tecipta berkat kerja tulus Bripka Sugeng, seorang Abdi Bhayangkara yang bertugas di Polsek Bubutan. Ia yang menginisiasi terwujudnya Taman Baca Tembok Lor III. Niat tulus Pak Sugeng ingin…
Menanti Kearifan Pemimpin Bagai Menunggu Godot – Analisa
[ad_1] Sebagian pemimpin tidak menyukai poster-poster protes maupun mural-mural pengungkap perasaan hati kaum marjinal. Sebagian pemimpin barangkali bertelinga tipis sehingga mudah panas tatkala mendengar kritik dari masyarakat. Sebagian lainnya menutup mata dan telinga dari hal-hal yang disuarakan rakyat, sebab bila hal-hal itu diperhatikan malah bikin susah tidur. Mengapa ada pemimpin—atau yang dianggap pemimpin, atau yang menganggap diri pemimpin—yang bersikap acuh tak acuh terhadap kesukaran hidup dan keluhan orang-orang yang ia pimpin? Ada banyak alasan. Pertama, mereka bersikap seolah-olah yang dipimpin sedang baik-baik saja, sehingga mereka lebih senang berasyik masyuk mengerjakan apa saja keinginan mereka walaupun itu tak terkait dengan urusan terpenting orang-orang yang dipimpin. Para pemimpin ini menganggap protes, kritik, dan sumbang saran itu sebagai interupsi yang mengganggu kesibukan, keasyikan, dan kenyamanan. Kedua, sebagian pemimpin bersikap tidak mau tahu dan mengaku sudah terlampau banyak persoalan yang harus ia tangani; atau ia berkata bahwa persoalan itu bukan urusannya—cara menghindar yang terlihat gamblang….
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
