[ad_1] Nilai keheningan dan mengetahui kapan harus tutup mulut tidak dapat dilebih-lebihkan. Kebijaksanaan untuk memahami kapan tidak berbicara adalah salah satu ketenangan pikiran dan peningkatan kehidupan terbesar yang dapat Anda lakukan. Tidak ada lagi yang tersedot ke dalam argumen yang tidak berguna. Tidak ada lagi mengatakan hal yang salah pada waktu yang salah dan memperburuk situasi. Tidak perlu lagi direpotkan dengan hal-hal yang bukan urusan Anda. Tetapi mengetahui kapan harus membiarkan keheningan Anda yang berbicara adalah masalah yang lebih rumit. Karena terkadang berbicara itu baik, tergantung konteks situasinya. Berdebat bisa lebih baik daripada mencoba berdamai dengan seseorang yang memperlakukan Anda atau orang lain dengan tidak hormat. Berdiri untuk diri sendiri melawan penindas mungkin membutuhkan konflik. Sangatlah berharga untuk berbicara dan didengar dalam situasi itu, jika tidak ada alasan lain selain untuk memastikan orang lain mengerti bahwa Anda bukan keset untuk diinjak. Kita akan melihat beberapa situasi untuk menjaga mulut Anda tetap…
Jadikan Taman Bacaan Tidak Sunyi Lagi – Humaniora
Orang baik, gunakan taman baca jangan diam lagi. Jadikan taman bacaan tidak sunyi lagi. Karena apapun yang terjadi dan dihadapi, taman bacaan harus tetap eksis. Alasannya bukan karena ingin dibilang baik. Apalagi keren-kerenan. Tapi untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari dampak negatif gawai atau gempuran era digital. Membaca bukan bermain. Hari ini, berapa banyak anak-anak yang jadi penggila tiktok atau gim online. Bahkan ber-media sosial pun salah pakai. Hanya untuk berkeluh-kesah atau ekspresi yang tidak bermanfaat. Maka taman bacaan hadir untuk “mengimbangi” aktivitas anak-anak. Agar ada kegiatan yang positif, khususnya membaca buku di taman bacaan. Orang baik, gunakan taman baca jangan diam lagi. Karena taman bacaan bukan hanya tempat membaca semata. Tapi jadi tempat yang berperan penting dalam menciptakan masyarakat literat. Sebuah tatatan masyarakat yang mampu memahami realitas dan mau menerima perbedaan. Taman bacaan tidak hanya menjadi anak-anak berwawasan ilmu pengetahuan. Tapi lebih dari itu, mereka punya sarana untuk ber-ekspresi yang mampu…
