INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Nilai keheningan dan mengetahui kapan harus tutup mulut tidak dapat dilebih-lebihkan. Kebijaksanaan untuk memahami kapan tidak berbicara adalah salah satu ketenangan pikiran dan peningkatan kehidupan terbesar yang dapat Anda lakukan. Tidak ada lagi yang tersedot ke dalam argumen yang tidak berguna. Tidak ada lagi mengatakan hal yang salah pada waktu yang salah dan memperburuk situasi. Tidak perlu lagi direpotkan dengan hal-hal yang bukan urusan Anda. Tetapi mengetahui kapan harus membiarkan keheningan Anda yang berbicara adalah masalah yang lebih rumit. Karena terkadang berbicara itu baik, tergantung konteks situasinya. Berdebat bisa lebih baik daripada mencoba berdamai dengan seseorang yang memperlakukan Anda atau orang lain dengan tidak hormat. Berdiri untuk diri sendiri melawan penindas mungkin membutuhkan konflik. Sangatlah berharga untuk berbicara dan didengar dalam situasi itu, jika tidak ada alasan lain selain untuk memastikan orang lain mengerti bahwa Anda bukan keset untuk diinjak. Kita akan melihat beberapa situasi untuk menjaga mulut Anda tetap…

Jadikan Taman Bacaan Tidak Sunyi Lagi – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Jadikan Taman Bacaan Tidak Sunyi Lagi – Humaniora

Orang baik, gunakan taman baca jangan diam lagi. Jadikan taman bacaan tidak sunyi lagi. Karena apapun yang terjadi dan dihadapi, taman bacaan harus tetap eksis. Alasannya bukan karena ingin dibilang baik. Apalagi keren-kerenan. Tapi untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari dampak negatif gawai atau gempuran era digital. Membaca bukan bermain. Hari ini, berapa banyak anak-anak yang jadi penggila tiktok atau gim online. Bahkan ber-media sosial pun salah pakai. Hanya untuk berkeluh-kesah atau ekspresi yang tidak bermanfaat. Maka taman bacaan hadir untuk “mengimbangi” aktivitas anak-anak. Agar ada kegiatan yang positif, khususnya membaca buku di taman bacaan. Orang baik, gunakan taman baca jangan diam lagi. Karena taman bacaan bukan hanya tempat membaca semata. Tapi jadi tempat yang berperan penting dalam menciptakan masyarakat literat. Sebuah tatatan masyarakat yang mampu memahami realitas dan mau menerima perbedaan. Taman bacaan tidak hanya menjadi anak-anak berwawasan ilmu pengetahuan. Tapi lebih dari itu, mereka punya sarana untuk ber-ekspresi yang mampu…

Tak Berkategori  

Memaknai Santri Melalui Falsafah Jawa – Humaniora

[ad_1] Oleh: M. Nur Kholis Al Amin Sehat, Pagi ini (pagi ini), seiring telah masuknya waktu pertengahan bulan Oktober, kita akan mengulik makna santri melalui pendekataan kekayaan tradisi lokal, dalam hal ini adalah kearifan Jawa. Di bumi Nusantara atau lebih spesifiknya, di era kemerdekaan yang kemudian dikenal dengan sebutan Indonesia, pada telah dittapkan hari santri yang berlaku secara Nasional, tepatnya pada bulan Oktober. Ya, setiap kebijakan pastinya ada yang pro dan jelasnya juga ada yang kontra. Itu sudah menjadi hukum alam teman-teman. Jadi, gak usah dibikin ribet bin susah, bahkan sampai lahir perpecahan sesama anak bangsa. Tulisan ini, tidak akan melihat dari perspektif perbedaan atau mau tidaknya golongan tertentu terhadap hari santri. Namun, tulisan ini hanya akan melihat makna santri melalui perspektif sebagian kecil budaya Jawa, khususnya bahasa sanepo atau yang jamak dikenal masyarakat dengan istilah majas. Well, langsung saja nih. Jadi, kekayaan bahasa dan tradisi Jawa itu ternyata banyak banget,…

Pembangunan Pendidikan dari Pedalaman untuk Kemajuan Indonesia – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Pembangunan Pendidikan dari Pedalaman untuk Kemajuan Indonesia – Humaniora

[ad_1] Dirinya menilai hak-hak masyarakat adat, antara lain tanah, hutan, dan kearifan lokal kian tergerus. Minat generasi muda juga meredup, untuk belajar adat. Realitas tersebut berpotensi membuat masyarakat tercerabut dari jati dirinya. Selain itu, aktifis sekaligus Dewan Pemuda Adat Nusantara untuk Region Kalimantan ini juga merasa miris ketika melihat para pemuda dayak satu-persatu memilih mengadu nasib ke kota, ketika bergaul mereka enggan menggunakan bahasa ibu Dayak Kanayatn, bahkan terkesan malu menggunakannya. Seolah tak mengenal adat, usai kuliah jarang yang mau pulang kampung dan memilih kerja di luar kecamatan. Pemikiran tersebut membuat Wisa, bertekad untuk terus memajukan pendidikan. Bersama empat orang rekannya, bahu membahu mengelola SAS melalui pola pembelajaran bersatu dengan alam, mulai dari mengajak anak – anak didiknya mengikuti kegiatan adat di alam, seperti turun ke sawah atau mencari bahan untuk menganyam dan memasak. Hingga saat ini, ada kurang lebih 120 anak mengikuti kegiatan belajar mengajar tersebut. Pendanaan pendidikan juga dilakukan…

Kepedulian Sosial: Berbagi Makanan Untuk Kelompok Rentan – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Kepedulian Sosial: Berbagi Makanan Untuk Kelompok Rentan – Humaniora

[ad_1] Wida dan Hendro adalah pendiri Foodbank of Indonesia (FOI), lembaga nirlaba  yang kegiatannya menampung  makanan dari pihak-pihak yang berkelebihan kepada masyarakat yang memerlukan. Kegiatan ini yang membuatnya harus berurusan dengan “klien” yang cukup berbeda dari dunia PR. Mereka mendirikan FOI pada Mei 2015 sebagai bagian dari jaringan The Global Foodbank Netwok, jaring lembaga swadaya masyarakat yang berbagi makanan dengan mereka yang membutuhkan. ‘’Di Indonesia masih banyak lho orang yang kesulitan mengakses makanan, dan pada sisi yang lain banyak bahan makanan yang terbuang sia-sia,’’ kata Wida, alumnus Sastra Rusia daricFakultas Ilmu Budaya UI, yang juga meraih  gelar S-2 Ilmu Komunikasi dari UI itu. Kelebihan makanan itulah yang  dikumpulkan Foodbank of Indonesia untuk kemudian disalurkan pada para beneficaries (penerima manfaat). Makanan itu diberikan dalam bentuk siap makan, tak perlu diolah lagi. Dikelola dari sebuah bangunan di Jalan Abdul Majid Dalam III No. 2B Komplek Deplu Cipete Jakarta Selatan, Foodbank of  Indonesia (FOI)…

10 Tanda Anda adalah Orang Berpikiran Adil yang Dikagumi Orang Lain – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

10 Tanda Anda adalah Orang Berpikiran Adil yang Dikagumi Orang Lain – Humaniora

[ad_1] Apakah Anda orang yang berpikiran adil? Atau apakah Anda ingin menjadi orang yang lebih berpikiran adil? Ini tentu bukan hal yang mustahil. Namun, keadilan adalah kualitas yang ditumbuhkan melalui usaha dan niat yang aktif. Bahkan, lebih mudah untuk menganggap keadilan sebagai tindakan yang disengaja daripada tindakan yang tidak disengaja. Lagi pula, banyak orang menanggapi dunia dan memperlakukan orang lain dari tempat yang emosional. Tetapi emosi seringkali tidak adil. Itu biasanya merupakan reaksi langsung yang mungkin tidak secara akurat mencerminkan kenyataan atau memberikan tanggapan positif. Seseorang mungkin melakukan sesuatu untuk membuat Anda marah, tetapi apakah bijaksana untuk menanggapi tindakannya dengan kemarahan? Berteriak? Atau lebih buruk? Tentu saja tidak. Itu biasanya akan meningkatkan konflik. Sebaliknya, Anda dapat merasakan apa yang Anda rasakan tetapi memilih tindakan berbeda yang tidak merusak. Keadilan serupa. Akan ada saat-saat ketika Anda tidak diperlakukan dengan adil atau tergoda untuk tidak memperlakukan orang lain dengan adil. Itulah saat-saat Anda…

Ami, si Ratu Sampah di Sekolah – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Ami, si Ratu Sampah di Sekolah – Humaniora

[ad_1] Si Ratu Sampah, begitulah julukan gadis yang lahir 24  tahun lalu tersebut. Dara cantik asal Priyangan ini benar-benar mendedikasikan dirinya untuk gerakan peduli lingkungan. Kini dirinya masih memiliki cita-cita mulia, iya, dia ingin membangun sekolah di daerah pedalaman yang masih menjadi mimpi untuk diwujudkan. Berawal dari 2010 lalu, Amilia yang masih berusia 14 tahun, mendapat undangan ke Jakarta sebagai kandidat penerima SATU Indonesia Awards 2010. Bukan main, Ami begitu sapaan akrabnya, menggeluti dunia sampah sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada suatu hari, Ami tak sengaja melihat seorang bapak renta yang sedang makan tanpa cuci tangan. Letaknya persis tak jauh dari gerobak yang penuh sesak dengan sampah. Kejadian yang dilihatnya itu, langsung diceritakan Ami kepada guru mata pelajaran biologinya, Ibu Guru Nia namanya. Beliau pulalah, yang juga menjadi mentor di Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Saat itu, kampanya zerowaste belum sepopuler saat ini. Ibu Nia menyarankan Ami dan…

Filosofi Tukang Kebun dan Taman Bacaan, Hidup Hanya Butuh Sikap Saling Mengerti – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Filosofi Tukang Kebun dan Taman Bacaan, Hidup Hanya Butuh Sikap Saling Mengerti – Humaniora

[ad_1] Ini catatan seorang tukang kebun. Bahwa di kebun ada pohon. Ada tukang kebun. Keduanya sama pentingna. Karena tidak mungkin ada kebun tanpa ada tukang kebunnya. Kebun tanpa tukang kebun bisa garung. Tukang kebun tanpa kebun pun bisa bingung. Saling membutuhkan dan melengkapi. Di kebun. Tiap pohon harus tumbuh, Tukang kebun harus merawatnya. Dari benih pohon yang kecil. Disirami, dipupuki, dan dirawat hingga tumbuh besar dengan “pegangan akar” yang kokoh. Tukang pun begitu. Harus tetap tumbuh jadi pribadi yang kokoh, dinamis, dan bermanfaat. Minimal untuk pohon-pohon yang dirawatnya. Bukan malah begitu-begitu saja. Apalagi berkeluh-kesah melulu. Di kebun lagi. Ada pohon yang tidak kuat diterpa angin. Ada yang mudah rontok daunnya begitu digoyang sedikit. Ada pohon yang kecilnya tumbuh bagus tapi giliran mau berbuah busuk. Bahkan ada pohon yang masa tumbuhnya jelek. Tapi saat berbuah luar biasa rasanya. Jadi, pohon-pohon di kebun itu berbeda-beda. Tapi satu yang pasti, semua pohon butuh udara…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.