[ad_1] Dapur merupakan area yang hampir selalu kita gunakan sehari-hari. Dari sekedar masak atau hanya sekedar memanaskan makanan dan atau minuman. Apalagi di era pandemi seperti sekarang semakin banyak orang yang lebih memilih untuk memasak serta makan di rumah dari pada diluar rumah. Dengan sering menggunakan area dapur, ada baiknya kita membuat suasana dapur nyaman untuk digunakan. Berikut ini cara membuat dapur lebih nyaman dan lega: a. Menggunakan kitchen set yang kecil Yang pertama, Kitchen set yang kecil akan membuat ruang dapur lebih lega dan kita dapat lebih nyaman untuk bergerak. Sebaliknya, kitchen set yang terlalu besar akan membuat area dapur terasa penuh dan sesak. Selain itu, kitchen set yang kecil dapat memicu kita untuk menahan diri menambah peralatan-peralatan dapur yang tidak perlu. hasilnya, kitchen set yang kecil, penyimpanan juga lebih kecil, kita dapat membeli peralatan dapur yang inti saja. B. Gunakan warna-warna cerah di dapur Kedua, warna yang cerah dipercaya…
yang
Jangan Tutupi Bumi yang Luas dengan Daun yang Kecil, Jadilah Manusia Literat – Humaniora
[ad_1] Jangan tutupi bumi yang luas dengan daun yang kecil. Seperti kasus korupsi yang menjerat Bupati Probolinggo dan suaminya. Ada lagi Bupati Banjarnegara, Mantan Mensos yang korupsi bansos, dan baru-baru ini Pak Alex Noerdin saat dinyatakan sebagai tersangka kemarin. Sebelumnya, entah sudah berapa banyak pejabat atau politisi yang dibekuk OTT KPK. Kenapa mereka korupsi, apa mereka tidak punya cukup uang? Itulah yang disebut “daun yang kecil menutupi bumi yang luas”. Kurang bersyukur atas nikmat karunia dan anugerah yang Allah SWT berikan. Terlalu nafsu atas kekuasaan. Terjebak pada gaya hidup dan nafsu kesenangan sesaat di dunia. Salah menggunakan amanah rakyat. Bukan menyejahterakan malah menyesatkan. Manusia yang lupa bersyukur dan lupa arti hidup di duia untuk ke akhirat. Bumi yang luas ditutup daun yang kecil. Manusia sering lupa. Bahwa bumi itu luas, daun itu kecil. Anugerah Allah itu tidak terbatas. Rezeki Allah pasti ada untuk setiap hamba-Nya. Setiap makhluk sudah punya jatah masing-masing….
Budi Pekerti yang Kurindui – Fiksi
[ad_1] Oleh: MNK Al Amin Bersikaplah yang baik.Jangan kau tinggalkan kami.Kau mampu menyatukan beragam perbedaan.Tanpa mencela yang berbeda. Bersikaplah yang baik.Kini kau jauh karena dampak globalisasi?Ataukan “kami” yang sudah tidak mau peduli?Karena hanya mengutamakan ego dalam hati. Bersikaplah yang baik.Kini kau sangat kami rindukan.Tuk membentuk suatu peradaban.Yang selalu mengutamakan kebaikan dan keutamaan.Bukan perbedaan untuk permusuhan. Bersikaplah yang baik.Andai saja semua manusia.Entah itu kantor atau orang-orangnya.Miskin atau kaya.Publik atau ulama.Yang “mau” menginternalisasikan”mu” dalam diri pribadi mereka.Ku yakin, hidup ini akan penuh dengan doa dan kasih sayang. Cinta untuk orang lain.Pada manusia.Alam, hewan dan tumbuhan.Terjadilah siklus keseimbangan dalam kehidupan.Dan damailah hidup untuk menuju Tuhan. #Moderasi beragama itu penting. #saling memahami dan mau mengerti, itu juga penting. #dan merealisasikannya dalam sikap, itu buah manisnya beragama. [ad_2] Sumber Berita
Senja di Taman Baca, Geliat Energi Anak-anak yang Membaca – Humaniora
[ad_1] Banyak orang melewati senja tanpa makna. Saling melihat tapi tak saling terikat. Saling menatap namun tak saling menetap. Senja yang sebatas senja. Senja yang berlalu melepas siang. Lalu memasuki gelapnya malam. Senja orang-orang biasa. Tapi senja jadi begitu berbeda. Saat anak-anak berlarian dari rumah menuju taman bacaan. Senja yang menemani mereka untuk membaca buku. Sekalipun di bawah sengatan matahari. Senja yang sudi berbagi cerita. Tentang anak-anak kampung di kaki Gunung Salak. Selalu membaca ditemani senja. Senja di taman baca. Senja di taman baca. Senja yang dilalui namun selalu membawa anak-anak kembali ke dunianya. Bermain sambil membaca buku. Bercerita tentang isi bacaan. Senja yang menemani para ibu mengantar dan menunggui anak-anaknya di taman baca. Senja dan taman baca, seperti tidak lagi berjarak. Energi giat membaca ada di senja hari. Di taman bacaan masyarakat Lentera Pustaka. Semangat membaca yang tidak pernah pudar. Tiap Rabu, Jumat dan Minggu, 150-an anak-anak berlalu-lalang di sekitar…
Tip Mengelola Stres saat PPKM yang Terus Diperpanjang – Humaniora
[ad_1] Sejak awal pandemi Covid-19, banyak pemerintah di berbagai negara melakukan lockdown atau pembatasan kegiatan luar ruangan. Di Indonesia, kita mengenalnya dengan istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Berawal pada 11 Januari 2021 di wilayah DKI Jakarta, kini PPKM diberlakukan di banyak wilayah. Terbaru, pemerintah memperpanjang PPKM Jawa Bali hingga 30 Agustus dan Luar Jawa Bali diperpanjang hingga 6 September. Kondisi ini tentu tak mudah bagi masyarakat, karena harus beradaptasi dengan kebiasaan baru dan lebih banyak melakukan kegiatan di rumah. Belum lagi interaksi langsung dengan orang lain sangat berkurang. Sudah bukan rahasia lagi, kalau manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi antar sesamanya. Bukan hanya sebagai kebutuhan saja, berinteraksi dengan orang lain juga dapat mengurangi risiko depresi. Namun, apa jadinya jika kegiatan itu dibatasi karena pandemi? Bagi sebagian orang, berkomunikasi dalam jaringan (daring) bisa menjadi solusi. Tapi, tak semua orang bisa menerima cara berkomunikasi demikian. Dampak buruk dari kondisi ini adalah…
Pers yang Masih Bebas “Bersyarat” dalam Republik yang Merdeka – Analisis
[ad_1] Indonesia baru saja selesai merayakan HUT ke-76 tahun ini. Walaupun pandemi sedang melanda, rakyat Indonesia berusaha tetap merayakannya dengan berbagai kreativitas. Begitu juga dengan pers yang selalu menjadi pilar keempat demokrasi di Indonesia. Mereka selalu berusaha untuk menjadi pemberi “kabar” yang dibutuhkan masyarakat Indonesia di tengah pandemi ini. Sudah lebih tujuh dekade, Indonesia merayakan kemerdekaannya. Namun, pers di Indonesia masih belum “merdeka” sepenuhnya, seperti yang dijamin dalam UU No. 40 tahun 1999. Data dari AJI memberikan fakta buruk bahwa per Agustus 2021, kekerasan yang terjadi pada wartawan sebanyak 23 kasus kekerasan selama tahun ini. Salah satu kasus kekerasan pada tahun ini adalah kekerasan yang dialami Nurhadi ketika ingin mengonfirmasi sebuah informasi kepada Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji. Dilansir dari Tempo.co, saat mencoba mendatangi narasumber di pesta pernikahan anak narasumber, Nurhadi mendapatkan beberapa penganiayaan dari petugas keamanan di sana. Selain Nurhadi, setiap tahun ada saja kasus…
Tutup Telinga Dinyinyiri, Ada yang Selama ini Tutup Mata Hati, Sampai Iuran BPJS Mau Dibikin Standar, lho? – Analisis
[ad_1] Gara-gara ulah seseorang yang ditimpali oleh seorang lagi di media sosial, warganet pun ngamuk. Pasalnya, ulah dua orang tersebut bak membangkitkan macan tidur. Bagaimana tidak, ulahnya tersebut benar-benar mempermalukan dirinya sendiri, sekaligus menunjukkan pula spidometer kecerdasan intelektual dan sosialnya serta keimanannya karena mengusik hal yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Herannya, dua orang itu seperti tak punya pekerjaan dan kesibukan, sampai-sampai harus mengusik hal berbau SARA, meski yang diusik bahkan tak ada urusan dengan dua orang tersebut. Akibat ulah dua orang ini, persoalan usikan masalah santri tutup kuping (telinga) justru terus bergulir hingga sampai ada pengamat politik kembali menyita perhatian publik setelah muncul video dirinya menirukan aksi tutup telinga. Karenanya pengamat politik mengambil momentum untuk menyindir orang-orang yang telah menghujat pihak yang menutup telinga dengan ikutan melakukan aksi tutup telinga, tetapi dengan background suara pidato pemimpin bangsa ini yang sedang menjelaskan soal jumlah uang para pengusaha Indonesia di…
Agim, Anak Nelayan yang Ingin jadi Hafidz Qur’an – Peristiwa
[ad_1] Namanya mirip dengan salah satu ulama ternama Tanah Air. Ia adalah Abdullah Agimnastiar (17), namun teman-temannya biasa menyapanya Agim. Ia adalah remaja asli Desa Obel-Obel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sejak usia 10 tahun Agim sudah menjadi piatu. Ibunya meninggal karena sakit yang tak mampu diobati karena keterbatasan biaya. Sejak saat itu Agim bersama tiga adiknya hidup bersama ayahnya, Udin. Udin bekerja sebagai nelayan. Ia berangkat menjala ikan mulai sore hingga besok paginya. Kemudian ia pun menjualnya ke pengepul. Menjadi seorang nelayan penghasilannya tak menentu. Apalagi dengan empat anak yang masih kecil. Agim mengerti betul bahwa kesulitan hidup keluarganya tak mesti ditunggunng ayahnya seorang diri. Kepergian ibunya juga tak mesti menjadi sesuatu yang harus ditangisi setiap waktu, akrena kehdiupan terus berjalan dan tetap harus dijalani. Maka agim pun tumbuh menjadi anak yang mandiri. Ia tak akan membairkan ayahnya menanggung beban keluarga sendiri, setiap kali ada kesempatan Agim selalu memabntu ayahnya…
Praktik Baik, Spirit yang Diusung Taman Bacaan di Indonesia – Analisa
[ad_1] Ada satu hal yang banyak orang tidak tahu, bahwa di taman bacaan, di mana pun, isinya adalah praktik baik. Bukan omongan baik apalagi niat baik. Itu berarti, taman bacaan isinya perbuatan baik. Bukan teori baik yang tidak diimplementasikan. Membaca itu praktik baik. Menyediakan akses buku bacaan di daerah yang angka putus sekolahnya tinggi pun praktik baik. Bahkan memberantas kaum buta huruf di taman bacaan juga praktik baik. Di masa pandemi Covid-19. Hanya praktik baik yan bisa jadi solusi. Belajar daring atau luring tidak akan berarti tanpa praktik baik. Karena belajar bukan terori melulu. Apalagi hanya ceramah tanpa contoh yang bisa diteladani. Taman bacaan dan belajar di sekolah seharusnya berbasis “praktik baik”. Karena praktik baik terbukti efektif untuk mengubah cara berpikir dan perilaku seseorang. Saat saya ditanya, apa itu literasi? Maka saya menjawab, literasi adalah praktik baik. Sebuah ikhtiar untuk memahami realitas kehidupan. Orang yang literat itu mampu bersahabat dengan realitas….
10 HP Snapdragon 888 Terbaik yang Bisa Anda Miliki Tahun ini – Gaya Hidup
[ad_1] Qualcomm mengumumkan rincian kunci dari chipset seri 800 andalannya, Snapdragon 888 di Snapdragon Tech Summit tahunannya. Ini akan menggerakkan sebagian besar flagships 2021, nama, dan fiturnya tercantum di sini. Realme, Xiaomi, dan Oppo dengan cepat mengumumkan bahwa mereka akan berlomba untuk membawa Snapdragon 888 ke pasar. Pemain lainnya seperti Samsung juga tidak ketinggalan. Di sini saya telah menyusun daftar semua smartphone teratas yang menggunakan chip baru. Qualcomm Snapdragon 888 Pergeseran ke node proses 5nm dan modem X60 terintegrasi membantu meningkatkan efisiensi baterai sebesar 25%. Snapdragon 888 25% lebih cepat dari Snapdragon 865 yang berhasil sekaligus hemat daya 25% Snapdragon 888 menggunakan Cortex-X1 core prime core clock pada 2.84Ghz dengan double L1, L2 cache yang dapat mengeksekusi 33% lebih banyak instruksi per siklus. Cluster lainnya termasuk (3x) core Cortex-A78 dan (4x) core Cortex-A55. GPU Adreno 660 35% lebih cepat dan 20% hemat daya. Mendukung 10-bit HDR dan rendering sub-piksel. Adreno 660 mendapat dukungan Variable Rate Shading…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
