[ad_1] Wacana pemilihan presiden 2024 terasa semakin menghangat setelah beberapa nama muncul—sebenarnya nama-nama yang itu-itu juga, belum beranjak jauh dari rilis lembaga-lembaga survei dan perbincangan masyarakat. Sayangnya, kehangatan wacana pilpres itu tidak dibarengi dengan kehangatan wacana pemilihan legislatif. Berbicara tentang siapa yang layak duduk di kursi pimpinan DPR mendatang tidak cukup menjadi daya tarik politik masyarakat dibandingkan siapa capres terkuat. Mengapa wacana publik sepi dari pembicaraan tentang pemilihan legislatif DPR maupun DPD? Apakah karena kita menganut kabinet presidensiil, sehingga DPR dan DPD dipandang hanya sekedar pelengkap dalam organisasi besar pemerintahan? Atau karena masyarakat mengerti bahwa kedudukan Ketua DPR dan MPR adalah hasil rembugan di antara sedikit elite. Rakyat tidak dilibatkan dalam menentukan siapa yang layak duduk di kursi itu, sekalipun DPR adalah dewan perwakilan rakyat—setidaknya secara konstitusional dan formal begitulah namanya. Di banyak negara, figur yang duduk di jajaran pimpinan DPR—terlebih lagi Ketua DPR—tidak kalah penting dibandingkan dengan di pemerintah; bukan…
Tangguh
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
