INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Sangat disayangkan langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk mantan anggota tim suksesnya (timses), Juri Ardiantoro, menjadi Ketua Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Calon Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) 2022-2027. Langkah Jokowi ini, meski menjadi hak perogratifnya sebagai Presiden dan sesuai Undang-Undang yang berlaku, tetap saja bukan hal yang membikin rakyat pada umumnya menjadi nyaman dan menerima. KPU dan Bawaslu di pentas politik dan kekuasaan, sama halnya seperti wasit atau juri dalam pentas lomba berbagai kegiatan olahraga dan lainnya. Selama ini, khususnya wasit dalam dunia olahraga, sangat dijaga warwahnya dalam hal netralitas dan tak memihak. Pasalnya, masih banyak wasit yang melanggar dan justru membikin kisruh.dan rusuh sebuah pertandingan olahraga, karena adanya mafia wasit. Sehingga wasit pun bertugas atas kendali sang sutradara. Siapa yang menjadi sutradara, dialah orang yang dibayar oleh pihak yang berkepentingan demi memenangkan pihak tertentu dengan berbagai cara. Terkait hal ini, hingga detik ini,…

INDONESIAN CHANNEL  

Usaha Ibu Suningsih Tak Mengenal Rugi – Humaniora

Ibu Suningsih, muslimah berusia 42 tahun, ibu dari 3 putri yang rela meninggalkan pekerjaan kantor yang nyaman di ibukota Jakarta agar bisa maksimal mendidik anak-anaknya. Hobinya dalam berbisnis sejak usia remaja menjadi alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga di kehidupan rumah tangganya sekarang, beliau selalu mencari ide variatif dalam usaha kulinernya. Disamping itu, beliau juga berperan dalam dakwah, terdengar sederhana namun sungguh berarti, yaitu amar makruf nahi mungkar. Memiliki pekerjaan tetap, bagian marketing properti apartemen di Kemang Village sejak tahun 2016, selama 3 tahun. Kala itu, sehari-hari beliau meninggalkan 2 anaknya yang masih kecil diasuh orang tuanya. Ketika hamil anak ketiga, beliau resmi memutuskan untuk berhenti bekerja di kantor, ia ingin fokus pada urusan rumah tangganya, namun ia tak kehabisan ide untuk kembali berusaha dan bermimpi menjadi pengusaha sukses. Pada akhir tahun 2018 ia mulai merintis usaha bawang goreng, berawal dari saran teman yang suaminya memiliki usaha kupas bawang. Beliau…

Ini lho Caranya Agar Tak Narsis, Suka Memuji dan Membanggakan Diri – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

Ini lho Caranya Agar Tak Narsis, Suka Memuji dan Membanggakan Diri – Gaya Hidup

[ad_1] Mengapa kita sering menjumpai orang yang narsis dan suka memuji diri sendiri? Padahal orang yang narsis dan suka memuji diri sendiri itu, ibaratnya dapurnya sudah diketahui oleh orang lain. Dapurnya itu seperti kebiasaannya, karakternya, keadaan sosial-ekonominya, keadaan tingkat kecerdasan otak dan emosinya, hingga sampai ke bagian-bagian pribadinya. Namun, meski orang lain sudah tahu latar belakang kehidupan aslinya, si narsis dan si tukang memuji diri sendiri itu tetap sangat percaya diri dengan aksi narsis dan memuji dirinya, hingga sampai menilai orang lain seolah jauh dalam berbagai hal dibandingkan dirinya yang tersendiri dalam sikap lisan maupun tulisan. Gemes rasanya, melihat akting si narsis dan si pemuji diri sendiri, terus merasa bahwa apa yang telah diperbuatnya, bak pahlawan. Sementara orang lain hanya pecundang. Pasalnya, aksi si narsis dan si pemuji diri sendiri ini bahkan ditebar pesonakan dalam dunia maya, media sosial, hingga media massa. Mengapa narsis dan memuji diri? Mengapa ada orang yang…

Childfree: Ketika Tak Ada Tangis dan Tawa Anak dalam Mahligai Pernikahan – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

Childfree: Ketika Tak Ada Tangis dan Tawa Anak dalam Mahligai Pernikahan – Gaya Hidup

[ad_1] Istilah bebas anak bukan kali ini saja didengarnya. Di barat pemahaman tentang bebas anak sudah sering lakukan. Pasangan menikah enggan mempunyai anak baik di pihak pria maupun wanita. Bebas dari anak dalam kehidupan rumah tangga dan bisa meraih kebahagiaan dari sumber yang lain. Mereka berdalih ada ketidaksiapan mempunyai anak baik secara lahir maupun batin. Terlebih menanggung kerepotan mengurus anak dan ketakutan terhambatnya karir. Menghitung untung rugi ketika mempunyai anak sampai melihat sudah banyak populasi manusia menjadi latar belakang para penganut bebas anak. Alasan yang paling ekstrim adalah khawatir anaknya jadi santapan para penyuka sesama jenis. Waduh!! Gagasan bebas anak ini mengemuka di kalangan milenial. Gagasan yang menginginkan pernikahan tanpa adanya anak. Menyicipi indahnya cinta dalam mahligai pernikahan tanpa kehadiran tangis dan tawa seorang anak. Memilih bebas dari anak dan lebih memilih menyantuni banyak anak terlantar di luar sana. Para menganut ekstrim bebas anak malah melihat sosok anak hanya seonggok daging…

Demam Mural Tersebab Rakyat Tak Tahu Harus Bicara Lewat Mana Lagi – Pilihan
INDONESIAN CHANNEL  

Demam Mural Tersebab Rakyat Tak Tahu Harus Bicara Lewat Mana Lagi – Pilihan

[ad_1] Sejak foto mural ‘404 not found’ viral di media sosial, demam mural dengan cepat meredup, berganti dengan cat berwarna monokrom: hitam, putih, tanpa nada, tanpa bentuk, tanpa aksen. De-mural-isasi berlangsung cepat, sehingga sempat muncul mural berbunyi sederhana: ‘Jangan takut tuan-tuan, ini cuma street art.’ Ini sekedar mengingatkan bahwa mural itu layak ditempatkan pada tempatnya, tidak usah dipandang berlebihan Sebagian orang barangkali memang lebih sensitif terhadap hal-hal sederhana semacam itu, suara-suara sederhana yang gamblang, tidak njlimet dan rumit, tidak terlampau berimajinasi. Contohnya: ‘Tuhan, saya lapar’ Mural ini hanya berupa tulisan sederhana seperti itu, tapi mungkin bagi sebagian orang itu tidak ubahnya teriakan dengan megaphone yang lantang melengking dan mengganggu ketenangan—bukan hanya mendengungkan telinga. Demam mural rupanya segera diikuti oleh demam de-muralisasi. Para pelukis mural rupanya telah menyadarkan sebagian orang bahwa tulisan atau gambar di dinding-dinding kosong di basement jembatan atau di gedung yang rusak patut diwaspadai. Itu tidak bisa dianggap sepele…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.