[ad_1] bulan menjelma dalam bulan sabit tak seorang pun menantinya selain hilir mudik angin mencambuk, membelokkan langit tertelungkup, jatuh di pelupuk mata wanita bermata abu-abu menyaru sayu, wajahnya pucat memutih sinar mungkin akan retak dipenggal selintas cahaya sementara puisi kita, berjalan tanpa mata diam tanpa aroma kamu seorang wanita, tatapanmu seperti sebaris puisi jatuh di pelukan sumur yang sepi Malang, 2021 [ad_2] Sumber Berita
Perempuan Literat yang Inspiratif dari Jakarta, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni – Humaniora
[ad_1] Mpok Sylvi, begitulan panggilan akrabnya. Lahir di Jakarta, 11 Oktober 1958, putri dari pasangan Kol (Purn) HD. Moerdjani dan Hj. Ni’mah. Wanita pengagum warna orange ini dididik oleh orang tuanya dalam suasana disiplin dan demokratis, bersama Sembilan saudara kandungnya, ia terbiasa menggelar “meja demokrasi” di rumah, dialog bebas dan berpendapat. Saat kecil ia mempunyai cita-cita menjadi guru, lalu beranjak remaja ia ingin menjadi pramugari, profesi yang dianggap keren, bertemu banyak orang, dan bisa keliling dunia. Lalu bergeser saat dewasa, ingin menjadi diplomat. Lalu sekarang cita-citanya kembali ingin mengajar. Bahkan ketika jadi Kepala Dinas Pendidikan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seringkali ia masuk ke kelas dan mengajar. Kepada tim Podcast IKA UNJ, Mpok Sylvi menuturkan faktor yang mendorong untuk melanjutkan kuliah ke jenjang tertinggi, yaitu: 1) motivasi dari orang tua dan 2) dorongan dari suami. Hingga suatu kali, Mpok Sylvi bertanya pada suaminya saat diangkat jadi Kepala Biro, “Pah bangga ga…
