[ad_1] Permintaan kendaraan listrik atau Kendaraan listrik (EV) dunia sedang bangkit. Indonesia yang memiliki salah satu bahan pembuat katoda atau baterai kendaraan listrik mulai bersiap menjajaki kesempatan tersebut. Klaster baterai EV baru di PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) yang mendampingi klaster besi tahan karat dan baja karbon ini ditargetkan memproduksi 240 ribu metrik ton nikel. Diungkap oleh CEO PT IMIP, Alexander Barus, klaster baterai EV ini merupakan gabungan dari 4 perusahaan yaitu, PT QMB New Energy Material dengan produksi nikel sulfida serta nikel karbonil mencapai 50.000 metrik ton per tahun, PT Huayue Nickel Cobalt dengan kapasitasi nikel karbonil mencapai 70.000 ton per tahun, PT Teluk Metal Industry dengan 60.000 metrik ton nikel sulfida dan yang terakhir PT Fajar Metal Industry memiliki kapasitas produksi 60.000 metrik ton nikel sulfida per tahun. Ya, keempat perusahan ini masing-masing akan memproduksi nikel sulfida (Ni-Silfide) dan nikel karbonil (Ni-Co). Hasilnya akan berupa nikel kobalt mangan yang…
Kendaraan
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
