[ad_1] Nilai keheningan dan mengetahui kapan harus tutup mulut tidak dapat dilebih-lebihkan. Kebijaksanaan untuk memahami kapan tidak berbicara adalah salah satu ketenangan pikiran dan peningkatan kehidupan terbesar yang dapat Anda lakukan. Tidak ada lagi yang tersedot ke dalam argumen yang tidak berguna. Tidak ada lagi mengatakan hal yang salah pada waktu yang salah dan memperburuk situasi. Tidak perlu lagi direpotkan dengan hal-hal yang bukan urusan Anda. Tetapi mengetahui kapan harus membiarkan keheningan Anda yang berbicara adalah masalah yang lebih rumit. Karena terkadang berbicara itu baik, tergantung konteks situasinya. Berdebat bisa lebih baik daripada mencoba berdamai dengan seseorang yang memperlakukan Anda atau orang lain dengan tidak hormat. Berdiri untuk diri sendiri melawan penindas mungkin membutuhkan konflik. Sangatlah berharga untuk berbicara dan didengar dalam situasi itu, jika tidak ada alasan lain selain untuk memastikan orang lain mengerti bahwa Anda bukan keset untuk diinjak. Kita akan melihat beberapa situasi untuk menjaga mulut Anda tetap…
Bro, Kenapa Harus Membaca Buku? Inilah 6 Manfaatnya – Humaniora
[ad_1] Kenapa kamu harus baca? Itu pertanyaan sederhana. Tapi sulit untuk menjawabnya. Mau dijawab sudah baca, tapi nyatanya belum. Bila dijawab belum baca, jadi nggak enak dan malu. Urusan membaca buku dan membaca realitas hidup, memang tidak nggak sesederhana yang diucapkan atau yang dipikirkan. Membaca buku sangat penting. Semua pasti sepakat dan tidak ada yang membantah. Karena membacaadalah sumber informasi apapun. Bertambah wawasan dan pengetahuan karena membaca. Bahkan kata orang bijak, membaca buku tdapat mengubah masa depan dan menambah kecerdasan. Cara berpikir pun bisa berubah karena membaca. Setuju dong. Makanya membaca buku sering disebut membuka jendela dunia. Entah, karena jendela itu tertutp jadi terbuka. Atau karena jendela itu jadi sebab bisa melihat dunia. Ya begitulah. Intinya, membaca buku.Jangan sampai diabaikan. Membaca buku sudah tersingkirkan. Entah di sengaja atau nggak sengaja? Buktinya, banyak orang malah ramai main gawai. Bukan membaca buku. Hebatnya, membaca buku pun tidak kenal usia. Lanjut usia, dewasa, remaja…
