INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Nilai keheningan dan mengetahui kapan harus tutup mulut tidak dapat dilebih-lebihkan. Kebijaksanaan untuk memahami kapan tidak berbicara adalah salah satu ketenangan pikiran dan peningkatan kehidupan terbesar yang dapat Anda lakukan. Tidak ada lagi yang tersedot ke dalam argumen yang tidak berguna. Tidak ada lagi mengatakan hal yang salah pada waktu yang salah dan memperburuk situasi. Tidak perlu lagi direpotkan dengan hal-hal yang bukan urusan Anda. Tetapi mengetahui kapan harus membiarkan keheningan Anda yang berbicara adalah masalah yang lebih rumit. Karena terkadang berbicara itu baik, tergantung konteks situasinya. Berdebat bisa lebih baik daripada mencoba berdamai dengan seseorang yang memperlakukan Anda atau orang lain dengan tidak hormat. Berdiri untuk diri sendiri melawan penindas mungkin membutuhkan konflik. Sangatlah berharga untuk berbicara dan didengar dalam situasi itu, jika tidak ada alasan lain selain untuk memastikan orang lain mengerti bahwa Anda bukan keset untuk diinjak. Kita akan melihat beberapa situasi untuk menjaga mulut Anda tetap…

Bro, Kenapa Harus Membaca Buku? Inilah 6 Manfaatnya – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Bro, Kenapa Harus Membaca Buku? Inilah 6 Manfaatnya – Humaniora

[ad_1] Kenapa kamu harus baca? Itu pertanyaan sederhana. Tapi sulit untuk menjawabnya. Mau dijawab sudah baca, tapi nyatanya belum. Bila dijawab belum baca, jadi nggak enak dan malu. Urusan membaca buku dan membaca realitas hidup, memang tidak nggak sesederhana yang diucapkan atau yang dipikirkan. Membaca buku sangat penting. Semua pasti sepakat dan tidak ada yang membantah. Karena membacaadalah sumber informasi apapun. Bertambah wawasan dan pengetahuan karena membaca. Bahkan kata orang bijak, membaca buku tdapat mengubah masa depan dan menambah kecerdasan. Cara berpikir pun bisa berubah karena membaca. Setuju dong. Makanya membaca buku sering disebut membuka jendela dunia. Entah, karena jendela itu tertutp jadi terbuka. Atau karena jendela itu jadi sebab bisa melihat dunia. Ya begitulah. Intinya, membaca buku.Jangan sampai diabaikan. Membaca buku sudah tersingkirkan. Entah di sengaja atau nggak sengaja? Buktinya, banyak orang malah ramai main gawai. Bukan membaca buku. Hebatnya, membaca buku pun tidak kenal usia. Lanjut usia, dewasa, remaja…

Alasan Mengapa Kawasan Industri Sebagai Obvitnas Harus Dilindungi – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Alasan Mengapa Kawasan Industri Sebagai Obvitnas Harus Dilindungi – Peristiwa

[ad_1] Objek vital nasional (obvitnas) menjadi perhatian pemerintah Indonesia kini. Dikatakan Objek Vital Nasional karena objek tersebut menyangkut iklim investasi Tanah Air untuk keberlangsungan hidup orang banyak. Objek Vital Nasional ini harus dilindungi dan yang termasuk Obvitnas salah satunya adalah IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park). Sebagai objek yang memiliki nilai investasi dan ekonomi untuk masyarakat sekitarnya bahkan hingga untuk negara, kawasan industri harus dilindungi dan dijamin keamanannya. Salah satu bentuk perlindungan bisa datang dari TNI. Dukungan dari TNI untuk kawasan industri IMIP terlihat dari kunjungan Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Wanti Waranei Franky Mamahit ke Kawasan Industri IMIP di Morowali, Kamis (16/9/). Mendampingi Pangdam XIII/Merdeka ada Ketua Persit KCK Daerah Kodam XIII/Merdeka, Yanti W.W.F Mamahit, Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf dan turut hadir sejumlah perwira menengah Kodam XIII/Merdeka dan Korem 132/Tadulako. Kunjungan yang berlangsung selama 2 jam itu membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan pengamanan terhadap Obvitnas. Perlindungan dari…

Demam Mural Tersebab Rakyat Tak Tahu Harus Bicara Lewat Mana Lagi – Pilihan
INDONESIAN CHANNEL  

Demam Mural Tersebab Rakyat Tak Tahu Harus Bicara Lewat Mana Lagi – Pilihan

[ad_1] Sejak foto mural ‘404 not found’ viral di media sosial, demam mural dengan cepat meredup, berganti dengan cat berwarna monokrom: hitam, putih, tanpa nada, tanpa bentuk, tanpa aksen. De-mural-isasi berlangsung cepat, sehingga sempat muncul mural berbunyi sederhana: ‘Jangan takut tuan-tuan, ini cuma street art.’ Ini sekedar mengingatkan bahwa mural itu layak ditempatkan pada tempatnya, tidak usah dipandang berlebihan Sebagian orang barangkali memang lebih sensitif terhadap hal-hal sederhana semacam itu, suara-suara sederhana yang gamblang, tidak njlimet dan rumit, tidak terlampau berimajinasi. Contohnya: ‘Tuhan, saya lapar’ Mural ini hanya berupa tulisan sederhana seperti itu, tapi mungkin bagi sebagian orang itu tidak ubahnya teriakan dengan megaphone yang lantang melengking dan mengganggu ketenangan—bukan hanya mendengungkan telinga. Demam mural rupanya segera diikuti oleh demam de-muralisasi. Para pelukis mural rupanya telah menyadarkan sebagian orang bahwa tulisan atau gambar di dinding-dinding kosong di basement jembatan atau di gedung yang rusak patut diwaspadai. Itu tidak bisa dianggap sepele…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.