[ad_1] Gianyar, Tim vaksinator Polres Gianyar mendatangi Kantor Desa Tulikup untuk melaksanakan vaksin kepada masyarakat di Desa Tulikup, Kamis (14/10/2021). Selumnya tim melaksanakan vaksin di Desa Petak Kaja Kecamatan Gianyar. Tim vaksinator Polres Gianyar bekerja sama dengan tim dari Polda Bali melalui Gerai Vaksin Presisi melaksanakan vaksin untuk mempercepat vaksinasi nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat sebagai upaya penanggulangan Pandemi Covid-19 khususnya di Kabupaten Gianyar. Kapolsek Gianyar Kompol I Gusti Ngurah Yudistira. S.H., M.H. saat memimpin pengamanan menyampaikan kegiatan vaksinasi di Kantor Desa Tulikup merupakan program Polri melalui Gerai Vaksin Presisi untuk mendukung percepatan Vaksinasi Nasional. Sebelumnya Kapolsek Gianyar bersama Perbekel Desa Tulikup telah melaksanakan sosialisasi kepada warga masyarakat terkait pelaksanaan vaksin “kami bersama kepala dusun sebelumnya telah mensosialisasikan pelaksanaan vaksin secara door to door,” ucap Kapolsek Gianyar. “Hari ini antusiasme warga masyarakat sangat tinggi khususnya warga lansia yang berumur 60 tahun keatas, kita berharap ini bisa berjalan dengan baik, dukungan…
Petaka di Desa Wonopati – Part 1: Pembunuhan – Fiksi
[ad_1] Revolusi tidak pernah tebang pilih dalam memilih korban untuk ditumpahkan darahnya. Membalas kematian dengan kematian adalah suatu hal yang wajib. Pembunuhan para petinggi militer oleh Kelompok Merah di Jakarta, ternyata membawa dampak pembalasan yang meluas di seluruh pelosok negeri, tidak terkecuali di Desa Wonopati. Setiap orang yang dianggap simpatisan atau anggota Kelompok Merah akan diburu, disiksa, lalu dibunuh. Banyak warga yang diwajibkan untuk menjadi sukarelawan dengan dalih bagian dari tugas negara dan agama. Walhasil, kekacauan terjadi di mana-mana dan tidak dapat dihindarkan. Pembantaian membabi-buta di seluruh pelosok negeri. Orang yang sudah dicap sebagai simpatisan atau anggota dari Kelompok Merah, maka sudah tamat riwayatnya. Mereka semua akan dibantai, tanpa diperiksa kebenarannya terlebih dulu. Apabila ada orang yang berusaha membela mereka yang diduga simpatisan atau anggota dari Kelompok Merah, maka itu sama saja dengan menggali liang kuburnya sendiri, sehingga banyak orang yang memilih untuk bungkam. Korban terus berjatuhan tiap malamnya. Mayat-mayat dikubur…
