[ad_1] Aspal Buton pertama kali ditemukan pada tahun 1924. Deposit aspal Buton diperkirakan sebesar 650 juta ton. Indonesia merdeka sudah 76 tahun. Indonesia sudah mengimpor aspal minyak selama 40 tahun lebih sebesar 1 juta ton per tahun, atau senilai US$ 500 juta per tahun. Dan Indonesia sudah berganti Presiden 7 kali. Apa makna dari informasi-informasi ini bagi rakyat Indonesia? Data-data ini menunjukkan bahwa potensi yang besar dari aspal Buton untuk menggantikan aspal minyak impor bukanlah berarti perhatian yang besar pula dari Presiden. Mengapa ? Karena tanpa aspal Buton pun pembangunan infrastruktur jalan-jalan terus dikembangkan dengan menggunakan aspal minyak impor. Jadi aspal Buton pastinya bukan merupakan sesuatu yang memerlukan perhatian yang istimewa dari Presiden. Adalah bukan rahasia umum lagi bagi rakyat Indonesia bahwa selama ini Indonesia memang gemar sekali mengimpor aspal minyak. Padahal Indonesia sendiri sudah dikaruniai sumber daya alam aspal Buton yang mampu menggantikan aspal minyak impor. Lalu siapa lagi yang…
Aroma Persengkongkolan Besar di Balik Agenda Amendemen UUD 1945 – Pilihan
[ad_1] Penolakan banyak unsur masyarakat terhadap rencana amendemen Konstitusi yang diulang-ulang oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo maupun elite politik lain sesungguhnya berakar pada masalah kepercayaan rakyat yang rendah terhadap niat politisi. Misalnya saja, Ketua MPR berulang kali mengatakan bahwa amendemen akan bersifat terbatas, hanya memasukkan pasal mengenai Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Rakyat bertanya: siapa yang menjamin bahwa tidak akan muncul pasal-pasal baru di luar PPHN? Keraguan itu wajar, sebab apabila ada pasal tentang PPHN, pertanyaannya: bagaimana jika Presiden tidak menjalankan PPHN yang disusun oleh MPR? Apa konsekuensi konstitusionalnya? Apakah Presiden akan dicopot? Mestinya tidak bisa, sebab Presiden dipilih oleh rakyat, bukan oleh MPR, sehingga MPR tidak memiliki wewenang untuk menghentikan Presiden seandainya Presiden tidak menjalankan PPHN. Karena mengantisipasi kemungkinan itu, para politisi di MPR berpotensi memunculkan wacana tambahan yang tidak diungkap di publik ataupun dibantah saat ini. Para politisi akan berpikir: kalau begitu, Presiden harus dipilih oleh MPR agar Presiden bisa…
