Jadi Investor Nomor 1 di RI, Apakah Semua Murni Modal dari Singapura? – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Jadi Investor Nomor 1 di RI, Apakah Semua Murni Modal dari Singapura? – Analisis

[ad_1] Potret negara Singapura. Sumber foto:Bisnis.com Peran investor dibutuhkan negara-negara berkembang. Investasi berupa serangkaian kerjasama beberapa pihak, baik pemerintah dengan pemerintah, maupun pemerintah dengan pihak swasta negara lain, bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan industri negara tersebut. Menurut data yang tertera dari  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkat total  realisasi investasi sebesar Rp241,7 triliun di triwulan IV (Oktober – Desember) Tahun 2020 dan didalamnya termasuk investasi berupa Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp111,1 triliun (51,7%), berhasil menciptakan lapangan kerja bagi 294.780 Tenaga Kerja Indonesia. Hal menarik lainnya, kali ini para investor sudah melirik potensi di luar Pulau Jawa. Tercatat persebaran investasi pada triwulan IV tahun 2020 di luar Pulau Jawa mencapai Rp113,4 triliun (52,8%), melebihi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp101,3 triliun (47,2%). Ini membuat kawasan industri di Indonesia meningkat 47,2%, terbanyak di luar Pulau Jawa. Di periode berikutnya yaitu kuartal I 2021 (Januari-Maret), BKPM kembali menyampaikan bahwa realisasi investasi telah mencapai…

Tak Berkategori  

Relasi Kuasa di Balik Amarah Pejabat – Analisis

[ad_1] Kebiasaan pejabat publik marah-marah di muka umum dan memarahi anak buah di hadapan banyak orang memang mengundang perhatian masyarakat. Haruskah amarah menjadi senjata andalan pemimpin untuk meyakinkan anak buahnya bahwa sesuatu itu sangat penting serta tidak boleh salah menanganinya? Haruskah amarah menjadi cara untuk menunjukkan apa yang dilakukan anak buah itu salah? Ataukah karena ia tidak tahu atau tidak mampu meyakinkan anak buah dengan cara yang lebih baik kecuali dengan amarah? Dalam kajian mengenai kepemimpinan, amarah termasuk salah satu topik yang kerap dibicarakan karena mencerminkan kualitas kepemimpinan seseorang. Pemimpin hebat lazimnya tidak mengandalkan amarah untuk mengelola sumberdaya manusianya. Amarah akan menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman bagi orang-orang yang bekerja bersamanya, khususnya anak buah sebab anak buah tidak akan berani membantah. Amarah juga akan membuat pemimpin kehilangan kemampuan untuk berbuat adil. Karena itu, pemimpin dan manajer hebat tidak percaya bahwa amarah merupakan bentuk komunikasi yang efektif untuk meluruskan anak buah…

Cuan Saham di Musim Window Dressing 2021 – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Cuan Saham di Musim Window Dressing 2021 – Analisis

[ad_1] Tata rias jendela. Istilah ini tentu tidak asing lagi bagi kalangan investor pasar modal. Tata rias jendela ini umumnya terjadi menjelang akhir tahun. Tata rias jendela menarik untuk dicermati para investor saham karena dampak yang dimunculkan bisa mendatangkan peluang mendulang cuan atau keuntungan. Tata rias jendela adalah strategi yang dilakukan Manajer Investasi (MI) untuk mempercantik portofolio dan laporan keuangan MI agar makin dipercaya investor. Upaya mempercantik portofilio dilakukan MI yakni dengan cara menjual saham-saham yang merugi dan membuat portofolio terlihat buruk dan menggantinya dengan saham-saham baru yang berkinerja bagus. MI membeli saham-saham yang bagus kendati dengan harga tinggi agar portofolionya terlihat gagah dan bagus di mata investor. Nah, portofolio yang bagus ini lah yang biasanya dipresentasikan ke investor atau klien. Di sisi lain, balutan jendela juga dilakukan MI dengan cara memoles laporan keuangannya dengan cara menunda pembayaran kewajiban yangh diimbangi dengan upaya memperoleh pendapatan lebih cepat dari yang seharusnya. Window…

Indikator Kesuksesan, Hadir – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Indikator Kesuksesan, Hadir – Analisis

[ad_1] Kehadiran baik fisik mau pun bentuk lain, selalu menjadi energi yang memberi solusi. (Supartono JW.06102021) Hadir, itulah syarat mutlak bagi siapa saja yang ingin sukses dan berhasil baik dalam karier/pekerjaan, kegiatan sampingan, kegiatan sosial, hingga hobi. Jangan berharap apa yang dicitakan atau diidamkan akan berhasil bila diri kita tak hadir dalam hal yang kita citakan atau idamkan. Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna hadir adalah ada, datang. Bila hal yang kita citakan adalah hal yang berhubungan dengan pekerjaan atau kegiatan yang menguntungkan atau profit, para pemilik usaha atau kegiatan akan lebih dapat keuntungan berlipat bila selalu hadir di antara para pekerja atau bawahannya. Namun, juga tinggal ongkang kaki di rumah atau memantau dari tempat lain. Sebab, usahanya sudah dijalankan oleh para pekerja profesional yang sesuai bidangnya. Bila pekerjaan atau kegiatannya non profit apalagi sosial, maka para pemimpin atau pengurus tak bisa ongkang kaki hanya memantau dari rumah apalagi dari…

Analisis Kebijakan: Mengelola Tiga Tegangan Konstan dalam Perlindungan Buruh Migran – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Analisis Kebijakan: Mengelola Tiga Tegangan Konstan dalam Perlindungan Buruh Migran – Analisis

[ad_1] Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah pahlawan devisa bagi negeri ini. Sudah puluhan trilyun rupiah disumbangkan PMI untuk devisa republik ini. Data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 2018 menyebutkan bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) menyumbangkan devisa sebesar Rp70 triliun[1]. Meskipun menjadi penyumbang devisa yang besar, perlindungan PMI tidak serta merta berjalan liner. Tidak jarang kita membaca berita beberapa PMI mendapatkan perlakuan yang tidak adil, bukan saja di negera tujuan tempat mereka bekerja namun juga sudah sejak dari negara asal. Kasus pengaduan yang menempatkan PMI menjadi korban terus berada pada tingkat empat ribuan.  Data BNP2TKI menunjukan terjadi peningkatan pengaduan kasus di tahun 2018 (4696 kasus) dibandingkan tahun 2017 (4475 kasus). Penempatan PMI Indonesia keluar negeri berjumlah ratusan ribu, meskipun sempat menurun di tahun 2015. Namun mulai merangkak naik lagi di tahun 2016.  Ratusan ribu PMI itu berasal dari berbagai provinsi di…

Peran Mahasiswa dalam Menyongsong SDGs Guna Menyejajarkan Indonesia dengan Negara-negara Maju – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Peran Mahasiswa dalam Menyongsong SDGs Guna Menyejajarkan Indonesia dengan Negara-negara Maju – Analisis

[ad_1] “Tidak ada yang tertinggal” atau “tidak ada satupun yang tertinggal” dalam bahasa Indonesia, begitulah bunyi prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), agenda pembangunan global yang diharapkan dapat terwujud pada 2030. Siapa yang tidak boleh tertinggal? Tentunya seluruh manusia di dunia ini apa pun latar belakang mereka. Tertinggal dalam hal apa? Yang dimaksud adalah tertinggal dalam bidang ekonomi, sosial, lingkungan, serta hukum dan tata kelola yang sangat memengaruhi kesejahteraan manusia di muka bumi ini. Seluruh manusia berhak untuk mendapatkan kualitas hidup yang layak dan berhak untuk menjalani hidup dengan keseteraan. Oleh karena itu, SDGs diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup manusia secara global agar tidak ada lagi masalah-masalah seperti kemiskinan, kelaparan, pengangguran, ketimpangan, dan masalah lainnya. Sebelum menggali SDGs lebih lanjut dan peran mahasiswa dalam menyongsong SDGs, kita harus berangkat dari definisi SDGs itu sendiri. SDGs adalah sebuah norma pembangunan global yang disepakati oleh 193 negara anggota PBB pada Sustainable Development Summit pada…

Tak Berkategori  

Perbedaan Keyakinan di Indonesia Tak Menyurutkan Semangat Toleransi Beragama – Analisis

[ad_1] Jember – Seperti yang sudah terkandung dalam nilai-nilai ideologis negara kita yaitu Pancasila. Tolong yang ke-1 yang berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, melahirkan sikap toleransi dalam beragama. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan toleransi beragama? Sebelum anda ingin memahami pengertian toleransi beragama. Anda harus mengetahui terlebih dahulu arti dari Sila Pancasila yang pertama. Makna yang terkandung dalam sila pertama Pancasila adalah bahwa bangsa Indonesia berhak dan bebas memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, sehingga tercipta kehidupan yang serasi, serasi, dan seimbang antara sesama manusia, antar bangsa, dan dengan makhluk Tuhan lainnya. Kebebasan beragama adalah hak dasar setiap manusia. Dalam pembukaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah dijelaskan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya”. Negara kita memiliki keberagaman agama didalamnya. Indonesia adalah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Berdasarkan data Administrasi (Aminduk) penduduk Indonesia…

Ngobrol Santai dalam Wejangan Singkat untuk Menggapai Kebahagiaan bagi Para Sufi – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Ngobrol Santai dalam Wejangan Singkat untuk Menggapai Kebahagiaan bagi Para Sufi – Analisis

[ad_1] Oleh: MNK Al Amin Setelah beberapa hari mati dari dunia tulis menulis dengan bahasa bebas —tanpa menggunakan rumusan/pokok masalah, tujuan & kegunaan, kerangka teoretik, metode analisis, sumber data, sistematika pembahasan—ya, ternyata rasa rindu untuk sekedar menyalurkan hobi. Dengan menulis, juga sambil menunggu adzan maghrib berkumandang, ya, beginilah ngabuburit yang praktis dan ekonomis, yakni menulis. Sore ini, aku mendengar kicauan burung dan samar-samar mendengar lantunan pelajaran menyambut datangnya maghrib. Saya mencoba yang terbaik untuk memusatkan pendengaran saya pada materi pesan Guru. Terdengar begitu jelas dalam indera pendengarku dan begitu mudah masuk di dalam kalbu, serta pesan yang mudah untuk dimengerti (meski belum pasti mudah untuk dilalui). Ya, pesan dari Guru tentang bagaimana menemukan kebahagiaan, dari percakapan belajar. Jamaah: Guru, kulihat engkau tak pernah sedih, bagaimana resepnya? Guru: sebagai manusia biasa dan seperti umumnya, saya pribadi pun juga merasakan sedih. Jamaah: lantas, kenapa engkau tak terlihat sedih, akan tetapi terlihat selalu tersenyum…

Satu Data Indonesia, Antara Penumpukan dan Aksesibilitas Data Berkualitas – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Satu Data Indonesia, Antara Penumpukan dan Aksesibilitas Data Berkualitas – Analisis

[ad_1] Regresi dalam Statistika Pemerintah Indonesia telah menginisiasi kebijakan Satu Data Indonesia (SDI). Dengan lebih terintegrasi, maka semua pendataan dan data yang dihasilkan diharapkan tidak lagi mengalami tumpang tindih. Aksesibilitas data yang berkualitas menjadi sebuah tantangan. Komitmen dukungan pemerintah terkait keterpaduan data di Indonesia ini diwujudkan dengan menerbitkan Perpres Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Melalui Perpres tersebut, pemerintah bermaksud menghilangkan berbagai versi data yang dihasilkan hanya untuk satu indikator, dan menggantinya menjadi satu data yang bisa digunakan bersama. Dengan Satu Data Indonesia, pendataan menjadi terpusat satu pintu, sehingga hasilnya akan semakin fokus dan terarah pada satu tujuan dan sasaran bersama yang diinginkan. Program SDI ini melibatkan lintas sektor dengan kewenangan masing-masing. SDI merujuk pada semua data BPS (Badan Pusat Statistik) dan data-data lain (data sektoral) dari Instansi/Kementrian atau OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Kebijakan satu pintu pendataan dalam SDI ini sebuah langkah maju. Mengingat, selama ini terjadi tumpang…

Analisis Media: Perang Narasi dalam Isu Sawit – Pilihan Editor
INDONESIAN CHANNEL  

Analisis Media: Perang Narasi dalam Isu Sawit – Pilihan Editor

[ad_1] Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar keempat di dunia pada tahun 2015. Sumber emisi tertinggi berasal dari deforestasi dan kebakaran hutan gambut yang kemudian diikuti oleh emisi dari pembakaran bahan bakar fosil untuk energi. Tak heran kemudian beberapa organisasi masyarakat sipil, baik di Indonesia maupun internasional, bersama-sama melakukan kampanye penyelamatan hutan di Indonesia. Sebagian kampanye organisasi masyarakat sipil itu telah menuai hasil. Kebijakan moratorium izin di hutan primer dan sawit serta rehabilitasi gambut tak dapat dipisahkan dari kerja-kerja kampanye organisasi masyarakat sipil tersebut. Namun, meskipun di atas kertas sudah ada berbagai kebijakan yang pro-penyelamatan hutan, dalam prakteknya tidak seindah yang ada di atas kertas. Di di saat muncul kebijakan moratorium sawit, misalya, justur terjadi pelapasan hutan produksi menjadi kebun sawit seluas 9.964 ha di Sulawesi Tengah. Direktur Walhi Sulawesi Tengah Abdul Haris Lapabira pun meduga ada pelanggaran hukum dalam proses pelepasan kawasan hutan…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.