Tak Berkategori  

Miris, 9 dari 10 Taman Bacaan di Indonesia Tidak Punya Biaya Operasional – Analisis

[ad_1] Biaya operasional jadi isu penting di taman bacaan. Karena faktanya, 9 dari 10 taman bacaan mengalami masalah besar soal biaya operasional. Alias tidak punya kecukupan dana untuk menjalankan aktivitas giat membaca dari yang seharusnya. Miris, 90% taman bacaan hanya mampu memenuhi di bawah 50% dari biaya operasional yang diperlukan. Agak miris, mengingat perjuangan taman bacaan sebagai ujung tombak tradisi baca dan budaya literasi masyarakat. Itulah Simpulan survei Tata Kelola Taman Bacaan di Indonesia yang dilakukan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka (Juni 2019). Survei yang dilakukan TBM Lentera Pustaka ini diikuti oleh 54 pegiat literasi dari 34 daerah di Indonesia dan menyebutkan bahwa:1.      70% taman bacaan di Indonesia hanya bisa memenuhi di bawah 25% dari kebutuhan operasionalnya.2.     18% taman bacaan hanya mampu memenuhi biaya operasional antara 26%-50% dari yang diperlukan.3.     8% taman bacaan mampu memenuhi biaya operasional antara 51%-75% dari yang dibutuhkan.4.    …

Perusahaan Cangkang, Membuat Penghuni dan Hartanya tak Tersentuh – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Perusahaan Cangkang, Membuat Penghuni dan Hartanya tak Tersentuh – Analisis

[ad_1] Bagi banyak mahkluk hidup, cangkang adalah tempat sembunyi dan berlindung yang baik dari terik matahari, curahan air hujan dari langit, hingga dari bahaya yang mengintai. Siput punya cangkang. Juga kura-kura, kepiting, maupun penyu. Masih banyak hewan lain yang bercangkang. Cangkang membuat penghuninya tak tersentuh. Tapi, makhluk bercangkang bisa juga galak manakala merasa terganggu atau terancam. Cangkang menghindarkan penghuninya dari ancaman hewan lain dan melindungi penghuninya dari bahaya. Cangkang terbuat dari material alam yang keras, bahkan pada sebagian hewan cangkangnya sangat keras. Tidak mudah memecahkan cangkang, tempat hewan-hewan tertentu bersembunyi agar tak terlihat oleh siapapun. Tanpa gerakan, cangkang itu bagaikan tak berpenghuni. Begitu pula dengan perusahaan cangkang: perusahaan ini terdaftar secara resmi di wilayah hukum atau yurisdiksi tertentu, tapi tidak melakukan kegiatan apapun, tak ada kantor, tak ada pabrik, tak ada karyawan. Sebagai perusahaan, ia hanya ada di atas kertas tanpa kegiatan operasional layaknya perusahaan, misalnya memproduksi barang, menjual teknologi, memasarkan…

Kemerdekaan Sejati – Analisis – www.indonesiana.id
INDONESIAN CHANNEL  

Kemerdekaan Sejati – Analisis – www.indonesiana.id

[ad_1] Dari sekian abad Indonesia berada dalam fase penjajahan hingga akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945, yang dijadikan sebagai hari memperingati para pahlawan yang gugur mati, entah bagaimana, tidak bisa dibayangkan. Yang jelas 17 Agustus adalah hari dimana Indonesia berhasil mengalahkan Belanda dan Jepang yaitu kemerdekaan untuk bangsa ini, Indonesia. Sebenarnya kemerdekaan itu tidak hanya sampai titik dari bebasnya penjajahan. akan tetapi ada di dalam kemerdekaan itu sendiri sesuatu yang begitu dalam dan luar biasa. Hari ini bangsa ini masih belum merdeka ketika sepenuhnya kesejahteraan rakyat belum terjaga, perekonomian tidak stabil, dan pendidikan masih ombang-ambing. Namun, sampai puncak kemerdekaan ketika masyarakat bangsa ini tidak saling memandang, tidak saling menghina, juga yang terpenting tetap menjaga budaya nusantara tanpa terpengaruh budaya asing, dan tidak kalah pentingnya. di bidang ekonomi dan pendidikan yang menjadi tumpuan kemajuan dan keberhasilan bangsa ini. menuju kemandirian jangka panjang di masa depan. Untuk sampai dititik kemerdekaan sejati ini adalah…

Gejala Apatisme Intelektual, Apa Kabar Para Cendekiawan? (Bagian 5) – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Gejala Apatisme Intelektual, Apa Kabar Para Cendekiawan? (Bagian 5) – Analisis

[ad_1] Pada Bagian 5 ini akan dibahas tentang: 2.1.3 Implikasi Apatisme Intelektual; a. Senyapnya kritikan rasionalistik; b. Tidak berubahnya predikat bangsa; c. Lemahnya pondasi dan strategi pembangunan bangsa. Sedangkan berikutnya: d. Lemahnya performa kelembagaan, dibahas pada Bagian 6; e. Kadar diskursus kehidupan bangsa lebih dominan pada aspek teknikal daripada isu fundamental bangsa dan f. Apatisme lingkungan/lingkaran terdekat penulis, akan dibahas pada Bagian 7, 8 dan 9. 2.1.3 Implikasi Apatisme Intelektual Tentu penjelasan definisi apatisme dan peran kesejarahan tersebut belum sepenuhnya memberikan jawaban memuaskan perihal adanya fenomena apatisme tersebut. Sebagai tambahan penjelasannya, penulis mencatat setidaknya ada 6 indikasi implikasi fenomena tersebut. Jika dibaca kembali uraian peran kodrati peradaban kelompok intelektual tersebut di atas, maka 5 dari 6 indikasi implikasi fenomena tersebut adalah konsekuensi dari apatisme itu. Terkait dengan sektor-sektor yang beririsan dengan 5 wilayah tipe peran kecerdasan yang menjadi kompetensinya kelompok intelektual. Sedangkan yang satunya adalah sikap reaktif kebijakan NKK. Berikut adalah…

Potensi Besar Kelapa Sawit untuk Mendukung Perekonomian Nasional – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Potensi Besar Kelapa Sawit untuk Mendukung Perekonomian Nasional – Analisis

[ad_1] Kelapa sawit beserta produk turunannya merupakan komoditas perkebunan andalan Indonesia. Berdasarkan data FAO, Indonesia merupakan negara penghasil sekaligus pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia. Industri kelapa sawit merupakan salah satu industri yang mengalami perkembangan yang sangat cepat dalam 20 tahun terakhir di Indonesia. Pertumbuhan ini terlihat dari total produksi dan ekspor, serta pertumbuhan luas lahan perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia. Disertai kebutuhan yang terus meningkat, industri kelapa sawit dapat menjadi potensi yang sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Produksi yang Berlimpah Lima urutan negara penghasil sawit terbanyak pada tahun 2020 ialah Indonesia disusul Malaysia, Thailand, Kolombia, dan Nigeria. Indonesia mencapai produksi sawit lebih 2 kali lipat dari negara Malaysia pada tahun 2020, di mana Malaysia memproduksi sawit sebesar 19,14 juta ton, sedangkan Indonesia mencapai hingga 48,3 juta ton. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi sawit di Indonesia semakin bertumbuh selama dekade terakhir. Ini terlihat dari tahun…

Dipecat KPK, Ditampung di Kepolisian – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Dipecat KPK, Ditampung di Kepolisian – Analisis

[ad_1] Oleh: SAPARUDDIN Ketua Umum KIPP Pasaman 2016-2019 Kegaduhan pemecatan dengan hormat 56 pegawai KPK yang tak lulus TWK memasuki babak surut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit berinisiatif menampung 56 pegawai itu di Kepolisian RI.   Mereka diharapkan bisa memperkuat Direktorat Tipikor Bareskrim Polri. Langkah itu diusulkan langsung oleh Kapolri kepada Presiden Jokowi.  Presiden pun sudah menyatakan persetujuan. Untuk itu Polri diminta  berkoordinasi dengan Kementerian PAN dan BKN.  Juga, tentu saja, dengan KPK. Inisiatif Kapolri direspon positif oleh banyak pihak.  Komnas HAM, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), sejumlah anggota Komisi III DPR RI, dan bahkan KPK sendiri menilainya sebagai jalan tengah yang bijak.  Para pegawai KPK yang dipecat itu juga menghargai langkah Kapolri. Walau mereka masih belum memutuskan menerima atau tidak. Namun tanpa menafikan nilai positifnya, ada dua pertanyaan mengganjal terkait rencana Kapolri itu. Pertama, apakah itu sikap resmi presiden dan, kedua, apakah itu pengistimewaan eks-pegawai KPK? Saya ingin mengulasnya secara ringkas…

Ketika Pengusaha Dijegal Penguasa, Bagaimana Ekonomi Indonesia Bisa Maju? – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Ketika Pengusaha Dijegal Penguasa, Bagaimana Ekonomi Indonesia Bisa Maju? – Analisis

[ad_1] Ilustrasi Semua Orang Sama di Mata Hukum Apa yang ada di bayangan kalian ketika mendengar kata seorang pengusaha? Hidup berkecukupan? Mempunyai kendaraan bagus? Selalu tampil modis dengan tren fesyen terkini? Kehidupan seorang pemilik usaha senyatanya tidak seindah yang tergambarkan di dalam cerita sinetron kecintaan ibu-ibu. Berangkat pagi, pergi ke kantor, lalu pertemuan, kemudian pulang. Ya, siklus makmur. Visualisasi makmur dari sinetron tersebut lantas serta-merta menjadi stigma dari kita kebanyakan. Kamu salah satunya kan? Namun, di balik hal tersebut risiko akan penjegalan kesuksesan dalam berusaha atau berbisnis akan selalu ada, tidak hanya datang dari kompetitor bisnis, bahkan dari sebuah sistem yang “disalahgunakan” oleh “oknum” di dalam suatu negara. Acapkali dan bukan hal baru, pengusaha kerap mendapatkan kesulitan ketika merintis atau sekadar menjalankan kegiatan berbisnis yang lurus-lurus saja. Indikator Politik Indonesia pernah melakukan sebuah survei. Dan, hasil survei tersebut menyatakan bahwa 44% responden yang terdiri dari pengusaha di tujuh bidang dari empat…

Saham dalam Kondisi Sideways, Apa yang Harus Dilakukan? – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Saham dalam Kondisi Sideways, Apa yang Harus Dilakukan? – Analisis

[ad_1] Memiliki saham yang memberikan cuan menjadi dambaan semua investor. Namun dalam praktik investasi saham, memiliki saham yang bagus itu tidak mudah. Ada saat dimana saham yang diincar atau bahkan sudah dimiliki dalam kondisi sideways atau kondisi tak menentu alias flat-flat saja dengan pergerakan naik-turun harga yang relatif sangat kecil. Sideways adalah kondisi saham yang berada dalam kegalauan karena pergerakannya tidak signifikan, tanpa arah alias berombak. Pergerakannya relatif horizontal terus alias datar-datar saja akibat penawaran dan permintaan yang sama-sama kecil dan segitu-segitu saja. Nah, jika investor menghadapi kenyataan saham yang dalam kondisi sideways begini, apa yang sebaiknya dilakukan? Pertama-tama tentu saja jangan panik, apalagi gegabah membuat keputusan untuk saham yang dalam kondisi sideways. Sideways sendiri adalah kondisi penuh ketidakpastian. Di dalam ketidakpastian, termasuk dalam investasi saham, jangan sekali-kali membuat keputusan ekstrem. Mereka yang nekat membuat keputusan dalam kondisi ketidakpastian biasanya hanya akan berujung pada penyesalan. Pun dalam investasi saham yang mengabaikan…

Jurang Kesenjangan antara Pejabat dengan Warga Itu Nyata Adanya – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Jurang Kesenjangan antara Pejabat dengan Warga Itu Nyata Adanya – Analisis

[ad_1] Pada April lalu, terjadi kehebohan sejumlah pengusaha lokal yang dizalimi oleh lembaga BUMN terkait keterlambatan pembayaran jasa. Sebelum akhirnya viral di dunia maya, pengusaha-pengusaha lokal ini enggan bersuara. “Takut tidak mendapat pekerjaan lagi,” alasannya. “Takutnya” para rakyat kecil bersuara ternyata bukan tanpa alasan. Hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia di tahun 2020 lalu menarik perhatian. Ditemukan fakta bahwa sekitar 47.7% responden makin takut menyampaikan uneg-unegnya dan sebanyak 57,7% lainnya sepakat bahwa alasan masyarakat takut berpendapat karena takut pula ditangkap oleh aparat yang semena-mena, terlebih jika pendapat atau kritik dilontarkan untuk pemerintah. Tidak hanya survei Indikator Politik Indonesia, penelitian juga pernah dilakukan oleh Litbang Kompas bersama Komnas HAM untuk mengetahui bagaimana masyarakat memandang kebebasan berekspresi dan berpendapat. Hasilnya, 26% dari 1.200 orang justru takut untuk menyatakan kritik kepada pemerintah. Terlebih di era Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, tepatnya pada peringatan 1 tahun sejak menjabat, Litbang Kompas juga mengungkapkan melalui jajak pendapat…

Aspal Buton, 7 Tahun Pemerintahan Jokowi – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Aspal Buton, 7 Tahun Pemerintahan Jokowi – Analisis

[ad_1] Pada tanggal 20 Oktober 2014, Bapak Presiden Joko Widodo untuk pertama kalinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia ke7 periode tahun 2014 — 2019. Pada tanggal 20 Oktober 2019, Bapak Presiden Joko Widodo untuk kedua kalinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia periode tahun 2019 — 2014. Sebentar lagi kita akan menyongsong tanggal 20 Oktober 2021, dimana pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo akan genap berusia 7 Tahun. Apa yang sudah Pak Jokowi lakukan untuk aspal Buton ? Pak Jokowi sudah banyak sekali membangun infrastruktur jalan-jalan. Tetapi kok masih menggunakan aspal minyak impor? Kapan giliran aspal alam Buton akan digunakan untuk membangun infrastruktur jalan-jalan di era pemerintahan Pak Jokowi ? Pada awal tahun 2015, Pak Jokowi telah mengawali masa pemerintahannya dengan baik sekali. Pak Jokowi mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap potensi aspal alam Buton. Pak Jokowi telah menginstruksikan kepada semua Kementerian-kementerian terkait untuk menggunakan aspal Buton untuk menggantikan aspal minyak impor. Mirisnya,…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.