INDONESIAN CHANNEL  

Penulis Indonesiana Jaman sekarang dimana trading saham bisa dilakukan dengan mudah, makin banyak orang yang melek soal trading saham. Namun sayangnya dari banyaknya pemula yang coba-coba terjun trading hanya sedikit yang untung dan parahnya banyak yang rugi besar, oleh karena itu kali ini saya akan membagikan beberapa tips penting trading saham yang perlu diketahui oleh pemula yang berniat memulai trading saham. Trading saham merupakan salah satu kegiatan yang bisa menghasilkan banyak pundi-pundi uang, tak sedikit orang yang meraih kesuksesan lewat jual beli saham dan karena hal tersebutlah muncul banyak pendatang baru di dunia trading saham yang tiba-tiba ingin mencoba trading saham. Berkeinginan trading saham bukanlah hal buruk dan justru merupakan hal yang bagus mengingat jika benar-benar ditekuni dan dipelajari bisa mendatangkan uang sampingan bahkan mungkin bisa melampaui penghasilan utama. Akan tetapi seperti yang saya katakan tadi, hanya jika bersungguh dipelajari dan ditekuni. Nah, disinilah masalahnya, banyak pemula yang menganggap bahwa trading…

Praktik Baik, Spirit yang Diusung Taman Bacaan di Indonesia – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Praktik Baik, Spirit yang Diusung Taman Bacaan di Indonesia – Analisa

[ad_1] Ada satu hal yang banyak orang tidak tahu, bahwa di taman bacaan, di mana pun, isinya adalah praktik baik. Bukan omongan baik apalagi niat baik. Itu berarti, taman bacaan isinya perbuatan baik. Bukan teori baik yang tidak diimplementasikan. Membaca itu praktik baik. Menyediakan akses buku bacaan di daerah yang angka putus sekolahnya tinggi pun praktik baik. Bahkan memberantas kaum buta huruf di taman bacaan juga praktik baik. Di masa pandemi Covid-19. Hanya praktik baik yan bisa jadi solusi. Belajar daring atau luring tidak akan berarti tanpa praktik baik. Karena belajar bukan terori melulu. Apalagi hanya ceramah tanpa contoh yang bisa diteladani. Taman bacaan dan belajar di sekolah seharusnya berbasis “praktik baik”. Karena praktik baik terbukti efektif untuk mengubah cara berpikir dan perilaku seseorang. Saat saya ditanya, apa itu literasi? Maka saya menjawab, literasi adalah praktik baik. Sebuah ikhtiar untuk memahami realitas kehidupan. Orang yang literat itu mampu bersahabat dengan realitas….

Bambang Irianto: Membangun Kampung, Membangun Manusia – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Bambang Irianto: Membangun Kampung, Membangun Manusia – Analisa

[ad_1] Oleh: Maulana Yusuf Rabu, 15 September 2021, seperti biasa, matahari terbit tak pernah ingkar waktu. Ya, hari yang cerah di pertengahan bulan September ini saya sudah terikat janji dengan seorang yang sangat istimewa. Bambang Irianto namanya. Bagaimana tidak, saya berkesempatan mengunjungi dan berbincang langsung dengan beliau di Karawaci, Kota Tangerang, Jawa Barat. Pria kelahiran 65 tahun lalu tersebut bukan sosok sembarang, terlahir dari rahim seorang ibu asal Malang, Bambang Irianto adalah sosok pria penerima penghargaan Kalpataru. Yup, kalau boleh saya katakan, beliau adalah donatur tetap oksigen bagi masyarakat. Betul sekali, penghargaan tertinggi di Tanah Air bagi sosok ataupun kelompok yang berjasa dalam melestarikan lingkungan di Indonesia. Bagi pegiat lingkungan hidup khususnya, Bambang adalah pahlawan lingkungan. Berangkat dari Bogor, saya langsung bergegas dengan semangat 45 karena akan bertemu dengan orang istimewa. Tak lupa, saya terlebih dahulu menjemput pengabadi momen, Wawan si fotografer berbadan tambun di bilangan Gandul, Depok. Tepat pukul 11:00…

Menanti Kearifan Pemimpin Bagai Menunggu Godot – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Menanti Kearifan Pemimpin Bagai Menunggu Godot – Analisa

[ad_1] Sebagian pemimpin tidak menyukai poster-poster protes maupun mural-mural pengungkap perasaan hati kaum marjinal. Sebagian pemimpin barangkali bertelinga tipis sehingga mudah panas tatkala mendengar kritik dari masyarakat. Sebagian lainnya menutup mata dan telinga dari hal-hal yang disuarakan rakyat, sebab bila hal-hal itu diperhatikan malah bikin susah tidur. Mengapa ada pemimpin—atau yang dianggap pemimpin, atau yang menganggap diri pemimpin—yang bersikap acuh tak acuh terhadap kesukaran hidup dan keluhan orang-orang yang ia pimpin? Ada banyak alasan. Pertama, mereka bersikap seolah-olah yang dipimpin sedang baik-baik saja, sehingga mereka lebih senang berasyik masyuk mengerjakan apa saja keinginan mereka walaupun itu tak terkait dengan urusan terpenting orang-orang yang dipimpin. Para pemimpin ini menganggap protes, kritik, dan sumbang saran itu sebagai interupsi yang mengganggu kesibukan, keasyikan, dan kenyamanan. Kedua, sebagian pemimpin bersikap tidak mau tahu dan mengaku sudah terlampau banyak persoalan yang harus ia tangani; atau ia berkata bahwa persoalan itu bukan urusannya—cara menghindar yang terlihat gamblang….

Belajar dari Keeksotisan Keris – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Belajar dari Keeksotisan Keris – Analisa

[ad_1] Belajar dari keeksotisan “Keris” Oleh: MNK Al Amin Berbicara mengenai budaya, khususnya budaya Nusantara maka khazanah kekayaannya pun tidak bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu atau dua minggu saja, saking beragamnya kekayaan kebudayaan Nusantara yang luar biasa. Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas salah satu khazanah kebudayaan Nusantara dari Jawa, yakni keris yang oleh UNESCO diakui sebagai warisan takbenda. Selain itu, jika kita ingin mengkaji lebih jauh tentang keris yang tidak sebatas menggunakan pendekatan ilmu kebatinan, maka sebenarnya keris tersebut merupakan karya keji para empu yang membuatnya pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan di Jawa pada zaman dahulu. . Betapa tidak, pembuatan keris tersebut dengan menggunakan proses tirakat yang luar biasa (dalam Islam dikenal istilah riyadhoh), di mana oleh para empu yang membuatnya tak tanggung-tanggung, dengan mengerahkan tirakat yang maksimal dan untaian doa-doa yang disertakan pada saat proses pembuatan keris tersebut. Dari sisi bahan pun, keris dikenal tidak sebatas dibuat oleh…

Relasi Politisi-Rakyat, Masalah Kepercayaan – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Relasi Politisi-Rakyat, Masalah Kepercayaan – Analisa

[ad_1] Penolakan banyak unsur masyarakat terhadap rencana amendemen Konstitusi yang diulang-ulang oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo maupun elite politik lain sesungguhnya berakar pada masalah kepercayaan rakyat yang rendah terhadap niat politisi. Misalnya saja, Ketua MPR berulang kali mengatakan bahwa amendemen akan bersifat terbatas, hanya memasukkan pasal mengenai Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Rakyat bertanya: siapa yang menjamin bahwa tidak akan muncul pasal-pasal baru  di luar PPHN? Keraguan itu wajar, sebab apabila ada pasal tentang PPHN, pertanyaannya: bagaimana jika Presiden tidak menjalankan PPHN yang disusun oleh MPR? Apa konsekuensi konstitusionalnya? Apakah Presiden akan dicopot? Mestinya tidak bisa, sebab Presiden dipilih oleh rakyat, bukan oleh MPR, sehingga MPR tidak memiliki wewenang untuk menghentikan Presiden seandainya Presiden tidak menjalankan PPHN. Karena mengantisipasi kemungkinan itu, para politisi di MPR berpotensi memunculkan wacana tambahan yang tidak diungkap di publik ataupun dibantah saat ini. Para politisi akan berpikir: kalau begitu, Presiden harus dipilih oleh MPR agar Presiden bisa…

Menjadi Kaya Hati – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Menjadi Kaya Hati – Analisa

[ad_1] Adakah manusia yang tidak berharap menjadi orang yang memiliki segala sesuatu di dunia ini alias menjadi orang kaya harta? Lalu, berbagai daya dan upaya pun ditempuh agar dirinya merengkuh harapan menjadi orang kaya harta. Ada yang dengan cara menempuh sesuai ridha Allah, cara benar dan halal sesuai ajaranNya. Banyak pula yang menempuh jalan tak halal, jalan hina, yang jangankan diketahui oleh Allah, sesama manusia pun tahu akan sikap dan perbuatannya dalam meraih kekayaan dari jalan yang tak benar, tak halal itu. Bila ditelisik lebih mendalam, bahkan sudah banyak faktanya banyak orang yang akhirnya meraih kekayaan harta dari jalan yang tidak benar. Mengherankannya, rerata orang-orang tersebut adalah golongan orang-orang yang sudah berilmu dan berpendidikan. Berilmu dan berpendidikan, tetapi kekayaan ilmunya justru digunakan untuk perbuatan yang tidak benar. Hidupnya penuh kamuflase. Sebab sudah tergerus silau duniawi dan gaya hidup yang hedonis. Apakah itu, tujuan hidup di dunia bagi sebagian orang-orang itu, bahkan…

Manusia Ambigu di Era Digital, Siapakah? – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Manusia Ambigu di Era Digital, Siapakah? – Analisa

[ad_1] Zaman boleh maju, teknologi silakan canggih. Gaya hidup pun kian kesohor walaupun tekor. Itulah manusia ambigu di masa kini. Ambigu. Dapat diartikan bermakna ganda, taksa. Bisa juga disebut bias. Sehingga ambigu menjadikan banyak orang bingung. Punya stnadra ganda. Kiri boleh, kanan boleh. Apa yang diomong berbeda dengan apa yang dilakukan. Apa yang dituju berbeda denga napa yang dijalankan. Ambigu. Katanya cinta bangsa Indonesia tapi kerjanya berceloteh tentang kekurangan dan kesalahan bangsanya. Katanya beragama tapi kerjanya justru nyinyir terhadap umat beragama. Katanya lagi anti korupsi tapi kerjanya mencari-cari salahnya KPK. Katanya menghormati proses hukum tapi giliran dipanggil banyak ngeles-nya. Ada pula orang yang berharap rezeki dari pekerjaannya. Tapi pekerjaan itu pula yang selalu dikeluhkan. Sekali lagi, ambigu. Memang, manusia bila sudah ambigu itu susah ditebak. Bilangnya cinta tapi perilakunya menghardik dan mencela. Bilangnya paham agama tapi kerjanya menyalahkan orang lain. Manusia ambigu, kian tidak jelas arahnya. Mau kemana dan lewat mana…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.