INDONESIAN CHANNEL  

Dilaporkan telah terjadi suatu suatu kasus pelecehan seksual yang terjadi di salah satu kereta komuter line di luar Philadelphia, AS pada hari Rabu, 13/10. Tindak asusila tersebut berlangsung sekitar kurang lebih dari 40 menit . Namun tak ada tindakan yang diambil penumpang lainnya untuk menghentikan. Polisi setempat mengatakan bahwa tidak ada saksi (dari pihak yang menyaksikan) melapor atau bahkan menghubungi ke-911 (nomor telepon darurat AS). Yang membuat kasus ini lebih miris lagi adalah pihak polisi baru dipanggil ke terminal setelah seorang pegawai transit menghubungi 911 dan melaporkan dengan laporan “ada yang tidak beres” dengan salah seorang penumpang perempuan. Polisi atau pihak yang berwenang tidak bisa mengungkapkan jumlah saksi mata pada insiden yang terjadi saat itu. “Saya bisa katakan bahwa (penumpang lain) mengangkat handphone mereka ke arah wanita yang diserang ”–Thomas J. Nestel III, Kapolsek SEPTA. Dalam dunia psikologi, kasus sosial seperti ini disebut dengan istilah Efek Pengamat. Ini adalah suatu fenomena…

Tutup Telinga Dinyinyiri, Ada yang Selama ini Tutup Mata Hati, Sampai Iuran BPJS Mau Dibikin Standar, lho? – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Tutup Telinga Dinyinyiri, Ada yang Selama ini Tutup Mata Hati, Sampai Iuran BPJS Mau Dibikin Standar, lho? – Analisis

[ad_1] Gara-gara ulah seseorang yang ditimpali oleh seorang lagi di media sosial, warganet pun ngamuk. Pasalnya, ulah dua orang tersebut bak membangkitkan macan tidur. Bagaimana tidak, ulahnya tersebut benar-benar mempermalukan dirinya sendiri, sekaligus menunjukkan pula spidometer kecerdasan intelektual dan sosialnya serta keimanannya karena mengusik hal yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Herannya, dua orang itu seperti tak punya pekerjaan dan kesibukan, sampai-sampai harus mengusik hal berbau SARA, meski yang diusik bahkan tak ada urusan dengan dua orang tersebut. Akibat ulah dua orang ini, persoalan usikan masalah santri tutup kuping (telinga) justru terus bergulir hingga sampai ada pengamat politik kembali menyita perhatian publik setelah muncul video dirinya menirukan aksi tutup telinga. Karenanya pengamat politik mengambil momentum untuk menyindir orang-orang yang telah menghujat pihak yang menutup telinga dengan ikutan melakukan aksi tutup telinga, tetapi dengan background suara pidato pemimpin bangsa ini yang sedang menjelaskan soal jumlah uang para pengusaha Indonesia di…

Childfree: Ketika Tak Ada Tangis dan Tawa Anak dalam Mahligai Pernikahan – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

Childfree: Ketika Tak Ada Tangis dan Tawa Anak dalam Mahligai Pernikahan – Gaya Hidup

[ad_1] Istilah bebas anak bukan kali ini saja didengarnya. Di barat pemahaman tentang bebas anak sudah sering lakukan. Pasangan menikah enggan mempunyai anak baik di pihak pria maupun wanita. Bebas dari anak dalam kehidupan rumah tangga dan bisa meraih kebahagiaan dari sumber yang lain. Mereka berdalih ada ketidaksiapan mempunyai anak baik secara lahir maupun batin. Terlebih menanggung kerepotan mengurus anak dan ketakutan terhambatnya karir. Menghitung untung rugi ketika mempunyai anak sampai melihat sudah banyak populasi manusia menjadi latar belakang para penganut bebas anak. Alasan yang paling ekstrim adalah khawatir anaknya jadi santapan para penyuka sesama jenis. Waduh!! Gagasan bebas anak ini mengemuka di kalangan milenial. Gagasan yang menginginkan pernikahan tanpa adanya anak. Menyicipi indahnya cinta dalam mahligai pernikahan tanpa kehadiran tangis dan tawa seorang anak. Memilih bebas dari anak dan lebih memilih menyantuni banyak anak terlantar di luar sana. Para menganut ekstrim bebas anak malah melihat sosok anak hanya seonggok daging…

Aspal Buton, Masihkah Ada Harapan? – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Aspal Buton, Masihkah Ada Harapan? – Peristiwa

[ad_1] Dalam suasana pandemi Covid-19 yang sangat berdampak luas terhadap terpuruknya perekonomian Indonesia. Serta kekuatiran rakyat Indonesia terhadap keadaan negara yang akan gagal bayar hutang, ternyata masih ada sebersit angin segar yang bisa memberikan kita sedikit kesejukan dan harapan baru. Harapan apakah itu? Mengutip dari beritasatu.com tanggal 6 Agustus 2021, dengan judul Menteri Basuki Ungkap Presiden Jokowi Perintahkan Infrastruktur Tak Boleh Impor. Presiden Joko Widodo memberikan arahan yang tegas soal proyek pembangunan infrastruktur bahwa semua pekerjaan semaksimal mungkin harus menggunakan produk-produk dalam negeri. Hal itu disampaikan dalam Webinar Antisipasi Dampak Ekonomi Terhadap 8 Juta Tenaga Kerja Industri Jasa Konstruksi dan Jasa Pendukung Pada Masa Covid-19 yang digelar DPP PDI Perjuangan. Menteri PUPR, Bapak Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa penggunaan aspal untuk infrastruktur jalan-jalan akan diupayakan menggunakan aspal Buton. Bapak Basuki lebih menegaskan lagi bahwa ini adalah perintah Bapak Presiden Joko Widodo untuk harus menggunakan produk-produk dalam negeri. Dan dilarang impor lagi. Berita…

Ada Varian Mu, Jangan Mengulang Kisah – Viral
INDONESIAN CHANNEL  

Ada Varian Mu, Jangan Mengulang Kisah – Viral

[ad_1] Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan status PPKM level 3 dan 4 di Jawa – Bali mulai Selasa (7/9) hingga Senin 13 September 2021. publik untuk dijadikan bahan diskusi atau debat. Bahkan, masyarakat terkesan dengan masa bodoh dengan PPKM ini dengan berbagai alasan. Mu jangan mengulang kisah Selama ini alasan kenapa di Indonesia hingga terbitnya PSBB ke PPKM terikat, ada dua catatan. Pertama, pintu masuk Indonesia tetap dibiarkan longgar saat virus corona pertama sudah menyebar ke berbagai negara. Hingga akhirnya si embah corona ini bebas masuk ke Indonesia dan menyerang rakyat. Kedua, tak belajar dari si embah corona pertama, tatkala muncul varian delta, pintu masuk Indonesia juga malah tetap menyambut kedatangan WNI maupun WNA dari negara pengimpor varian delta. Buntutnya, meledaklah kasus corona gelombang dua di Indonesia. Terbitlah PPKM dengan berbagai judul hingga sekarang. Pertanyaannya, apalah kasus corona pertama dan kedua yang menyerang rakyat Indonesia, akan mengulang kisah saat varian baru muncul…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.