[ad_1] Bunyi Whatsapp berbunyi diponsel genggam saya tepat pukul 04.01 kemarin tanggal 1 Oktober, “Innalillahi wainnailaihi roji’un telah berpulang ke Rahmatullah bapak saya Rustam Ukkas hari ini pada pukul 4 subuh dini hari. Mohon diampuni segala dosanya”. Kiriman pesan Whatsapp, berasal dari Dewi Ratnasari Rustam, SH.M.H. Juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (FH UHO). Tentu berita itu, cukup mengagetkan saya yang baru saja terbangun dari tidur. Rustam Ukkas, S.H., M.Si, M.H, merupakan salah seorang dosen senior yang dimiliki oleh FH UHO. Di jajaran sivitas kademika FH UHO, Pak Rustam termasuk dosen yang sepuh usia. Ia kelahiran Tahun 1959, wafat pada usia 62 tahun. Usia almarhum yang sudah sepuh, menjadikan keberadaan alamarhum ditengah dosen-dosen masih muda sebagai tempat diskusi dan meminta nasihat terkait kegiatan akademik di Universitas Halu Oleo. “Beliau adalah sosok orang baik”, demikian komentar beberapa dosen. Beberapa dosen lainnya mengirim doa untuk keselamatan Almarhum di sisi Allah SWT, “Semoga…
INDONESIAN TALK
Berita Terbaru
Bak Singa Gurun Mengaum, Bung Karno Bersuara di Sidang PBB – Analisis
[ad_1] Bung Karno adalah sosok penting dalam pembangunan revolusi mental dunia. Perjuangan beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan menjadi suri tauladan bagi bangsa, semangatnya yang berapi-api bak singa gurun yang mengaum. Salah satu sepak terjang Bung Karno yang fenomenal adalah ketika bersuara dalam sidang PBB. Dengan lantang, kharismanya terpancar kuat. Presiden pertama Republik Indonesia ini mengutuk kolonialisme dan imperialisme, serta mengkritik keras peran PBB yang lebih condong ke negara barat, mendukung perlucutan senjata akibat ancaman senjata nuklir dalam perang dingin Amerika dan Uni Soviet, serta mengusulkan Pancasila masuk dalam piagam PBB. Sosok Bung Karno juga mampu meneladani politik lapangan revolusi tidak berdarah yang dicontohkan Nabi Muhamad SAW, salah satunya lewat Proklamasi. Terbukti, Bapak Proklamator ini mampu menyatukan 54 negara atau kerajaan menjadi satu atas nama Indonesia. Fenomena ini belum pernah terjadi di belahan dunia manapun. Bahkan, Soekarno mampu menerjemahkan piagam Madinah melalui Pancasila. Jasa-jasanya tidak terlepas dari perjalanan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, juga…
Orang-orang Bingung di Hari Sabtu-Minggu, Mau Ngapain? – Humaniora
Ini adalah cerita tentang teman saya. Setiap Sabtu-Minggu akhir pekan selalu bingung. Mau ngapain? Lalu dia bercerita, jadi orang yang mudah bosan. Utamanya saat hari libur. Apalagi di masa pendemi Covid-19. Kebanyakan WFH, kebanyakan virtual. Giliran hari Sabtu dan Minggu, selalu bingung mau lakukan apa? Seperti Sabtu dan Minggu lalu. Kerja di hari kerja sudah. Kuliah sudah. Lebih banyak terkurung di dalam rumah. Pengen dagang online tidak bisa. Ingin bikin sesuatu, nggak kreatif. Pengen bertanam, takut mati pohonnya. Pengen buka taman bacaan, tidak tahu harus mulai dari mana? Begitulah yang terjadi di sebagian orang. Tiap hari Sabtu-Minggu, tiap akhir pekan. Bingung, mau ngapain? Tiap akhir pekan, tidak tahu mau berbuat apa? Mau ke rumah kawan, lagi musim Covid-19. Mau ke luar kota, ribet harus PCR atau antigen. Mau ke mal, tidak punya uang cukup. Mau buka Instagram, malah jadi bete lihat aktivitas orang lain. Buka facebook, bingung mau menguntit siapa? Mau…
Doa Kumham untuk Negeri – Peristiwa
[ad_1] Jakarta – Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia di tengah upaya jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan bakti kepada masyarakat. Bagi Kemenkumham, mengandalkan ikhtiar semata belumlah lengkap tanpa doa. Kondisi ini menggerakkan Kemenkumham untuk menaikkan doa bersama bagi Indonesia pada Jumat (01/10/2021). Kegiatan Doa Kumham untuk Negeri dipimpin oleh para pemuka dari perwakilan lima agama yaitu Prof. Nasarudin Umur (Islam), Pdt. Bernard Manik (Kristen), Romo Paulus Andri Astanto (Katolik), Ida Pinandita KHRT Astono Candra Dana (Hindu), dan Suhu Pushan (Budha). Sementara itu, segenap jajaran Kemenkumham di seluruh Indonesia mengikuti dan menaikkan doa secara serentak melalui streaming langsung. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly mengatakan bahwa penting untuk mendoakan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Doa juga dinaikkan bagi pegawai Kemenkumham agar diberikan kelancaran dan keselamatan, dapat melaksanakan tugas dan pengabdian, serta dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “Doa merupakan senjata spiritual bagi kita, yang tentunya sangat ampuh dalam melindungi diri kita,…
Petaka di Desa Wonopati – Part 6: Karma (Selesai) – Fiksi
[ad_1] Keesokan paginya, semua isi percakapan Kyai Pethak dengan tiga pemuda itu – termasuk tentang malapetaka yang akan membumihanguskan Desa Wonopati – mulai tersebar. Pada awalnya hanya dibicarakan oleh sekelompok ibu-ibu rumah tangga yang sedang berkumpul di pasar dan tukang sayur; tapi mulai menyebar hingga ke seluruh desa. Kini berita itu telah menjadi perbincangan umum. Bagaikan sebuah percikan api kecil di lumbung padi yang segera membakar semuanya; begitu juga dengan berita tersebut yang tersebar cepat dalam waktu kurang dari setengah hari. Keadaan kian parah ketika para warga mengetahui bahwa hanya tersisa kurang dari dua hari sebelum malapetaka terjadi di desa mereka, sehingga menciptakan kepanikan massal. Ditambah setelah mengetahui sumber masalah berasal dari tiga pemuda – Herman, Wahyu, dan Broto – menyebabkan para warga mulai mengkambinghitamkan mereka. Saat menjelang magrib, para warga berkumpul di alun-alun desa dan melakukan pemungutan suara untuk mengambil sebuah tindakan guna mencegah malapetaka. Semua warga desa mengambil suara…
Pancasila Menghadapi Pandemi – Analisis
[ad_1] Pandemi adalah penjajah baru bagi Indonesia bahkan seluruh negara di dunia. tidak berhenti menghantam bahkan merenggut nyawa manusia, berulah dan seolah-olah tidak memberi kemerdekaan, menyerang tanpa kasat mata dan matinya begitu menderita. Tetapi penulis tidak akan membahas panjang lebar tentang ganasnya virus covid-19 namun penulis ingin mengingatkan tentang arti kesejahteraan dan kemerdekaan yang semuanya bisa kita ambil dari ideologi negara kita Pancasila. Tentunya di dalam Pancasila ada mutiara yang bernilai keindahan dan tidak seorang pun mampu membelinya. Sebenarnya kita akan membahas menghadapi pandemi dalam konteks Pancasila. Selama hampir 2 tahun kita menghadapi hari-hari dengan adanya pandemi,pasti ada kejenuhan untuk bebas dari penjajahan pandemi. Maka dari itu perlunya ada kesadaran dalam diri setiap orang untuk mengamalkan Pancasila. Dalam konteks Pancasila orang yang alim beragama juga harus menjadi orang yang pancasilais atau cinta NKRI karena sia-sia jika ada seorang alim tapi dakwah dan kelakuannya berlawanan dengan arah negara misalkan ucapan seperti dalam…
Apa Hakikat Kesaktian Pancasila? – Analisis
[ad_1] 1 Oktober 2021, 54 tahun sudahHari Kesaktian Pancasila diperingati. Namun, persoalan-persoalan terkait Pancasila, masih terus menjadi kisah klasik yang terus mengemuka bak benang kusut yang sulit diurai. Apalagi ada fakta bahwa tindakan para pemimpin negara ini yang seharusnya dipercayakan kepada rakyat sesuai dengan Pancasila dan nilai-nilainya, masih jauh dari api. Rakyat masih belum merasakan apa yang seharusnya ada dalam sila-sila Pancasila. Seharusnya sesuai namanya, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP), nilai-nilai dalam Pancasila dan amanahnya, bukan hanya menjadi sekadar slogan, tetapi wajib berwujud nyata. Sayang, meski kali ini HKP sudah diperingati yang ke-54 kali, sebab HKP ditetapkan berdasarkan SK Nomor 153 Tahun 1967 yang diterbitkan Presiden Soeharto pada 27 September 1967, tetap saja setiap peringatan HKP hanya jadi sebatas ajang sekadar program peringatan saja, seperti halnya hari-hari peringatan lain yang sudah ditetapkan pemerintah Indonesia. Disiplin kibarkan Merah Putih Hal yang paling memprihatinkan dari semua peringatan hari besar di Indonesia, meski setiap…
KPK Jilid 1 Tamat, Jilid 2 Dimulai – Pilihan Editor
[ad_1] Jilid pertama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dimulai pada tahun 2002 ketika Presiden (waktu itu) Megawati Soekarnoputri memutuskan pembentukannya sesuai amanah UU No 30 Tahun 2002, yang disepakati bersama DPR pimpinan Akbar Tanjung. Semangatnya bagus: memberantas korupsi secara profesional, intensif, dan berkesinambungan. KPK juga dinyatakan independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun. Istilah intensif dan berkesinambungan itu agaknya didasari oleh keyakinan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan sambil lalu, sebab praktik korupsi terjadi di mana-mana, tanpa kenal waktu, berskala kecil hingga masif, serta sistemik dan terencana. Korupsi model ini tak bisa ditangani secara amatiran. Masuknya semangat profesional itu mungkin bukan dimaksudkan untuk menyindir bahwa pemberantasan korupsi sebelumnya ditangani secara amatiran. Dulu, Bung Hatta pernah berkata bahwa korupsi sudah membudaya, tapi banyak orang tidak suka dengan istilah itu. Kenyataannya, hingga hampir 20 tahun setelah KPK dibentuk, korupsi tidak kunjung reda dan masih merajalela, sehingga istilah membudaya itu tidak salah sebab praktiknya sudah…
5 Kebiasaan Pikiran yang Cenderung Membuat Hidup Lebih Sulit – Urban
[ad_1] Poin Penting Filsafat Buddhis menjelaskan lima cara tidak terampil untuk bereaksi terhadap kekecewaan dan tantangan hidup, yang dapat menjadi kebiasaan pikiran. Rintangan termasuk mencari pelipur lara dalam kenikmatan indria, menjadi marah, menjadi apatis, khawatir dan meragukan diri sendiri. Dengan perhatian penuh dan welas asih, orang dapat menemukan cara yang lebih terampil untuk merespons ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan mereka. Tidak ada hari berlalu tanpa menemui kekecewaan atau frustrasi. Contoh kecil: Anda baru saja meletakkan pena dan sekarang tidak dapat menemukannya. Contoh kecil: Komputer Anda mogok. Contoh utama: Karena kesehatan yang buruk, Anda tidak dapat bepergian untuk bertemu cucu baru. Lima Rintangan Dalam filsafat Buddhis, ada lima reaksi tidak terampil terhadap tantangan hidup. Itu disebut rintangan karena menghalangi kemampuan Anda untuk melihat dengan jelas bagaimana bertindak agar tidak memperburuk keadaan bagi diri sendiri atau orang lain. Kapan pun Anda merasa stres dan gelisah, itu biasanya karena Anda terjebak dalam jaring…
Bro, Kenapa Harus Membaca Buku? Inilah 6 Manfaatnya – Humaniora
[ad_1] Kenapa kamu harus baca? Itu pertanyaan sederhana. Tapi sulit untuk menjawabnya. Mau dijawab sudah baca, tapi nyatanya belum. Bila dijawab belum baca, jadi nggak enak dan malu. Urusan membaca buku dan membaca realitas hidup, memang tidak nggak sesederhana yang diucapkan atau yang dipikirkan. Membaca buku sangat penting. Semua pasti sepakat dan tidak ada yang membantah. Karena membacaadalah sumber informasi apapun. Bertambah wawasan dan pengetahuan karena membaca. Bahkan kata orang bijak, membaca buku tdapat mengubah masa depan dan menambah kecerdasan. Cara berpikir pun bisa berubah karena membaca. Setuju dong. Makanya membaca buku sering disebut membuka jendela dunia. Entah, karena jendela itu tertutp jadi terbuka. Atau karena jendela itu jadi sebab bisa melihat dunia. Ya begitulah. Intinya, membaca buku.Jangan sampai diabaikan. Membaca buku sudah tersingkirkan. Entah di sengaja atau nggak sengaja? Buktinya, banyak orang malah ramai main gawai. Bukan membaca buku. Hebatnya, membaca buku pun tidak kenal usia. Lanjut usia, dewasa, remaja…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
