7 Teknologi Produksi dan Hanya Digunakan di Korea Utara
INDONESIAN CHANNEL  

7 Teknologi Produksi dan Hanya Digunakan di Korea Utara

[ad_1] Korea Utara jadi salah satu negara yang “tertutup” dengan negara lain, dan bahkan hubungannya tidak baik dengan negara serumpunnya, Korea Selatan. Sebagai salah satu negara yang hingga kini cenderung menutup diri terhadap negara lain, teknologi yang maju dan kamu gunakan saat ini tidak bisa didapati di Korea Utara. Sebaliknya, mereka justru mengembangkan teknologi sendiri untuk mencukupi kebutuhan dan perkembangan IPTEK di Korea Utara. 7 Teknologi Produksi Korea Utara Lantas, teknologi apa saja yang mereka kembangkan sendiri dan hanya digunakan di Korea Utara saja? Berikut daftarnya. 1. Smartphone Arirang. Smartphone Arirang | www.tellerreport.com Korea Utara ternyata membuat smartphone mereka sendiri yang diberi nama Arirang. Arirang adalah sebuah produk dari masyarakat Korea Utara, dan jadi percobaan pertama Korea Utara untuk membuat smartphone mereka sendiri. Arirang sendiri diumumkan tahun 2013 yang lalu, dan bahkan secara resmi mendapatkan dukungan langsung dari Presiden Kim Jong-Un. Meskipun demikian, keberadaan smartphone ini masih dipertanyakan, mengingat di Korea…

Amendemen Konstitusi, Tes Wawasan Kebangsaan bagi Elite – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Amendemen Konstitusi, Tes Wawasan Kebangsaan bagi Elite – Analisa

[ad_1] Undang-undang Dasar bukan kitab suci. Begitu kata Bambang Soesatyo, Ketua MPR. Karena itu, menurut Bambang, UUD tidak tabu untuk diamendemen. Ungkapan semacam itu sesungguhnya klise, tapi tetap kerap dipakai untuk membenarkan apa yang dipikirkan bahwa selain kitab suci boleh diubah, ditambah, dikurang, dimodifikasi, bahkan dirombak sama sekali. Memang benar UUD dapat diubah, terutama bila ditujukan untuk memperbaiki kehidupan kita—bangsa, rakyat banyak. Tapi, bila perubahan itu dilakukan dengan tujuan untuk menampung kepentingan politik partisan, khususnya kepentingan segelintir elite kekuasaan, maka rencana perubahan itu tidak layak diwujudkan. Bila tidak ada urgensi perubahan demi kepentingan rakyat banyak, amendemen tidak patut dilakukan. Konstitusi dapat diubah, tetapi tidak dapat dilakukan seenaknya demi mewujudkan ambisi dan keinginan berkuasa sekelompok orang, apalagi untuk tujuan jangka pendek. Para elite yang berkuasa seringkali melontarkan jargon: “Konstitusi harus menjadi pedoman kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.” Jika elit konsisten, mereka harus tetap patuh pada Konstitusi dan mengikuti ketentuan di dalamnya,…

5 Alasan Milenial Masih Susah Sisihkan Duit untuk Investasi – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

5 Alasan Milenial Masih Susah Sisihkan Duit untuk Investasi – Gaya Hidup

[ad_1] Berapa banyak sih kalangan milenial yang sudah kepikiran yang namanya investasi? Boleh dikata baru sedikit. Kata investasi masih begitu asing di kalangan milenil. Pun bagi milenial yang masih duduk di perguruan tinggi jadi mahasiswa. Investasi belum begitu menarik di kalangan milenial. Kalau pun nyantol di benak pikiran mereka, investasi masih tidak jauh-jauh dari bisnis. Investasi identik dengan bisnis kecil-kecilan hingga jual-beli online. Padahal, yang namanya investasi itu sudah sangat beragam di luar yang namanya bisnis. Investasi tak melulu di bisnis semata. Di tengah kemajuan teknologi yang sangat progresif, investasi yang membidik milenial pun bermunculan dengan modal awal yang terjangkau, seperti emas, poperti, reksa dana, saham, obligasi, Peer-to-Peer Lending (P2P Lending), deposito, Exchange Traded Fund (ETF), tabungan berjangka, equity crowdfunding, forex, koleksi benda seni hingga bitcoin. Namun toh, hanya sebagian kecil milenial yang ngeh dan tertarik dengan investasi. Berikut ini 5 alasan mengapa milenial masih sudah untuk menyisihkan sedikit keuangannya untuk…

Ancaman untuk MNC dan Adopsi Kebijakan Energi Baru Terbarukan ala Tiongkok – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Ancaman untuk MNC dan Adopsi Kebijakan Energi Baru Terbarukan ala Tiongkok – Analisa

[ad_1] Akhir 2021 nanti, proyek pembangunan panel surya luar angkasa milik Tiongkok diperkirakan selesai. Sebelumnya sudah ada stasiun tenaga surya terbesar, yaitu “Tengger Desert Solar Park” berkapasitas 1,54GW. Tak ayal, angka sebesar ini mengundang perhatian negara lain untuk berbondong-bondong menyusul prestasi Tiongkok. Tiongkok mengawali bisnis panel surya dari seorang fisikawan, Zengrong Shi. Ia menjajaki kerja sama dengan Tim Martin, kelompok peneliti dari Universitas New South Wales. Usai mengasah keahlian risetnya bersama Tim Martin, Shi mendirikan sebuah perusahaan SunTech dan berhasil mengembangkan panel surya termurah dengan efisiensi 17%. Dari pencapaian Shi, teknologi panel surya di Tiongkok terbilang berkembang pesat. Perkembangan tersebut sejalan dengan dukungan Pemerintah Tiongkok terhadap Energi Baru Terbarukan (EBT). Negeri Tirai Bambu tersebut kali pertama pertama mengetuk aturan EBT pada 2005. Hingga April 2020, Tiongkok’s National Energy Administration (NEA) merilis Peraturan Energi untuk mengajak komentar publik dan dengan jelas menetapkan pengembangan energi terbarukan akan diprioritaskan. Kerja keras Tiongkok membuahkan hasil. Saat ini,…

Demam Mural Tersebab Rakyat Tak Tahu Harus Bicara Lewat Mana Lagi – Pilihan
INDONESIAN CHANNEL  

Demam Mural Tersebab Rakyat Tak Tahu Harus Bicara Lewat Mana Lagi – Pilihan

[ad_1] Sejak foto mural ‘404 not found’ viral di media sosial, demam mural dengan cepat meredup, berganti dengan cat berwarna monokrom: hitam, putih, tanpa nada, tanpa bentuk, tanpa aksen. De-mural-isasi berlangsung cepat, sehingga sempat muncul mural berbunyi sederhana: ‘Jangan takut tuan-tuan, ini cuma street art.’ Ini sekedar mengingatkan bahwa mural itu layak ditempatkan pada tempatnya, tidak usah dipandang berlebihan Sebagian orang barangkali memang lebih sensitif terhadap hal-hal sederhana semacam itu, suara-suara sederhana yang gamblang, tidak njlimet dan rumit, tidak terlampau berimajinasi. Contohnya: ‘Tuhan, saya lapar’ Mural ini hanya berupa tulisan sederhana seperti itu, tapi mungkin bagi sebagian orang itu tidak ubahnya teriakan dengan megaphone yang lantang melengking dan mengganggu ketenangan—bukan hanya mendengungkan telinga. Demam mural rupanya segera diikuti oleh demam de-muralisasi. Para pelukis mural rupanya telah menyadarkan sebagian orang bahwa tulisan atau gambar di dinding-dinding kosong di basement jembatan atau di gedung yang rusak patut diwaspadai. Itu tidak bisa dianggap sepele…

Taman Bacaan Saja Bersyukur, Kenapa Kamu Tidak? Inilah 5 Sebab Orang Lupa Bersyukur – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Taman Bacaan Saja Bersyukur, Kenapa Kamu Tidak? Inilah 5 Sebab Orang Lupa Bersyukur – Peristiwa

[ad_1] Penulis Indonesiana Bergabung Sejak: 29 April 2019 30 menit lalu Peristiwa Berita Utama Taman baca hanya bersyukur, kenapa tidak? Inilah 5 alasan untuk lupa bersyukur Dibaca : 13 kali Ada satu hal yang dianggap remeh dalam hidup dan sering diabaikan. Yaitu bersyukur. Bersyukur atas apa yang dimiliki, atas apa yang dianugerahi Allah SWT. Bersyukur atas apa saja. Karena bersyukur adalah kunci dari segalanya. Agar hidup dan aktivitas apa pun lebih lapang dan terasa mudah. Pikiran dan perasaan jadi lebih positif. Bahkan perilaku pun jadi lebih baik dan lebih bermanfaat. Bukan hanya manusia, taman bacaan pun harus berani bersyukur.  Karena misi-nya untuk meningkatkan giat membaca anak-anak dan budaya literasi masyarakat masih tetap dapat berjalan. Sekalipun penuh tantangan dan kendala. Taman bacaan masih bisa bertahan dan tetap eksis sangat patut disyukuri. Karena saat taman bacaan berani bersyukur. Maka Allah SWT pun akan menambah nikmat-Nya, di samping memberi solusi atas kendala yang dihadapinya….

Membudayakan Transakasi Digital di Toko Kelontong Tetangga oleh Mahasiswa KKN Unej – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Membudayakan Transakasi Digital di Toko Kelontong Tetangga oleh Mahasiswa KKN Unej – Peristiwa

[ad_1] Fadhiliya Annisa adalah salah satu Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jember yang saat ini sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kembali ke Desa III.  KKN ini dilaksanakan sejak tanggal 11 Agustus hingga 9 September 2021 di kampung halaman masing-masing karena adanya virus pandemi Covid-19. Meskipun KKN ini tetap dilaksanakan di tengah pandemi, namun para mahasiswa harus melakukan nya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Annisa ialah anggota dari kelompok KKN 14 dengan Dosen Pembina Lapangan yaitu dr. Yudha Nurdian, M. Kes.  KKN ini memiliki 5 Topik, dan salah satunya topik yang Annisa pilih ialah Program Literasi Desa Pada Masa Pandemi. Tujuan yang ia harapkan dari tema yang telah dipilih ialah agar masyarakat khususnya pedagang kecil juga bisa mengikuti, mendukung perkembangan zaman dan bisa merasakan manfaat dari adanya kemajuan digital seperti saat ini. Terlebih untuk memudahkan mereka dalam bertransaksi  setiap hari. Setelah melakukan survei, yakni melakukan wawancara dan diskusi terhadap sasaran, yaitu Ibu…

Mahasiswa KKN Unej Lakukan Inovasi Pemasaran Digital Produk Jahitan untuk Tingkatkan Omset Usaha – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

Mahasiswa KKN Unej Lakukan Inovasi Pemasaran Digital Produk Jahitan untuk Tingkatkan Omset Usaha – Gaya Hidup

[ad_1] Pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kembali ke Desa 3 tahun 2021 ini, saya berkesempatan melaksanakannya di kelurahan tempat saya bermukim selama kuliah, yakni kelurahan Tegal Gede. Kelurahan Tegal Gede berada di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Letak kelurahan ini dekat dengan area kampus Universitas Jember sehingga banyak mahasiswa bermukim disini selama kuliah. Kondisi ini menyebabkan banyak wirausahawan yang membuka berbagai jenis usaha di daerah ini. Keadaan tersebut membuat saya memilih tematik KKN pemberdayaan wirausahawan terdampak Covid-19. Salah satu wirausahawan yang menjadi tempat pelaksanaan KKN saya adalah Uzi Tailor dengan pemiliknya ibu Nanik Aptiani. Uzi Tailor terletak di perumahan taman kampus, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember. Gambar 1 Penerjunan KKN Terjadinya wabah Covid-19 sejak maret 2020 berdampak penurunan pada kegiatan wirausaha. Penurunan terjadi pada sejumlah sektor ekonomi seperti industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan pedangang kaki lima. Penurunan terjadi terkait adanya peraturan Bekerja dari rumah (WFH) dan berbagai pembatasan…

Untuk Piala Dunia U-20, Seleksi Timnas U-18 Masih Titipan? – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Untuk Piala Dunia U-20, Seleksi Timnas U-18 Masih Titipan? – Peristiwa

[ad_1] Pengamat Bergabung Sejak: 26 April 2019 41 menit lalu Peristiwa Berita Utama Seleksi masuk timnas kok untuk coba-coba? Atau buat gaya-gayaan, ya? Timnas U-20 itu, untuk Piala Dunia, lawannya bukan tim Asia Tenggara atau Asia, kan? Masa sih untuk numpang seleksi dan masuk TC dan nginap 7 hari jadi ajang coba-coba dan mungkin demi sekadar dapat nama (baik). Dibaca : 16 kali Seleksi masuk timnas kok untuk coba-coba? Atau buat gaya-gayaan, ya? Timnas U-20 itu, untuk Piala Dunia, lawannya bukan tim Asia Tenggara atau Asia, kan? Masa sih untuk numpang seleksi dan masuk TC dan nginap 7 hari jadi ajang coba-coba dan mungkin demi sekadar dapat nama (baik). Apakah benar, Shin Tae-yong (STy) yang menjadi aktor utama pemilihan pemain Timnas U-18? Pasalnya publik bingung, bagaimana bisa STy memilih para pemain yang bahkan kini sudah masuk seleksi tahap kedua? Publik pun geram, sampai kapan PSSI akan memilih pemain timnas dengan cara…

Mahasiswa Unej Dorong Semangat Pelaku Usaha Tempe agar Tetap Berjaya di Masa Pandemi – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Mahasiswa Unej Dorong Semangat Pelaku Usaha Tempe agar Tetap Berjaya di Masa Pandemi – Peristiwa

[ad_1] Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang merupakan desa yang tentram. Mata pencaharian masyarakat sebagian besar sebagai petani sayur dan usaha rumahan. Peserta KKN Kembali ke Desa 3 Universitas Jember 2021, Tanjung Pramitasari dengan DPL Bekti Palupi, S.T., M.Eng., memilih Desa Kebonagung sebagai sasaran KKN untuk mengabdi kepada penduduk sekitar. Sasaran yang dipilih adalah pelaku usaha tempe murni yang telah dikenal penduduk sekitar, yaitu Tempe Murni Barokah milik Bapak Kabul. Mengapa tempe beliau  ini sangat digemari masyarakat? Karena rasa tempenya enak dan gurih dan sangat alami tanpa campuran apapun. Karena pembuatannya pun hanya dua bahan saja, yaitu kedelai Grade A dan ragi, pengelolaannya pun sangat-sangat bersih menjadikan tempe murni Barokah banyak disukai oleh masyarakat sekitar khususnya masayarakat Desa Kebonagung itu sendiri. Selain masyarakat mereka menggiling atau bahasa kerennya pengusaha keliling kampung selalu tengkulak tempenya Bapak Kabul. Harga umum hanya diberi dengan harga dua ribu rupiah saja. Kalau untuk mereka menggiling diberi…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.