Ketika Anil Menyaksikan Pondoknya Terbakar – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Ketika Anil Menyaksikan Pondoknya Terbakar – Peristiwa

[ad_1] Kala itu, Kamis (26/8), waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB. Di saat yang sama, Anil, santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Kenten Laut, Palembang, Sumatera Selatan, bersama teman-temannya tengah bersiap menuju masjid untuk melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah. Seperti biasa, sepanjang perjalanan menuju masjid, Anil dan santri lainnya saling melempar candaan. Hingga langkah mereka pun sampai di masjid. Selepas mengambil air wudhu, Anil dan teman-temannya melaksanakan sholat sunnah. Namun ada hal yang tak terduga. Setelah salam, Anil mendengar suara bergemuruh datang dari arah asramanya. “Kebakaran, kebakaran!,” terdengar teriakan yang bersahutan. Anil pun yang mendengar teriakan tersebut sontak keluar dari masjid untuk memastikan keadaan di sekitar. Dalam benaknya berharap bahwa teriakan yang ia dengar tadi tak benar. Namun, betapa kagetnya Anil setelah melihat apa yang terjadi di depan matanya. Ya, asrama pondok pesantrennya terbakar. Ia menyaksikan orang-orang sudah ramai hendak menyelamatkan barang-barangnya. Tak terkecuali teman-temannya. Namun, aksi itu dihentikan oleh para asatidz. “Orang sudah ramai…

Ini lho Caranya Agar Tak Narsis, Suka Memuji dan Membanggakan Diri – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

Ini lho Caranya Agar Tak Narsis, Suka Memuji dan Membanggakan Diri – Gaya Hidup

[ad_1] Mengapa kita sering menjumpai orang yang narsis dan suka memuji diri sendiri? Padahal orang yang narsis dan suka memuji diri sendiri itu, ibaratnya dapurnya sudah diketahui oleh orang lain. Dapurnya itu seperti kebiasaannya, karakternya, keadaan sosial-ekonominya, keadaan tingkat kecerdasan otak dan emosinya, hingga sampai ke bagian-bagian pribadinya. Namun, meski orang lain sudah tahu latar belakang kehidupan aslinya, si narsis dan si tukang memuji diri sendiri itu tetap sangat percaya diri dengan aksi narsis dan memuji dirinya, hingga sampai menilai orang lain seolah jauh dalam berbagai hal dibandingkan dirinya yang tersendiri dalam sikap lisan maupun tulisan. Gemes rasanya, melihat akting si narsis dan si pemuji diri sendiri, terus merasa bahwa apa yang telah diperbuatnya, bak pahlawan. Sementara orang lain hanya pecundang. Pasalnya, aksi si narsis dan si pemuji diri sendiri ini bahkan ditebar pesonakan dalam dunia maya, media sosial, hingga media massa. Mengapa narsis dan memuji diri? Mengapa ada orang yang…

Memilih Reksa Dana Terbaik Berdasarkan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

Memilih Reksa Dana Terbaik Berdasarkan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi – Gaya Hidup

[ad_1] Reksa dana jadi pilihan investor pemula yang ingin mulai menikmati cuan di pasar modal karena berbagai kemudahan dan keterjangkauannya. Namun di tengah kemudahan dan keterjangkauannya ini, sudah sepatutnya investor pemula memperhatikan beberapa aspek agar investasinya benar-benar membuahkan hasil. Salah satu aspek yang tak boleh diabaikan begitu saja adalah tujuan investasi yang sebenarnya juga sangat menentukan pada pilihan reksa dananya. Tujuan investasi yang tercapai secara terukur dan terencana salah satunya ditentukan oleh pilihan reksa dana yang tepat. Tak mengherankan, banyak disarankan untuk investor pemula bahwa yang namanya tujuan investasi itu sebaiknya konkret. Contoh-contoh dari tujuan investasi yang konkret itu, seperti untuk dana liburan, untuk persiapan nikah, untuk beli rumah, untuk beli kendaraan hingga untuk jaminan uang di hari tua (pensiun). Jika tujuan investasi itu konkret dengan jangka waktu pencapaiannya maka pilihan produk reksa dananya pun akan mudah ditentukan atau bisa mengikuti dengan sendirinya. 1. Tujuan investasi tercapai kurang dari 1 tahun…

INDONESIAN CHANNEL  

Intip Serunya Pengabdian Masyarakat BEM FKIP Universitas Esa Unggul, Seribu Memberikan Senyum, – Peristiwa

[ad_1] Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Esa Unggul menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Ta’limul Qur’an di Kampung Muara 1 Desa Cibunian, Bogor pada hari Jumat, 27 Agustus 2021. Ketua BEM FKIP UEU, Mahwar Alfan Nisa mengatakan kegiatan ini dilakukan demi kemajuan pendidikan, karena kemajuan pendidikan di Indonesia itu bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tugas kita bersama. Kegiatan ini dinamakan Seribu Memberikan Senyuman (SMS). “Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu pendidikan di pondok pesantren ini khususnya para santri. Pada kesempatan ini, BEM FKIP bersama dengan mahasiswa FKIP memberikan bantuan berupa lemari buku, buku pengetahuan umum, baju layak pakai, alat sholat (sajadah, mukena, sarung, dan tasbih), serta beberapa permainan yang membuat para santri senang sekaligus melatih kognitif, afektif, dan psikomotorik mereka,” katanya. Mahwar mengatakan Sebelum melakukan kegiatan, Dirinya bersama teman-teman mahasiswa sudah melakukan vaksin minimal 1 kali dan semua yang ikut kegiatan tersebut telah…

Musibah Learning Loss dan Income Loss, Berkah Income Exses – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Musibah Learning Loss dan Income Loss, Berkah Income Exses – Analisa

[ad_1] Akibat dari pandemi Covid-19, khususnya bagi bangsa dan rakyat Indonesia, mengemuka tentang kehilangan belajar (kehilangan belajar), kehilangan pendapatan (kehilangan pendapatan), dan kelebihan pendapatan (biaya penghasilan). Kontradiksi musibah dan berkah Tiga hal tersebut rasanya menjadi orkestra yang kontradiktif di negeri ini. Pasalnya, bicara kehilangan belajar, sejatinya ini masalah klasik. Tanpa hadirnya corona saja, pendidikan di Indonesia terus tercecer. Yang ada justru hanya gonta-ganti menteri namun program baru yang diusung oleh setiap menteri  pendidikan tak pernah tuntas.dan sukses, bukan hanya karena keterbatasan waktu jabatan, tetapi juga karena ditunggangi oleh berbagai kepentingan. Kini, menteri yang di dudukan berlatar belakang jago teknologi digital saja, pendidikan jarak jauh (PJJ) atau daring atau online yang berbasis teknologi dan komunikasi tetap terpuruk. Malah, sang menteri sampai mengadu ke DPR karena ada kepala daerah yang tetap tak mau membuka sekolah tatap muka (PTM) di wilayahnya karena masih masifnya corona merajalela. Seharusnya, dengan latar belakang menteri, meski pandemi corona…

Filosofi Mendoan di Taman Bacaan, Jangan Pintar Menghakimi Orang Lain Tapi Bodoh Menilai Diri Sendiri – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Filosofi Mendoan di Taman Bacaan, Jangan Pintar Menghakimi Orang Lain Tapi Bodoh Menilai Diri Sendiri – Analisa

[ad_1] Siapa yang tidak kenal tempe mendoan? Ada yang doyan banget. Mungkin ada pula yang tidak doyan. Mendoan, panganan khas dari Purwokerto dan sekitarnya. Terbuat dari tempe dan paling pas untuk menemani kopi atau teh. Apalagi ditambah obrolan ringan tentang taman bacaan. Nikmatnya boleh dibilang tiada tara. Makin ciamik saat tempe mendoan dikunyah bareng sambal kecap atau cabe rawit.   Dari prosesnya, mendoan berarti tempe yang dimasak dengan tepung dalam keadaan setengah matang. Apalagi baru digoreng, makannya pun terasa panas-panas sedap. Kenapa setengah matang? Sederhananya, dapat diartikan “selalu berjiwa muda”. Setengah matang kan berarti “siap untuk matang”. Sebagai sinyal, akan pentingnya selalu bersemangat dalam melakukan apapun. Selalu bergairah dan penuh energi dalam melakukan pekerjaan. Sehingga nantinya, dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Karya yang dapat dinikmati untuk diri sendiri maupun orang lain.   Dari struktur kata ‘mendho,’ adalah ungkapan yang berarti “di antara kata mendhak (ke bawah) dan mendhuwur (ke atas)”….

Membaca Praktik Ekslusivisme dalam Bernegara – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

Membaca Praktik Ekslusivisme dalam Bernegara – Gaya Hidup

[ad_1] Judul: Praktik Kewarganegaraan Di Indonesia Penulis: Bambang Purwanto Tahun Publikasi: 2019 Penerbit: Penerbit Gelombang Ketebalan: xii + 108 ISBN: 978-602-258-525-1 Ketika Sukarno – Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamirkan Indonesia sebagai negara merdeka, beliau berdua menyatakan bahwa proklamasi tersebut adalah atas nama bangsa Indonesia. Siapakah yang dimaksud dengan bangsa Indonesia oleh Sang Proklamator tersebut? Apakah mereka semua orang eks kawula Pemerintah Hindia Belanda? Apakah mereka hanya terbatas para bumiputera? Bagaimana dengan kedudukan golongan timur asing (keturunan Arab, India dan Cina) yang sudah ada sejak jaman Hindia Belanda di wilayah yang dinyatakan merdeka tersebut? Mengapa dalam diskusi-diskusi awal muncul istilah “Indonesia asli” dan bukan asli; bumiputera Islam dan bumiputera kolonial/non-Islam; pribumi dan non-pribumi? Sederet pertanyaan tentang bangsa dan praktik kewarganegaraan mengemuka dalam diskusi-diskusi di persiapan kemerdekaan dan selama perjalaman bangsa Indonesia sejak menyatakan merdeka hingga kini. Bahkan topik ini juga mewarnai perjalanan UUD 1945 dari mulai diundangkan sampai dengan amandemen…

Membaca Praktik Eksklusivisme dalam Bernegara – Pilihan
INDONESIAN CHANNEL  

Membaca Praktik Eksklusivisme dalam Bernegara – Pilihan

[ad_1] Praktik Kewarganegaraan Di Indonesia Judul: Praktik Kewarganegaraan Di Indonesia Penulis: Bambang Purwanto Tahun Publikasi: 2019 Penerbit: Penerbit Gelombang Ketebalan: xii + 108 ISBN: 978-602-258-525-1 Ketika Sukarno – Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamirkan Indonesia sebagai negara merdeka, beliau berdua menyatakan bahwa proklamasi tersebut adalah atas nama bangsa Indonesia. Siapakah yang dimaksud dengan bangsa Indonesia oleh Sang Proklamator tersebut? Apakah mereka semua orang eks kawula Pemerintah Hindia Belanda? Apakah mereka hanya terbatas para bumiputera? Bagaimana dengan kedudukan golongan timur asing (keturunan Arab, India dan Cina) yang sudah ada sejak jaman Hindia Belanda di wilayah yang dinyatakan merdeka tersebut? Mengapa dalam diskusi-diskusi awal muncul istilah “Indonesia asli” dan bukan asli; bumiputera Islam dan bumiputera kolonial/non-Islam; pribumi dan non-pribumi? Sederet pertanyaan tentang bangsa dan praktik kewarganegaraan mengemuka dalam diskusi-diskusi di persiapan kemerdekaan dan selama perjalaman bangsa Indonesia sejak menyatakan merdeka hingga kini. Bahkan topik ini juga mewarnai perjalanan UUD 1945 dari mulai…

PLTS Atap: Hemat Energi Bermuara Hemat Biaya – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

PLTS Atap: Hemat Energi Bermuara Hemat Biaya – Peristiwa

[ad_1] Penelitian oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menghasilkan bahwa potensi penghematan energi di Indonesia hanya 10-35%. Sebenarnya hal tersebut bukan hal yang mengejutkan. Nyatanya fenomena “konsumtif energi” ini kerap kita temui. Mulai dari lampu yang tidak dimatikan ketika siang hari, menggunakan AC saat cuaca dingin dan memasang pengisi daya ke stop kontak saat tidak digunakan. Dua penyebab utama perilaku konsumtif energi yang dilakukan yaitu penggunaan energi yang tidak sesuai kebutuhan dan pemilihan alat elektronik yang kurang bijak. Sebagai contoh, apabila ada dua jenis kulkas dengan spesifikasi yang hampir sama tetapi memiliki perbedaan, pada kulkas A memiliki mode hemat energi dan penggunaan daya (Watt) lebih kecil dan harganya sedikit lebih tinggi, tetapi masyarakat akan memilih untuk membeli kulkas B dengan harga yang sedikit lebih murah dibandingkan kulkas A. Meskipun kulkas B kurang ramah lingkungan. Keputusan konsumtif di awal ini tentunya tidak membuahkan hasil yang baik di masa mendatang….

Cara Menghilangkan Bulu Ketiak tanpa Mencukur – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Cara Menghilangkan Bulu Ketiak tanpa Mencukur – Analisa

[ad_1] Rambut atau bulu yang tumbuh baik halus maupun lebat pasti terdapat pada setiap anggota tubuh manusia, seperti dibagian tertentu seperti ketiak, janggut, kumis, jambang, brewok biasanya mempunyai bulu yang lebat dibandingkan pada area tangan dan kaki yang biasanya tumbuh bulu halus. Ini bisa disebabkan karena faktor genetik atau tingginya tingkat metabolisme pada tubuh yang dapat menyebabkan seseorang mempunyai bulu yang lebat pada bagian kaki dan tangan,sehingga membuat Anda kurang percaya diri ketika bersosialisasi atau bertemu dengan orang lain. Karena alasan penampilan di tempat umum kulit terlihat bersih dan sehat, maka beberapa orang sering menggunakan cara mencabut atau mencukur bulu untuk menghilangkannya, cara ini memang efektif tali tidak permanen hanha akan berefek dalam beberapa saat saja, Selain itu efek yang di timbulkan bisa mengakibatkan kulit mengalami iritasi dan dalam waktu yang lama pertumbuhan bulu bahkan bisa semakin lebat dari biasanya, tentunya anda tidak maukan mengalaminya. Untuk itu nerikut ini adalah cata…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.