INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Oleh: MNK Al Amin Detik, menit, jam, hari, bulan, bahkan tahun, telah terlewati dan tak akan kembali. Hanya bisa dikenang dalam suatu catatan sejarah ataupun Kilas balik kenangan kita untuk refleksi diri. Menghitung amal baik atau buruk yang telah kita jalin dalam hidup ini, meliuk-liuk meliuk bagai keris seperti gambaran kehidupan manusia, selalu dan selalu silih berganti, sedih-bahagia, miskin-kaya, tenang-bingung, dan kondisi berpasangan lainnya. Akhirnya, memiliki harapan perjalanan untuk berakhir lurus seperti ujung belati lurus jalan, bisa menenun syirootol mustaqim. Tidak lagi terbuai oleh warna-warni kekacauan sambat (mengeluh), karena dia sadar menjalankan dirinya untuk selalu sebut (dzikir) asmaNya berjalan pada jalan yang lurus akar syi Al–mustaqim. Sehingga, disinilah seorang pribadi di tempa untuk menjadi diri sendiri, sebagaimana lahirnya konsep-konsep dalam falsafah Jawa, di antaranya: adalah kepala adalah arah (lain orang lain pendapatnya), adalah napas adalah lubang (kehidupan lain dijalani, kematian/ tanggung jawab lain). Hal inilah yang nanti secara lebih khusus…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.