[ad_1] Kebiasaan pejabat publik marah-marah di muka umum dan memarahi anak buah di hadapan banyak orang memang mengundang perhatian masyarakat. Haruskah amarah menjadi senjata andalan pemimpin untuk meyakinkan anak buahnya bahwa sesuatu itu sangat penting serta tidak boleh salah menanganinya? Haruskah amarah menjadi cara untuk menunjukkan apa yang dilakukan anak buah itu salah? Ataukah karena ia tidak tahu atau tidak mampu meyakinkan anak buah dengan cara yang lebih baik kecuali dengan amarah? Dalam kajian mengenai kepemimpinan, amarah termasuk salah satu topik yang kerap dibicarakan karena mencerminkan kualitas kepemimpinan seseorang. Pemimpin hebat lazimnya tidak mengandalkan amarah untuk mengelola sumberdaya manusianya. Amarah akan menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman bagi orang-orang yang bekerja bersamanya, khususnya anak buah sebab anak buah tidak akan berani membantah. Amarah juga akan membuat pemimpin kehilangan kemampuan untuk berbuat adil. Karena itu, pemimpin dan manajer hebat tidak percaya bahwa amarah merupakan bentuk komunikasi yang efektif untuk meluruskan anak buah…
Relasi
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
