INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Warung Bu Ida memang hanya warung kecil di sekitar TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Menjual lontong sayur, karedok, gado-gado, gorengan, dan kopi ala kampung.  Tapi siapa sangka dengan modal usaha hanya Rp. 200.000 yang dipinjam dari Koperasi Lentera Pustaka (yang didirikan TBM Lentera Pustaka sejak April 2021 lalu), kini mampu merah omset rata-rata Rp. 250.000 per hari di akhir pekan. Bila hari kerja, omsetnya sekitar Rp. 150.000 per hari. Sebuah usaha kecil rumahan yang tergolong oke. Setelah teruji 4 bulan berjalan sejak meminjam modal  dari Koperasi Lentera, Warung Bu Ida dapat dijadikan contoh praktik baik literasi finansial yang dijalankan Taman Bacaan Masyarakat Lentera Pustaka. Apalagi diperkuat melalui program Kampung Literasi Sukaluyu yang diinisiasi oleh Direktorat PMPK Kemdikbudristek RI dan Forum TBM. Karena TBM Lentera Pustaka merupakan 1 dari 30 TBM di Indonesia yang terpilih menyelenggarakan program Kampung Literasi tahun 2021. Warung Bu Ida, boleh dibilang eksis dan…

Membaca Praktik Ekslusivisme dalam Bernegara – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

Membaca Praktik Ekslusivisme dalam Bernegara – Gaya Hidup

[ad_1] Judul: Praktik Kewarganegaraan Di Indonesia Penulis: Bambang Purwanto Tahun Publikasi: 2019 Penerbit: Penerbit Gelombang Ketebalan: xii + 108 ISBN: 978-602-258-525-1 Ketika Sukarno – Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamirkan Indonesia sebagai negara merdeka, beliau berdua menyatakan bahwa proklamasi tersebut adalah atas nama bangsa Indonesia. Siapakah yang dimaksud dengan bangsa Indonesia oleh Sang Proklamator tersebut? Apakah mereka semua orang eks kawula Pemerintah Hindia Belanda? Apakah mereka hanya terbatas para bumiputera? Bagaimana dengan kedudukan golongan timur asing (keturunan Arab, India dan Cina) yang sudah ada sejak jaman Hindia Belanda di wilayah yang dinyatakan merdeka tersebut? Mengapa dalam diskusi-diskusi awal muncul istilah “Indonesia asli” dan bukan asli; bumiputera Islam dan bumiputera kolonial/non-Islam; pribumi dan non-pribumi? Sederet pertanyaan tentang bangsa dan praktik kewarganegaraan mengemuka dalam diskusi-diskusi di persiapan kemerdekaan dan selama perjalaman bangsa Indonesia sejak menyatakan merdeka hingga kini. Bahkan topik ini juga mewarnai perjalanan UUD 1945 dari mulai diundangkan sampai dengan amandemen…

Membaca Praktik Eksklusivisme dalam Bernegara – Pilihan
INDONESIAN CHANNEL  

Membaca Praktik Eksklusivisme dalam Bernegara – Pilihan

[ad_1] Praktik Kewarganegaraan Di Indonesia Judul: Praktik Kewarganegaraan Di Indonesia Penulis: Bambang Purwanto Tahun Publikasi: 2019 Penerbit: Penerbit Gelombang Ketebalan: xii + 108 ISBN: 978-602-258-525-1 Ketika Sukarno – Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamirkan Indonesia sebagai negara merdeka, beliau berdua menyatakan bahwa proklamasi tersebut adalah atas nama bangsa Indonesia. Siapakah yang dimaksud dengan bangsa Indonesia oleh Sang Proklamator tersebut? Apakah mereka semua orang eks kawula Pemerintah Hindia Belanda? Apakah mereka hanya terbatas para bumiputera? Bagaimana dengan kedudukan golongan timur asing (keturunan Arab, India dan Cina) yang sudah ada sejak jaman Hindia Belanda di wilayah yang dinyatakan merdeka tersebut? Mengapa dalam diskusi-diskusi awal muncul istilah “Indonesia asli” dan bukan asli; bumiputera Islam dan bumiputera kolonial/non-Islam; pribumi dan non-pribumi? Sederet pertanyaan tentang bangsa dan praktik kewarganegaraan mengemuka dalam diskusi-diskusi di persiapan kemerdekaan dan selama perjalaman bangsa Indonesia sejak menyatakan merdeka hingga kini. Bahkan topik ini juga mewarnai perjalanan UUD 1945 dari mulai…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.