[ad_1] Keesokan paginya, semua isi percakapan Kyai Pethak dengan tiga pemuda itu – termasuk tentang malapetaka yang akan membumihanguskan Desa Wonopati – mulai tersebar. Pada awalnya hanya dibicarakan oleh sekelompok ibu-ibu rumah tangga yang sedang berkumpul di pasar dan tukang sayur; tapi mulai menyebar hingga ke seluruh desa. Kini berita itu telah menjadi perbincangan umum. Bagaikan sebuah percikan api kecil di lumbung padi yang segera membakar semuanya; begitu juga dengan berita tersebut yang tersebar cepat dalam waktu kurang dari setengah hari. Keadaan kian parah ketika para warga mengetahui bahwa hanya tersisa kurang dari dua hari sebelum malapetaka terjadi di desa mereka, sehingga menciptakan kepanikan massal. Ditambah setelah mengetahui sumber masalah berasal dari tiga pemuda – Herman, Wahyu, dan Broto – menyebabkan para warga mulai mengkambinghitamkan mereka. Saat menjelang magrib, para warga berkumpul di alun-alun desa dan melakukan pemungutan suara untuk mengambil sebuah tindakan guna mencegah malapetaka. Semua warga desa mengambil suara…
Petaka
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
