INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Pemberian amnesti kepada dr. Saiful Mahdi, dosen Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, merupakan pelaksanaan tugas kepala negara untuk meluruskan yang bengkok. Saiful divonis penjara berdasarkan UU ITE atas tuduhan pencemaran nama baik. Ikhtiarnya mencari keadilan sampai Mahkamah Agung tersandung, sehingga tergantung Presiden sebagai kepala negara yang berwenang memberikan amnesti. Bermula dari kritiknya di sebuah grup WA, pimpinan Fakultas Teknik Unsyiah melaporkan Saiful ke polisi, sehingga ia dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU No 19 tahun 2016. Permintaan amnesti Saiful dikabulkan Presiden, dan kemudian disetujui DPR. Bila surat keputusan amnesti nanti keluar, Saiful akan dibebaskan dari penjara. Betapapun, pembebasan ini masih menyisakan persoalan. Pertama, apakah dengan mengajukan amnesti dapat diartikan bahwa Saiful Mahdi mengakui bahwa ia bersalah dalam perkara yang dilaporkan oleh pimpinan Fakultas Teknik Unsyiah? Ataukah pemberian amnesti dapat dipandang sebagai jalan keluar bagi seseorang yang merasa tidak memperoleh keadilan melalui jalur peradilan? Para petinggi kampus mungkin akan melihat…

Mahasiswa Unej Dorong Semangat Pelaku Usaha Tempe agar Tetap Berjaya di Masa Pandemi – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Mahasiswa Unej Dorong Semangat Pelaku Usaha Tempe agar Tetap Berjaya di Masa Pandemi – Peristiwa

[ad_1] Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang merupakan desa yang tentram. Mata pencaharian masyarakat sebagian besar sebagai petani sayur dan usaha rumahan. Peserta KKN Kembali ke Desa 3 Universitas Jember 2021, Tanjung Pramitasari dengan DPL Bekti Palupi, S.T., M.Eng., memilih Desa Kebonagung sebagai sasaran KKN untuk mengabdi kepada penduduk sekitar. Sasaran yang dipilih adalah pelaku usaha tempe murni yang telah dikenal penduduk sekitar, yaitu Tempe Murni Barokah milik Bapak Kabul. Mengapa tempe beliau  ini sangat digemari masyarakat? Karena rasa tempenya enak dan gurih dan sangat alami tanpa campuran apapun. Karena pembuatannya pun hanya dua bahan saja, yaitu kedelai Grade A dan ragi, pengelolaannya pun sangat-sangat bersih menjadikan tempe murni Barokah banyak disukai oleh masyarakat sekitar khususnya masayarakat Desa Kebonagung itu sendiri. Selain masyarakat mereka menggiling atau bahasa kerennya pengusaha keliling kampung selalu tengkulak tempenya Bapak Kabul. Harga umum hanya diberi dengan harga dua ribu rupiah saja. Kalau untuk mereka menggiling diberi…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.