INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Bekasi (16/10) Banyaknya pendirian industri yang bahkan hampir 6.000 pabrik yang ada di kawasan Bekasi membuat permasalahan limbah semakin krusial untuk dibahas. Dari ribuan pabrik yang ada, tidak semua mematuhi peraturan pembuangan limbah yang dibuat oleh Dinas Lingkungan Hidup. Masih banyak pabrik yang membuang limbahnya ke sungai bahkan tanpa diolah terlebih dahulu sehingga, mengakibatkan polusi air . Pencemaran yang diakibatkan oleh limbah industri menyebabkan air sungai menjadi kotor, keruh, berbau dan terkadang juga berbusa. Contohnya adalah sungai Kali Jambe, Kali Cabang, Kali CBL, Kali Cipamingkis, Kali Citarum, Kali Cilemahabang, Sungai Cikedokan, sungai Balacan dan Kali Bekasi yang bermuara di sepanjang daerah Kabupaten Bekasi hingga berakhir di Laut Jawa. Hal ini tentunya mengganggu kehidupan masyarakat yang berada di dekat sungai. Selain tidak bisa menggunakan air sungai, banyaknya ikan yang mati, masyarakat juga mulai merasakan ketidaknyamanan dan terancam penyakit berbahaya dari adanya limbah beracun yang setiap hari digelontorkan ke sungai. Menurut kesaksian…

Keuntungan Jika Kawasan Industri Didominasi Tenaga Kerja Lokal – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Keuntungan Jika Kawasan Industri Didominasi Tenaga Kerja Lokal – Analisis

[ad_1] Indonesia semakin gencar mengerjakan proyek-proyek yang masuk dalam agenda Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk salah satunya ialah pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. Dalam tahap pembangunannya, Bupati Bulungan, Syarwani, mengaku menjadikan kawasan industri IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) sebagai tolok ukur, baik dari segi kisaran UMK hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Industri masih memiliki stigma negatif terkait pekerja dan dibumbui dengan desas-desus bahwa pekerja asinglah yang masih merajai di kuota pekerja industri di Tanah Air. Padahal, hal seperti itu bukanlah fakta sebenarnya yang ada di lapangan. Indonesia dan daerah-daerah industri mempunyai kebijakan tentang serapan pekerja yakini 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen tenaga kerja asing. Diketahui bahwa nantinya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan diperkirakan sebanyak 50.000 orang, di antaranya terdiri dari 45.000 tenaga lokal dan 5.000 lainnya tenaga kerja asing. Sementara untuk UMK atau upah minimum kabupaten,…

Saat Kawasan Industri Konsisten Bantu Kabupaten Morowali Hadapi Bersama Covid-19 – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Saat Kawasan Industri Konsisten Bantu Kabupaten Morowali Hadapi Bersama Covid-19 – Peristiwa

[ad_1] Meski tengah fokus membangun klaster baterai EV (kendaraan listrik) dalam rangka mendukung industri baterai Indonesia, PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) tidak melupakan pengabdiannya pada negara yang sedang berperang Covid-19. Setelah penyerahan ratusan ton oksigen, pembagian alat pelindung diri (APD), pendistribusian masker medis, sekaligus mengedukasi pentingnya pemakaian masker kepada masyarakat, kini PT IMIP kembali mendistribusikan bantuan alat kesehatan kepada pemerintah Kabupaten Morowali pada hari Jumat, (17/9) di Bungku. Bantuan alkes yang diberikan berupa alat medis respirasi oksigen yang menjadi kebutuhan vital pasien Covid-19. Alkes yang didistribusikan yakni konsentrat oksigen 5L BF-5A, konsentrat oksigen 10L ND-ZY10QW, aksesoris pelembab pernapasan, Troli HFNC, dan oksimeter pulsa ujung jari. Bantuan alat kesehatan yang diberikan IMIP diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan  Ashar M. Ma’ruf yang mewakili pemerintah Kabupaten Morowali. Semua bantuan alkes kemudian disimpan di gudang farmasi dan alat kesehatan milik pemerintah yang berlokasi di Bungku. Kadis Kesehatan Pemkab Morowali, Ashar M. Ma’ruf menyatakan…

Memilih Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pembangkit Listrik ala Kawasan Industri Morowali – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Memilih Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pembangkit Listrik ala Kawasan Industri Morowali – Peristiwa

[ad_1] Sebagai bahan bakar utama pembangkit tenaga listrik, batu bara menjadi kebutuhan primer kawasan industri. Namun, batu bara kini dinilai sudah tidak ramah lingkungan. Butuh sebuah energi baru terbarukan sebagai solusinya. Seperti yang tengah direncanakan salah satu pelaku industri Tanah Air, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Peduli akan keberlangsungan kehidupan dan lingkungan sekitar, tenaga surya diyakini sebagai pengganti batu bara untuk pembangkit listrik. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diketahui akan berkapasitas 150 megawatt (MW) akan secara bertahap menggantikan batu bara sebagai sumber energi utama untuk kegiatan produksi di kawasan IMIP. Diungkap oleh CEO PT IMIP, Alexander Barus, untuk pembangunan PLTS, perusahaannya telah menyediakan lahan 150 hektar (ha) guna mewujudkan penyediaan listrik dari tenaga yang lebih ramah lingkungan. IMIP harus segera berbenah persoalan pembangkit listrik. Karena maklum saja, kawasan industri ini memiliki 3 klaster utama produksi yang sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan industri negara hingga ekspor. Cluster pertama adalah cluster…

Dampak Revolusi Industri Pada Distribusi Mesin di Indonesia – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Dampak Revolusi Industri Pada Distribusi Mesin di Indonesia – Analisis

[ad_1] Revolusi industri 4.0 kemunculannya sudah tidak bisa dihindari. Kemunculan dari revolusi ini juga berdampak pada pemasaran dari para distributor mesin Indonesia. Perubahan-perubahan yang terjadi ini merupakan akibat ataupun adaptasi dari adanya perkembangan pada dunia industri. Berikut ini adalah beberapa jenis perubahan yang terjadi pada pendistribusian mesin di indonesia yang merupakan akibat dari Revolusi Industri 4.0 : 1. Strategi Utama Pemasaran Mesin Sekarang Berfokus Pada Pemasaran Digital Pemasaran digital Pada masa revolusi industri 1, 2, maupun 3 masih digunakan sebagai alat maupun strategi pendukungnya saja. Nah, berkebalikan dari hal ini justru pada revolusi 4.0 revolusi industri, pemasaran digital dijadikan sebagai strategi utama dari para perusahaan penjualan mesin. Revolusi 4.0 ini juga menjadikan kehidupan manusia berubah drastis. Pada jaman dahulu, internet hanya digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi saja. Kini, pada masa industri 4.0 internet sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia mulai dari komunikasi, belajar, hiburan, dan sebagainya. Revolusi industri 4.0 ini mengakibatkan…

Bukti Pelaku Industri Peduli Pentingnya Mangrove Bagi Lingkungan – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Bukti Pelaku Industri Peduli Pentingnya Mangrove Bagi Lingkungan – Peristiwa

[ad_1] Siapa yang tidak mengenal bakau? Si pelindung dunia yang tidak hanya berguna bagi daratan namun juga sebagai pemasok oksigen untuk manusia ini harus dilindungi. Di Indonesia sendiri, tercatat ada 3.1 juta lahan mangrove, menjadikannya yang terbesar di dunia. Dari persebaran lahan tersebut, tidak sedikit yang perlu direhabilitasi. Maka dari itu, pemerintah kemudian menggalakkan program rehabilitas 250.000 lahan mangrove. Diharapkan semua lapisan masyarakat dapat mendukung program ini termasuk pelaku industri. Salah satu pelaku industri yang turut mendukung penyelamatan pelindung dunia adalah PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) di Morowali. Sebelum rencana pembukaan 30 hektar lahan untuk rehabilitasi mangrove, PT IMIP sudah turut berpartisipasi aktif dengan menanam 1.300 mangrove di tahun 2020, dilanjutkan dengan penanaman 3.185 mangrove di periode Januari- April 2021, lalu 100 bibit mangrove di Desa Fatufia pada Agustus 2021 silam. IMIP juga bahkan menggelar pameran edukasi tentang manfaat mangrove, yang menurut Bupati Morowali, mendapatkan respon positif dari masyarakat serta…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.