[ad_1] SEPERTI halnya anak muda pada umumnya, Anna Wardiyati semula bercita-cita bekerja di kantoran. Karena itu, setelah berhasil meraih gelar sarjana akuntansi, Anna bekerja di sebuah bank BUMN. Belakangan panggilan jiwanya tidak di perbankan. Anna akhirnya terjun ke dunia pendidikan. Tapi Anna tidak mendirikan sekolah mewah dan mahal, ia justru mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Lembaga ini merupakan pendidikan berbasis kemasyarakatan yang bertujuan untuk membantu warga yang tidak punya akses ke pendidikan formal. Alasannya karena miskin, jauh dari sekolah, umurnya sudah melewati usia sekolah, dan sebagainya. Anna mendirikan PKBM Cemerlang. Lokasinya di Jalan Dieng Km.4 Sibunderan, RT5/RW4 Krasak, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. PKBM ini terletak di sebuah gang yang relatif sempit. Ada sebuah papan nama kecil bertuliskan PKBM Cemerlang untuk menunjukkan jalan ke arah sekolah. Pertama kali melihat, orang bisa salah paham dengan PKBM ini karena lokasinya masuk gang kecil. Setelah memasuki kawasan PKBM, orang baru sadar bahwa…
Humaniora
Ilmuwan Muda Ini Berhasil Jalin Kerjasama dengan Jerman untuk Dunia Pendidikan Indonesia – Humaniora
[ad_1] Berbekal semangat, dan keinginan yang kuat untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Pria asal Kota Gudeg ini, rela meninggalkan tanah kelahirannya untuk menuntut ilmu hingga ke Eropa. Meski sempat diremehkan, karena keterbatasan bahasa dan dianggap tak mampu menyelesaikan berbagai temuan ilmiah, tidak membuat Ito mundur selangkahpun. Dirinya membuktikan diri dengan membuat berbagai jurnal papper yang mengantarnya mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain Penghargaan Poster Ilmuwan Muda Terbaik 2012 di Krakow, Polandia dari Eurosensors (sebuah komunitas sensor terbesar di Polandia), dan Penghargaan Kertas Terbaik 2013 dari IEEE Nanotechnology di Suzhou, China. Tercatat, sejak tahun 2010 hingga 2019 ia telah menerbitkan 45 jurnal ilmiah . Jerih payah Ito, terbayar setelah rampung menyelesaikan seluruh pendidikannya, ia menjalin kerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi RI dan Pendidikan Tinggi Jerman di bidang nano dan quantum dengan nama Indonesian-German Center for Nano and Quantum Technologies (IG-Nano). Dari program tersebut, ilmuwan muda ini membuka diri untuk menjembatani sebanyak-banyaknya akademisi…
Profesi Guru Sekolah Dasar, Apa Saja Kompetensi yang Dibutuhkan? – Humaniora
[ad_1] Profesi Guru Sekolah Dasar, Apa Saja Kompetensi yang Dibutuhkan? – Menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia, Anda akan mengajarkan ilmu kepada anak-anak yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa. Karena itulah, setiap guru diwajibkan memenuhi kualifikasi dan sikap professional keika mengajar. Guru yang professional di bidangnya tentu menjadi kunci agar siswanya menjadi insan yang berkualitas. Menteri Pendidikan Nasional memberikan standard dan kualifikasi akademik yang akan membantu guru ketika mengajar. Berikut ini merupakan kompetensi wajib yang harus dimiliki oleh guru, baik guru SD ataupun guru jenjang pendidikan yang lain. Macam Macam Kompetensi untuk Guru Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh, sebagai guru sekolah dasar Anda wajib mengetahui kompetensi tersebut. Keempat kompetensi ini adalah kompetensi intelektual, professional, pedagogic dan juga sosial, berikut adalah rincian masing-masing kompetensinya. A. Kompetensi Pedagogis Merupakan kompetensi dimana guru harus mengetahui karakteristik siswa yang diajar, baik aspek moral, emosional maupun intelektual. Implikasi tersebut diambil karena gutu…
Cara Jujur dengan Diri Sendiri – Humaniora
[ad_1] Mengapa begitu sulit untuk benar-benar jujur pada diri sendiri? Begitu banyak dari kita menghabiskan waktu kita kecewa dengan apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita inginkan dari kehidupan. Terkadang itu karena kita tidak tahu apa yang kita inginkan. Di lain waktu, kita memang tahu apa yang kita inginkan, tetapi kita terlalu takut untuk mengakuinya atau merasa kita tidak pantas mendapatkannya. Mungkin kita hanya tidak mau menerima kenyataan karena kebenaran itu tidak menyenangkan. Dan cukup sering, kebenaran itu tidak menyenangkan. Kebenaran bisa sangat buruk dan menyakitkan, terutama jika Anda menghabiskan banyak waktu berbohong kepada diri sendiri tentang hal-hal besar dan kecil. Tetapi mengapa kejujuran dengan diri sendiri begitu penting? Mengapa Anda tidak bisa mengesampingkan keraguan Anda sendiri, mengabaikan kebenaran, dan mewujudkan pepatah “Ketidaktahuan adalah kebahagiaan.”? Jawabannya adalah Anda harus hidup dengan diri sendiri 24 jam sehari, 7 hari seminggu, selama sisa hidup Anda. Dan jika Anda…
Cara Jujur Pada Diri Sendiri – Humaniora
[ad_1] Mengapa begitu sulit untuk benar-benar jujur pada diri sendiri? Begitu banyak dari kita menghabiskan waktu kita kecewa dengan apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita inginkan dari kehidupan. Terkadang itu karena kita tidak tahu apa yang kita inginkan. Di lain waktu, kita memang tahu apa yang kita inginkan, tetapi kita terlalu takut untuk mengakuinya atau merasa kita tidak pantas mendapatkannya. Mungkin kita hanya tidak mau menerima kenyataan karena kebenaran itu tidak menyenangkan. Dan cukup sering, kebenaran itu tidak menyenangkan. Kebenaran bisa sangat buruk dan menyakitkan, terutama jika Anda menghabiskan banyak waktu berbohong kepada diri sendiri tentang hal-hal besar dan kecil. Tetapi mengapa kejujuran dengan diri sendiri begitu penting? Mengapa Anda tidak bisa mengesampingkan keraguan Anda sendiri, mengabaikan kebenaran, dan mewujudkan pepatah “Ketidaktahuan adalah kebahagiaan.”? Jawabannya adalah Anda harus hidup dengan diri sendiri 24 jam sehari, 7 hari seminggu, selama sisa hidup Anda. Dan jika Anda…
Ada Reaksi KIPI Setelah Vaksinasi Covid-19? Ini yang Harus Dilakukan – Humaniora
[ad_1] Setiap orang mengalami kondisi yang berbeda-beda pasca mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sebagian orang tidak mengalami gejala apapun. Namun, sebagian lain mengalami gejala atau kerap disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Melansir laman covid19.go.id, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah gejala medis yang dapat terjadi setelah vaksinasi/imunisasi yang diduga terkait dengan vaksinasi/imunisasi yang diberikan. Umumnya KIPI bersifat sementara dan ringan, serta akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Adapun beberapa reaksi umum yang sering terjadi antara lain: 1. Nyeri, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan 2. Demam 3. Sakit kepala 4. Lelah atau tidak enak badan 5. Mengantuk 6. Mual 7. Lapar Jika tubuh bereaksi dengan KIPI setelah menerima vaksinasi, tetap tenang. Reaksi nyeri, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan dapat diatasi dengan kompres dengan air dingin. Jika demam dapat mengompres atau mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih, istirahat, dan minum obat bila perlu. Nah, yang perlu diingat, jika mengalami reaksi…
Onze Ong – Sosok Onghokham yang Eksentrik – Humaniora
[ad_1] Judul: Ong Kami Editor: David Reeve, JJ Rizal dan Wasmi Alhaziri Tahun Terbit: 2007 Penerbit: Komunitas Bambu Ketebalan: xvi + 358 ISBN: 978-979-3731-18-6 Kesimpulan saya tentang Onghokham setelah membaca buku ini adalah ia seorang yang eksentrik. Tidak ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan sosok Onghokham selain kata eksentrik. Buku “Onze Ong: Onghokham” Dalam Kenangan ini adalah kumpulan tulisan-tulisan pendek para kolega, sahabat dan keluarga Onghokham yang ditulis dalam peringatan 100 hari kematian beliau. Dari semua tulisan yang terkumpul di buku ini, para sahabat, kolega dan keluarga menggambarkan sosok Onghokham yang betul-betul eksentrik. Ong Hok Ham lahir di Surabaya pada tanggal 1 Mei 1933 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 30 Agustus 2007. Ong dibesarkan dalam keluarga Tionghoa kelas menengah yang berorientasi kepada budaya Belanda. Dalam tulisan-tulisan di buku ini, Onghokham disebut sebagai seorang sejarawan. Tak kurang dari A. B. Lapian, Anthony Reid, James T. Siegel dan Asvi Warman Adam…
Begini 7 Dampak Fatal Bila Negara Abai Terhadap Persoalan Literasi – Humaniora
[ad_1] Negara mengabaikan literasi Semua orang Indonesia ingin bangsanya literat. Agar terhindar dari hoaks, tidak gampang bergosip atau berujar kebencian. Katanya di ruang seminar, Indonesia perlu wujudkan masyarakat yang literat. Lalu, bagaimana realitas literasi masyarakat hari ini? Terkadang bingung juga. Urusan literasi di Indonesia itu harusnya dimulai dari mana? Minat baca-tulis yang harus ditingkatkan. Akses bacaan yang diperluas. Taman bacaan atau perpustakaan yang perlu diperbanyak. Atau cukup literasi hanya dibahsa di ruang-runag seminar. Dicanangkannya literasi sebagai gerakan nasional. Mau dari mana memulainya? Maka berbagai riset internasional menobatkan tingkat literasi bangsa Indonesia tergolong rendah. Laporan berjudul “Skills Matter” yang dirilis OECD (2016) melalui tes PIAAC, menyatakan tingkat literasi orang dewasa Indonesia berada pada posisi terendah dari 40 negara. Hanya 1% orang dewasa yang memiliki tingkat literasi yang memadai; yang dapat mengintegrasikan, menafsirkan, dan mensintesis informasi dari teks yang panjang. Lalu, hanya 5.4% orang dewasa yang dapat menemukan informasi dari teks yang panjang. Lalu, Central Connecticut State University merilis…
Aisyah, Sulap Sampah Menjadi Berkah – Humaniora
[ad_1] JADIBAIK – Pagi menyingsing, matahari mulai menampakkan wajahnya yang cerah. Siti Aisyah bergegas untuk melakukan rutinitas sehari-hari. Berbeda dari orang lain, Aisyah bergegas menuju sebuah ‘bank spesial’. Bukan menampung uang, bank yang didirikan olehnya ini merupakan bank sampah. Bau, kotor dan menjijikan mungkin menjadi kesan pertama bagi kita yang pertama kali mendengar atau melihat sampah. Namun, tidak berlaku bagi wanita kelahiran 1976 ini, sampah bisa disulap menjadi berkah. Yups, pendiri Bank Sampah NTB Mandiri ini menggantungkan hidup dari apa yang kebanyakan orang dianggap tak berguna. Tak hanya, untuk dirinya seorang, Aisyah bahkan memberikan peluang kesejahteraan bagi masyarakat lewat olahan sampah. Tak tanggung-tanggung lho, Aisyah menjadi eksportir hasil kerajinan sampah hingga ke mancanegara. Berkantor di ujung gang Kantor PLN Area Mataram atau Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar, Ampenan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bank Sampah NTB ini sudah berdiri tegak sejak 2011 silam. Di tangan dingin Aisyah, sampah yang dipandang sebelah mata ini…
Perempuan Literat yang Inspiratif dari Jakarta, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni – Humaniora
[ad_1] Mpok Sylvi, begitulan panggilan akrabnya. Lahir di Jakarta, 11 Oktober 1958, putri dari pasangan Kol (Purn) HD. Moerdjani dan Hj. Ni’mah. Wanita pengagum warna orange ini dididik oleh orang tuanya dalam suasana disiplin dan demokratis, bersama Sembilan saudara kandungnya, ia terbiasa menggelar “meja demokrasi” di rumah, dialog bebas dan berpendapat. Saat kecil ia mempunyai cita-cita menjadi guru, lalu beranjak remaja ia ingin menjadi pramugari, profesi yang dianggap keren, bertemu banyak orang, dan bisa keliling dunia. Lalu bergeser saat dewasa, ingin menjadi diplomat. Lalu sekarang cita-citanya kembali ingin mengajar. Bahkan ketika jadi Kepala Dinas Pendidikan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seringkali ia masuk ke kelas dan mengajar. Kepada tim Podcast IKA UNJ, Mpok Sylvi menuturkan faktor yang mendorong untuk melanjutkan kuliah ke jenjang tertinggi, yaitu: 1) motivasi dari orang tua dan 2) dorongan dari suami. Hingga suatu kali, Mpok Sylvi bertanya pada suaminya saat diangkat jadi Kepala Biro, “Pah bangga ga…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
