INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Bila berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa mampir ke Masjid Jendral Sudirman pada Rabu malam. Sebab Fahrudddin Faiz, seorang dosen UIN Sunan Kalijaga, akan berdiri di balik mimbar dan berbicara mengenai filsafat di acara rutin yang biasa disebut Ngaji Filsafat. Bahkan beberapa penerbit kembali menerbitkan buku-buku bertema filsafat. Semisal Basabasi, yang menerbitkan sembilan seri buku filsafat, Plato, Aristoteles, dan lain-lain, dan berakhir pada Rene Descartes. Ada pula Marjin Kiri, yang menerbitkan buku karya Amartya Zen yang berjudul “Kekerasan dan Identitas”, lalu karya Lorenzo Fioramonti yang berjudul “Problem Domestik Bruto”, dan lain-lain. Fenomena ini membuat filsafat terdengar akrab di telinga masyarakat. Beberapa penulis artikel bahkan gemar mengutip kalimat dari para filsuf untuk menguatkan poin tulisannya. Kita tahu, filsafat ialah ilmu yang mengantarkan kita pada kebijaksanaan. Sesuai dengan akar katanya yang berasal dari Yunani, yaitu philosophia, yang artinya pecinta kebijaksanaan. Dengan mempelajari filsafat, orang akan semakin peka terhadap peristiwa di sekitarnya, entah itu…

PPKM DKI Jakarta Tetap Level 3 atau Berubah? Pengumumannya Hari Ini – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

PPKM DKI Jakarta Tetap Level 3 atau Berubah? Pengumumannya Hari Ini – Peristiwa

[ad_1] PPKM DKI Jakarta periode 20 September-4 Oktober 2021 berakhir hari ini dan evaluasinya akan diumumkan. Hasil evaluasi PPKM DKI Jakarta dan daerah-daerah lain akan diumumkan sore atau malam ini. Sebelumnya diketahui bahwa DKI Jakarta masih menerapkan PPKM level 3 sama seperti pekan periode sebelumnya, hal ini tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021. Lantas, bagaimanakah nasib PPKM DKI Jakarta menjelang pengumuman nanti malam? Apakah status levelnya akan naik atau malah turun? Untuk mengetahui kondisi terkini PPKM DKI Jakarta dan data kasus COVID terbaru, simak informasi berikut ini. PPKM DKI Jakarta: Status Level PPKMStatus level PPKM DKI Jakarta berdasarkan Inmendagri Nomor 43 Tahun 2021 kini ada di level 3. Artinya, hal ini masih sama seperti status PPKM pada pekan-pekan sebelumnya. Sedangkan untuk PPKM Jawa-Bali secara keseluruhan, kini sudah tidak ada lagi wilayah yang menerapkan PPKM level 4. “Dari berbagai perbaikan tersebut, saya sampaikan tidak ada lagi kabupaten/kota…

Orang-orang Bingung di Hari Sabtu-Minggu, Mau Ngapain? – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Orang-orang Bingung di Hari Sabtu-Minggu, Mau Ngapain? – Humaniora

Ini adalah cerita tentang teman saya. Setiap Sabtu-Minggu akhir pekan selalu bingung. Mau ngapain? Lalu dia bercerita, jadi orang yang mudah bosan. Utamanya saat hari libur. Apalagi di masa pendemi Covid-19. Kebanyakan WFH, kebanyakan virtual. Giliran hari Sabtu dan Minggu, selalu bingung mau lakukan apa? Seperti Sabtu dan Minggu lalu. Kerja di hari kerja sudah. Kuliah sudah. Lebih banyak terkurung di dalam rumah. Pengen dagang online tidak bisa. Ingin bikin sesuatu, nggak kreatif. Pengen bertanam, takut mati pohonnya. Pengen buka taman bacaan, tidak tahu harus mulai dari mana? Begitulah yang terjadi di sebagian orang. Tiap hari Sabtu-Minggu, tiap akhir pekan. Bingung, mau ngapain? Tiap akhir pekan, tidak tahu mau berbuat apa? Mau ke rumah kawan, lagi musim Covid-19. Mau ke luar kota, ribet harus PCR atau antigen. Mau ke mal, tidak punya uang cukup. Mau buka Instagram, malah jadi bete lihat aktivitas orang lain. Buka facebook, bingung mau menguntit siapa? Mau…

Hari Tani Nasional dan Global Climate Strike: Bank BNI Didesak Hentikan Pendanaan untuk Batubara – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Hari Tani Nasional dan Global Climate Strike: Bank BNI Didesak Hentikan Pendanaan untuk Batubara – Analisis

[ad_1] Bukan kebetulan bila tahun ini Hari Tani Nasional bertepatan dengan aksi ‘Global Climate Strike’, sebuah unjuk rasa serentak di berbagai belahan dunia yang mengangkat persoalan perubahan iklim.  Bagaimana tidak, saat ini persoalan petani bukan hanya konflik agraria namun juga krisis iklim, yang menurut laporan badan PBB, datang lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Banjir, tanah longsor, kekeringan dan munculnya hama pertanian adalah sebagian dari bencana ekologi yang disebabkan oleh perubahan iklim. Bencana-bencana ekologi akan memukul hidup kaum tani di Indonesia. “Hari Tani merupakan momen yang tepat bagi pemerintah untuk berefleksi agar mampu melakukan  pembangunan yang berpihak ke masyarakat dan lingkungan, bukan hanya segelintir orang. Contoh dengan menghentikan pembangunan PLTU Batu Bara yang selain menjadi sumber emisi GRK, juga erat kaitannya dengan konflik agraria yang merampas lahan para petani,” ungkap Ginanjar Ariyasuta, aktivis muda yang tergabung dalam gerakan Jeda untuk Iklim dalam siaran pers 350.Org. “Di tahun 2021 ini, sumber-sumber kehidupan…

Saat Hoaks Tetap Marak di Hari Aksara Internasional – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Saat Hoaks Tetap Marak di Hari Aksara Internasional – Peristiwa

[ad_1] Tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional. Tapi kali ini, hari aksara dihantui banjirnya hoaks alias berita bohong. Kominfo (7/09/2021) menyebut konten hoaks seputar vaksin Covid-19 di media sosial saja mencapai 2.084 hoaks. Seperti hoaks yang menyebut: “Covid-19 bisa menular lewat ASI dan menyusui”.  Belum lagi hoaks tentang ambil bansos tunai di kantor pos harus bawa bukti sudah divaksin, vaksin Covid-19 berbahaya bagi ibu menyusui, dan rincian biaya tilang terbaru di Indonesia. Hari aksara di negeri ini benar-benar ditantang secara terbuka oleh hoaks. Maka hari aksara, tidak lagi urusan buta huruf atau kegemaran membaca. Hari asksara bukan hanya urusan baca-tulis. Tapi lebih dari itu, hari aksara harus mampu membendung bertebarannya hoaks dan konten-konten negatif di media sosial. Karena maraknya hoaks jadi bukti adanya krisis literasi di Indonesia. Sejatinya, hari aksara internasional tidak dapat dipisahkan dari gerakan literasi. Di tengah gempuran media sosial dan digitalisasi, hari aksara harus mampu memformulasikan…

Literasi dan Taman Bacaan yang Terpinggirkan, Catatan Hari Aksara Internasional – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Literasi dan Taman Bacaan yang Terpinggirkan, Catatan Hari Aksara Internasional – Peristiwa

[ad_1] Katanya, orang Indonesia malas baca tapi cerewet di media sosial. Meski minat baca buku rendah tapi menurut WeareSocial (2017) mengungkap orang Indonesia mampu menatap layar gawai 9 jam sehari. Tidak heran, cerewet-nya orang Indonesia di medsos juara ke-5 di dunia. Apalagi Jakarta mampu mengalahkan Tokyo dan New York. Sementara tiap tahun, Hari Aksara Internasional pada 8 September selalu dirayakan. Tentu dengan berbagai cara. Sebagai momentum untuk mengingatkan pentingnya literasi dan memajukan agenda keaksaraan.  Untuk mewujudkan masyarakat yang literat.  Apa bisa? Sementara faktanya UNESCO menyebutkan Indonesia berada di uurutan kedua dari bawah soal literasi dunia. Akibat minat baca-nya sangat rendah atau sangat memprihatinkan. Hanya 0,001% atau hanya 1 dari 1.000 orang Indonesia yang rajin membaca. Lain lagi, riset World’s Most Literate Nations Ranked (2016) menyatakan Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Sementara diskursus tentang literasi dan agendanya…

Apa Kabar Kaum Buta Huruf Jelang Hari Aksara Internasional? – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Apa Kabar Kaum Buta Huruf Jelang Hari Aksara Internasional? – Peristiwa

[ad_1] Penulis Indonesiana Bergabung Sejak: 29 April 2019 1 jam lalu Peristiwa Berita Utama Zaman boleh canggih tapi tidak bermakna saat masih ada kaum buta huruf. Bagaimana kaum buta huruf jelang Hari Aksara Internasional? Inilah kisahnya Dibaca : 17 kali Katanya era digital, eranya teknologi hebat. Ternyata tidak semua orang bisa menikmatinya. Apalagi kaum buta aksara. Tapi begitulah adanya. Zaman boleh canggih. Tapi bila masih ada yang buta aksara di dekat kita, apalah arti itu semua? Itulah yang dilakukan GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) TBM Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor. Sebuah perjuangan melek huruf, melek baca tulis untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan orang-orang yang bisa. Seminggu 2 kali mereka belajar. Dari mengeja suku kata, kata hingga menulis nama dan tanda tangan. Para ibu warga belajar buta aksara GEBERBURA TBM Lentera Pustaka tergolong kaum tidak beruntung. Setelah di data, mereka memiliki tingkat pendidikan 33% SD dan 67% SD tapi…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.