[ad_1] Ini catatan seorang tukang kebun. Bahwa di kebun ada pohon. Ada tukang kebun. Keduanya sama pentingna. Karena tidak mungkin ada kebun tanpa ada tukang kebunnya. Kebun tanpa tukang kebun bisa garung. Tukang kebun tanpa kebun pun bisa bingung. Saling membutuhkan dan melengkapi. Di kebun. Tiap pohon harus tumbuh, Tukang kebun harus merawatnya. Dari benih pohon yang kecil. Disirami, dipupuki, dan dirawat hingga tumbuh besar dengan “pegangan akar” yang kokoh. Tukang pun begitu. Harus tetap tumbuh jadi pribadi yang kokoh, dinamis, dan bermanfaat. Minimal untuk pohon-pohon yang dirawatnya. Bukan malah begitu-begitu saja. Apalagi berkeluh-kesah melulu. Di kebun lagi. Ada pohon yang tidak kuat diterpa angin. Ada yang mudah rontok daunnya begitu digoyang sedikit. Ada pohon yang kecilnya tumbuh bagus tapi giliran mau berbuah busuk. Bahkan ada pohon yang masa tumbuhnya jelek. Tapi saat berbuah luar biasa rasanya. Jadi, pohon-pohon di kebun itu berbeda-beda. Tapi satu yang pasti, semua pohon butuh udara…
BSNP Bukan Hanya untuk Kemendikbudristek, Kok Dibubarkan? – Peristiwa
[ad_1] Pengamat Bergabung Sejak: 26 April 2019 7 menit lalu Peristiwa Berita Utama Pertanyaannya lagi, apakah Nadiem juga tidak tahu, bahwa BSNP juga merupakan badan mandiri yang rekomendasinya bukan hanya untuk Kemendikdbudristek, melainkan juga bagi dunia pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Bila badan standarisasi Kemendikbudristek pengganti BSNP dimasukan pada unit kerja kementerian tersebut, wilayah kerjanya tak mencakup Kemenag. Penyelenggara pendidikan di negeri ini juga tidak hanya dinaungi oleh Kemendikbudristek. Ada sekolah dan kampus di bawah Kementerian Agama, juga ada sekolah dan kampus di bawah Kementerian dan Lembaga lain, semisal sekolah dan kampus yang berada di bawah Kementerian Kesehatan. Dibaca : 6 kali Kisah dilingsirkannya Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memamg cukup memprihatinkan di tengah kondisi pendidikan nasional terus tercecer dan terpuruk. Terang saja, berbagai pihak dan para akademisi di Republik ini pun menjadi kebakaran jenggot, tak habis pikir dengan tindakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Buntutnya, berbagai pihak…
