Musim datang dan pergi seraya meninggalkan fenomena cuaca yang makin menggelisahkan. Banjir besar dan longsor telah melanda berbagai tempat di belahan bumi utara. Negara-negara yang dulu dianggap bisa mengelola lingkungan alam dan tata ruangnya dengan cermat seperti Kanada, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Belgia, Belanda, Perancis, bahkan Norwegia, kini tak bisa lagi mengelak dari terjangan banjir bandang, tanah longsor, dan kekeringan. Belum lagi serangan gelombang udara panas, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kanada lebih dari 500 ribu ha hutan terbakar sepanjang musim panas 2021 ini. Di Rusia 1,5 juta ha hangus dan di Amerika Serikat (AS) 3,5 juta ha area hutan ludas di makan api di tahun 2021 ini. AS pun kini dikenal sebagai negara rawan banjir, karhutla dan badai siklon tropis (hurricane). Cuaca bukan lagi fenomena negara per negara, melainkan dampak dari iklim global yang kini telah terdisrupsi oleh perubahan iklim (climate change). Emisi karbon serta gas rumah kaca…
Aspal Buton: Potensi Besar, Investor Kurang – Pilihan Editor
[ad_1] Aspal Buton pertama kali ditemukan pada tahun 1924. Deposit aspal Buton diperkirakan sebesar 650 juta ton. Indonesia merdeka sudah 76 tahun. Indonesia sudah mengimpor aspal minyak selama 40 tahun lebih sebesar 1 juta ton per tahun, atau senilai US$ 500 juta per tahun. Dan Indonesia sudah berganti Presiden 7 kali. Apa makna dari informasi-informasi ini bagi rakyat Indonesia? Data-data ini menunjukkan bahwa potensi yang besar dari aspal Buton untuk menggantikan aspal minyak impor bukanlah berarti perhatian yang besar pula dari Presiden. Mengapa ? Karena tanpa aspal Buton pun pembangunan infrastruktur jalan-jalan terus dikembangkan dengan menggunakan aspal minyak impor. Jadi aspal Buton pastinya bukan merupakan sesuatu yang memerlukan perhatian yang istimewa dari Presiden. Adalah bukan rahasia umum lagi bagi rakyat Indonesia bahwa selama ini Indonesia memang gemar sekali mengimpor aspal minyak. Padahal Indonesia sendiri sudah dikaruniai sumber daya alam aspal Buton yang mampu menggantikan aspal minyak impor. Lalu siapa lagi yang…
