INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Seperti yang dilakukan Siti Aisyah, selama bertahun – tahun wanita asal Mataram NTB ini, seakan tak mengenal lelah bergelut dengan sampah plastik. Dengan cekatan, tangannya menyisihkan plastik bekas yang terkumpul di bank sampah, lalu dengan kreatif diolah menjadi kerajinan tangan menarik seperti tas, taplak meja, gantungan kunci, tempat tisu, tikar, bahkan keranjang sampah. Memang terlihat sederhana, namun ide kreatif tersebut mampu menembus pasar lokal maupun internasional. Harga jual satu produknya pun cukup menggiurkan, dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Dasar pemikiran wanita berkulit exotis ini juga patut diacungi jempol, menurut dia sampah adalah nol. Jika dilihat sebagai sampah, dia tetap akan menjadi nol. Maka, diperlukan ide untuk menjadikan angka di atas nol. Misalnya, botol dapat dilukis warna –warni agar ia menjadi botol unik untuk pot atau hiasan. Uniknya, Aisyah ternyata tidak hanya memikirkan masalah keuntungan namun juga memiliki semangat yaitu  kegiatan lingkungan, bisnis, dan sosial. Dalam merekrut tim, Aisyah memberikan…

Negeri ini Butuh Negarawan, Bukan Politikus – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Negeri ini Butuh Negarawan, Bukan Politikus – Analisis

[ad_1] Kamis sore (23/9/2021), begitu pengemudi ojek online yang saya tumpangi menginjak pedal gas, dia langsung membuka percakapan. Setelah bertanya arah tujuan saya sesuai pesanan diaplikasi, sang pengemudi pun bicara tentang corona yang kebijakan penanganannya cukup membuat dia menderita. Di tambah biaya test corona yang mahal. Siapa yang akhirnya mengeruk keuntungan dari pandemi corona ini? Rakyat hanya jadi korban. Dan, kita bisa apa? Sungut sang pengemudi dengan bahasa tubuh yang pasrah. Belum puas mengeluarkan uneg-unegnya, dia pun melanjutkan dan bilang. Inilah akibatnya bila di negeri ini sudah tak ada lagi negarawan. Adanya politikus. Tikus kan hama, mengapa malah mereka yang menguasai negara? Maka, pantas saja semua kekayaan bangsa ini terus diambil oleh mereka dengan berbagai cara. Hama malah dipelihara, dijaga, dipuja-puja. Masih dengan antusias, sang pengemudi pun menambahkan bahwa, sekarang BPJS Kesehatan juga lagi diotak-atik lagi oleh para politikus, yang hama itu. Rakyat lagi yang akan dibikin susah, pakai iuran dibikin…

Wartawan Bukan Hanya Penulis Berita – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Wartawan Bukan Hanya Penulis Berita – Analisis

[ad_1] Dalam buku Elemen Jurnalisme, Bill Kovach dan Tom Rosenstiel mengatakan bahwa  jurnalis bukan sekadar mengabarkan. Mereka harus memberikan kebenaran yang diperlukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ini menjadi salah satu hal fundamental jurnalisme hingga saat ini. Berbeda dengan sekadar memberitakan, mengabarkan kebenaran menuntut kesahihan sebuah kabar. Seorang wartawan tidak bisa memberitakan semua informasi yang dia dapatkan. Mereka terlebih dulu harus mencari kebenaran berita yang didapat, atau melakukan validasi. Validasi berarti pengujian kebenaran atas sesuatu. Jadi, setiap isu yang viral ataupun penting harus divalidasi terlebih dahulu sebelum diberitakan kepada masyarakat. Validasi ini sangat penting, karena validnya informasi yang diberitakan menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap media massa. Apabila berita yang sudah keluar terbukti adalah hoaks/disinformasi, si pembawa berita itu pun akan dicap sebagai pembohong. Sayangnya, saat ini tingkat validasi berita di media massa belum merata. Hal ini bisa dilihat dari masih adanya berita palsu yang diberitakan oleh media massa. Berita itu pun tersebar…

Tak Berkategori  

46 Napi Itu Manusia yang Berjiwa, Bukan Angka – Pilihan

[ad_1] Kematian manusia, meskipun hanya satu, bukanlah sekedar angka. Sekalipun ia seorang narapidana, ia tetap berpeluang memperoleh kematian yang layak, sebab masih terbuka jalan baginya untuk menjadi manusia baik di hadapan Penciptanya. Siapapun bisa berubah, yang buruk tak selamanya buruk, sebagaimana sebaliknya. Namun, siapapun yang percaya bahwa setelah gelap akan terbit terang, ia layak menerima kematiannya secara cukup patut. Mereka, para narapidana yang tewas dalam kebakaran di salah satu blok penjara Tangerang, tidak boleh dianggap dan diperlakukan sebagai angka. Padahal, jika diibaratkan sebagai angka, 46 adalah angka yang besar karena melibatkan kematian dalam satu peristiwa. Mereka meninggal dalam kurungan dan dikurung. Tidak menggelitik dan tidak mampu menyelamatkan diri dari amukan api. Ini adalah tragedi kemanusiaan, bukan kematian biasa. Kematian mereka tidak boleh dianggap sebagai statistik belaka. Jikalaupun keluarga napi ini diberi santunan, ini sesuatu yang sudah semestinya, tapi bukan berarti pertanggungjawaban kemanusiaan lantas hilang begitu saja. Dalam bikrokrasi ada jenjang-jenjang wewenang…

Training Center Bukan Tempat Seleksi Pemain Timnas? – Olah Raga
INDONESIAN CHANNEL  

Training Center Bukan Tempat Seleksi Pemain Timnas? – Olah Raga

[ad_1] Tembel Bila saja pemain yang dipanggil PSSI untuk training center (TC) berdasar proses dan prosedur yang benar, tak akan ada suara ketidak puasan dari pelatih Shin Tae-yong (STy). Ucapan ketidak puasan Sty terhadap 36 pemain yang ukut seleksi itu dirilis di berbagai media nasional. Media mengungkap, menurut STy kemampuan 36 pemain yang diseleksi tahap kedua ini masih kurang dibanding tahap pertama. Fisik mereka juga kalah. Padahal seleksi timnas U-18 ini dilakukan sebagai persiapan awal untuk tampil di Piala Dunia U-20 2023, saat  Indonesia menjadi tuan rumah. Setop seleksi timnas untuk kepentingan Bila terbukti seleksi timnas U-18 tahap 1 dan 2 bukan pilihan STy, publik pun mahfum. Tampak jelas kegiatan TC dimanfaatkan pihak mencari keuntungan dan kepentingan. Semisal ada kebanggaan bagi pihak yang bersinggungan ketika nama pemain yang ditawarkan dan dititipkan masuk dalam berita di media massa. Padahal mereka sendiri tahu kualitas si pemain mustahil dapat berjersey timnas. Publik bertanya mengapa…

Net Zero Emission, Bukan Pepesan Kosong – Pilihan
INDONESIAN CHANNEL  

Net Zero Emission, Bukan Pepesan Kosong – Pilihan

[ad_1] Perubahan iklim menjadi isu hangat dewasa ini. Menyadari hal tersebut, pemerintah Indonesia menargetkan Emisi Nol Bersih di tahun 2060. Target tersebut mencerminkan akan kewajiban mengurangi efek gas rumah kaca sebesar 29% secara kondisional dan bantuan global sebesar 41% atau setara dengan 314 sampai 398 juta ton CO2 sesuai Kontribusi Bertekad Nasional (NDC). Pemerintah segera mengambil strategi. Dalam jangka pendek, menghambat penggunaan B30 dan penembakan bersama pada PLTU. Sementara, optimalisasi EBT secara masif, penggunaan teknologi CCUS pada energi fosil hingga pengalihan kendaraan listrik digunakan sebagai strategi jangka panjang. Aksi mitigasi ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah terhadap perubahan iklim. Kebijakan lainnya berupa pergantian anggaran subsidi untuk kegiatan produktif, kontribusi energi baru terbarukan sebesar 23% di tahun 2025, serta konversi energi dari limbah. Yup, betul. Program-program pemanfaatan EBT dan efisiensi energi menjadi kontributor utama dalam aksi mitigasi. Di sisi lain, pemanfaatan EBT di Indonesia masih sangat minim bila dibandingkan dengan potensi yang…

BSNP Bukan Hanya untuk Kemendikbudristek, Kok Dibubarkan? – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

BSNP Bukan Hanya untuk Kemendikbudristek, Kok Dibubarkan? – Peristiwa

[ad_1] Pengamat Bergabung Sejak: 26 April 2019 7 menit lalu Peristiwa Berita Utama Pertanyaannya lagi, apakah Nadiem juga tidak tahu, bahwa BSNP juga merupakan badan mandiri yang rekomendasinya bukan hanya untuk Kemendikdbudristek, melainkan juga bagi dunia pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Bila badan standarisasi Kemendikbudristek pengganti BSNP dimasukan pada unit kerja kementerian tersebut, wilayah kerjanya tak mencakup Kemenag. Penyelenggara pendidikan di negeri ini juga tidak hanya dinaungi oleh Kemendikbudristek. Ada sekolah dan kampus di bawah Kementerian Agama, juga ada sekolah dan kampus di bawah Kementerian dan Lembaga lain, semisal sekolah dan kampus yang berada di bawah Kementerian Kesehatan. Dibaca : 6 kali Kisah dilingsirkannya Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memamg cukup memprihatinkan di tengah kondisi pendidikan nasional terus tercecer dan terpuruk. Terang saja, berbagai pihak dan para akademisi di Republik ini pun menjadi kebakaran jenggot, tak habis pikir dengan tindakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Buntutnya, berbagai pihak…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.