Tak Berkategori  

[ad_1] Hari itu adalah ketiga kalinya saya menghadiri pengajian ma’rifah an-nafs (mengenal diri sendiri) melalui kitab Al-Hikam Al-‘Atha’iyyah. Kajian ini cukup spesial karena diisi dengan pembacaan shalawat yang merdu dari Habib Razy. Pada pertemuan itu, Habib Razy membawa sehelai rambut Rasulullah yang ia simpan. Saya membayangkan bahwa rambut itu pernah menemani Nabi berdakwah dan basah oleh air wudhu, dan merasa takjub sejenak. Sebelum menutup pembelajaran, guru kami bercerita tentang Sayyidah Aisyah ra. Sejak kepergian Rasulullah SAW, tidak sekali dua kali Aisyah merindukannya. Setiap rindu menghampiri, Aisyah jatuh sakit. Kuatnya kerinduan Aisyah kepada Rasulullah tak mampu dipikul oleh raganya. Untuk mengobati rasa rindunya, Aisyah mengambil sehelai rambut Rasulullah saw, lalu memasukkannya ke dalam segelas air. Aisyah akhirnya merasa sedikit lega dengan kehadiran Rasulullah SAW, meski hanya rambutnya. Kisah itu membuat air mata saya mengalir begitu saja, saya lalu menyadari sedang merindukan orang yang bahkan belum pernah saya temui seumur hidup saya, Rasulullah….

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.