Taman Bacaan Lentera Pustaka Bogor. Mereka turun ke jalan untuk mengajak anak-anak lainnya membaca buku, kok bisa? Anak-anak kecil demo untuk apa? Anak-anak kecil usia sekolah demo. Seperti yang terjadi di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Sekitar 160-an anak pembaca aktif usia sekolah tutun ke jalan. Mereka melakukan “Kampanye Ayo Baca” dengan cara keliling tiga kampung (Warung Loa – Tamansari – Sukajaya) hanya untuk mensosialisasikan pentingnya anak-anak usia sekolah membaca buku. Dibimbing wali baca dan para relawan, anak-anak melakukan “aksi diam berjalan” sambil membaca pamflet “Anak Sekolah Haru Rajin Membaca”, “Ayo ke TBM”, Ayo Baca”, “Ayo ke Taman Bacaan”, dan hastag #BacaBukanMaen. Demo anak-anak kecil tentu beda dengan demo orang dewasa. Atas nama kritik dan emokrasi turun ke jalan. Tapi anak-anak TBM Lentera Pustaka justri berdemo atau unjuk rasa demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi anak-anak kampung. Anak-anak yang selama ini sulit mendapatkan akses…
Optimalkan Publikasi Gerakan Literasi di Indonesia, TBM Lentera Pustaka Luncurkan Website Taman Bacaan – Peristiwa
[ad_1] Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor meluncurkan website sebagai upaya optimalkan taman bacaan di Indonesia. Disaksikan 160-an anak pembaca aktif dan 20 relawan, peluncuran website resmi https://tbmlenterapustaka.com/ (tbmlenterapustaka.com) dilakukan di Bogor (13/10/2021). Selain berisi profil dan program taman bacaan, website ini pun menyajikan rubrik “majalah taman baca” yang ditulis setiap hari tentang aktivitas dan opini seputar taman bacaan dan gerakan litetasi di Indonesia. “Website tbmlenterapustaka.com ini dibangun secara sukarela oleh relawan kami, Nazarkasih. Sebagai bentuk kepedulian terhadap aktivitas taman bacaan yang layak dipublikasikan. Di era digital sekarang, taman bacaan bukan hanya tempat baca buku. Tapi harus mampu menjadi menjadi inkubator gerakan literasi dan tradisi baca, termasuk praktik baik taman bacaan. Apa saja informasi ada di website kami” ujar Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka yang sekaligus kandidat Doktor Taman Bacaan dari Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Pakuan Bogor. Nazarkasih, developer sekaligus relawan TBM Lentera Pustaka membangun…
