Oleh: M. Nur Kholis Al Amin Agama merupakan satu frase kata dengan sejuta makna. Para ilmuwan telah berusaha secara mendalam untuk mendefinisikan kata agama. Namun, penjabaran tentang definisi agama yang tidak mudah dirangkaikan dalam sebuah kalimat dengan kata sepakat bagi semua golongan. Agama, sebuah kata yang dapat membawa kita ke kehidupan batin dan dhohir sebagai manusia yang berinteraksi (berhubungan) dengan Sang Pencipta, lingkungan sosial, dan lingkungan dengan berbagai aturan yang telah ditetapkan oleh-Nya melalui utusan-Nya yang tercatat dalam kitab suci. Dengan demikian, unsur keyakinan/keyakinan terhadap kekuasaan Yang Mahakudus tertanam dalam diri pribadi umat beragama. Unsur kepercayaan yang membuat umat beragama menaati aturan kitab suci atau aturan alam dalam menjaga stabilitas ketertiban hidup (kosmos) melalui ritual (baca: ibadah) sebelum terjadi gangguan (chaos). Bagi orang awam –seperti saya–mungkin tidak begitu mementingkan definisi yang njlimet; tentang apa itu agama, namun kiranya sedikit mengerti definisi agama juga penting untuk saya ketahui, sebagaimana terdapatnya unsur-unsur agama…
Analisis
Cinta Laura dan Rene Descartes (Oleh Kemala Atmojo) – Analisis
[ad_1] Buat Yudhistira Massardi, yang meminta saya membuat tulisan ini. Sudah lama saya tidak mendengar nama Rene Descartes dikumandangkan di beberapa forum diskusi filsafat yang saya tonton melalui media sosial. Saya lebih sering mendengar nama-nama besar lain yang kerap disebut seperti Sokrates, Aristoteles, Plato (Yunani Kuno), kemudian Augustinus dan Thomas Aquinas (Abad Pertengahan), Hugo Grotius dan Thomas Hobbes (Zaman Renaissance), John Locke dan Immanuel Kant (Zaman Rasionalisme), Hegel dan Karl Max (Abad XIX), Michel Foucault, Jacques Derrida (filsuf kontemporer), dan seterusnya. Maka, ketika nama Rene Descartes (1596-1650) disebut oleh aktris muda Cinta Laura dalam sebuah pidato bertopik moderasi beragama, saya tergoda untuk mengingat-ingat lagi beberapa pokok pikiran “bapak filsafat modern” itu. Tapi, ada baiknya kita simak dulu apa yang dikatakan Cinta Laura, sekaligus untuk mengapresiasi pidatonya. Kata Cinta Laura, mengutip Descartes, “Manusia adalah mahkluk yang terbatas (terbatas), sedangkan Tuhan adalah sosok yang tak terbatas (tidak terbatas),” katanya. Cinta Laura kemudian melanjutkan…
Kualitas Lingkungan Sekolah SMPN 24 Samarinda Terkiat Keberadaan TPA Bukit Pinang – Analisis
[ad_1] Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakuknya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain (PP RI No.22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan PPLH). Kualitas lingkungan sekolah yang baik akan mendukung Proses Belajar Mengajar (PBM) serta meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Kawasan lingkungan sekolah yang kondusif dari suara bising lalu lintas jalan raya dan atau suara industri, serta penataan bangunan dan ruang pada gedung sekolah diharapkan mampu membuat murid merasa nyaman untuk belajar di sekolah, oleh sebab itu kondisi kawasan lingkungan hidup sekitar sekolah (termasuk kondisi sosial masyarakat) merupakan salah satu faktor utama untuk mendukung Proses Belajar Mengajar (PBM). Lingkungan hidup terdiri dari lingkungan hidup alami, lingkungan hidup binaan dan lingkungan hidup sosial yang saling berkaitan dan saling menentukan corak atau kualitas lingkungan hidup secara keseluruhan. Keterkaitan atau hubungan timbal balik antara lingkungan disebut sebagai ekosistem,…
Risiko Tidak Menerapkan Ergonomi – Analisis
[ad_1] Faktor ergonomis dalam pembuatan furnitur dapat mempengaruhi kenyamanan pengguna. Bayangkan, jika produk yang anda beli tidak menerapkan ergonomi yang benar? Sebelum kita jauh mengulik resiko tidak menerapkan ergonimi, alahngkah baiknya Anda mengetahui ap aitu ergonomi? Pengertian Ergonomi Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat dan keterbatasan manusia yang dipergunakan untuk merancang sistem kerja, sehingga sistem tersebut dapat bekerja dengan baik. Work-related Musculoskeletal Disorder (WMSDs) adalah salah satu gangguan otot yang di sebabkan oleh postur kerja yang salah dalam melakukan aktivitas kerja. Apabila otot menerima beban statis secara berulang kali dengan kurun waktu yang lama, dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen, dan tendon. Efek negative lainnya adalah sebagai berikut: 1. Kelelahan, bekerja secara terus menerus dan mengabaikan waktu istirahat akan rentan mengalamai kelelahan. 2. Kejenuhan, perasaan ini dapat menurunkan kinerja pegawai karena pada saat bekerja merasakan jenuh, rasa jenuh terjadi karena pengaturan ruangan selalu sama setiap waktu.3….
Hindari Jeratan Utang Berbunga Tinggi, Kampung Literasi Sukaluyu Genjot Edukasi Finansial Rumah Tangga – Analisis
[ad_1] Praktik rentenir adalah realitas di kampung-kampung. Tidak sedikit warga yang terjerat utang berbunga tinggi hingga memporak-porandakan ekonomi keluarga. Maka sebagai ikhtiar mengajarkan pentingnya pengelolaan ekonomi keluargan di samping pemberdayaan ekonomi rakyat secara nyata, Kampung Literasi Sukaluyu menggerakkan literasi finansial melalui Koperasi Lentera yang basisnya simpan pinjam. Diikuti 28 kaum ibu sebagai anggota, program Kampung Literasi Sukaluyu yang diinisiasi Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM memperkuat pemahaman literasi finansial warga di Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kab. Bogor untuk menghindari jeratan utang yang ditawarkan bank keliling (bangke) pada Sabtu (25/09/2021). Sekaligus edukasi pentingnya perencaaan ekonomi keluarga yang diberikan Syarifudin Yunus, penggagas Koperasi Lentera dan pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Bertajuk “Keuangan keluarga 50:30:20”, kaum ibu dibekali edukasi literasi finansial untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan kelurga dengan format 50% untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, 30% untuk bayar utang dan jajan anak, dan 20% untuk tabungan atau simpanan koperasi. Dilaporkan pula kondisi…
Bahasa Cinta Kasih Itu, Empati – Analisis
[ad_1] Empati Tahun 2018, belum ada virus corona. Pun Covid-19 belum berpandemi ke seluruh dunia dan ke Indonesia. Namun, dalam sebuah kesempatan, ada proyek pekerjaan yang sedang saya tangani, tema besarnya ternyata tentang masalah empati yang terus tergerus pada manusia-manusia khususnya di bumi pertiwi. Sebagai bagian dari langkah pekerjaan itu, saya tulis lirik dan lagu dengan judul Empati. Untuk keperluan dokumentasi pribadi, lagu Empati pun saya rekam sederhana dan saya simpan di Chanel YouTube saya: Supartono JW. Lirik lagu Empati saya tulis berdasarkan rekaman deskripsi fakta tentang kondisi empati orang-orang, terutama orang-orang yang seharusnya berada di garda terdepan mengentaskan penderitaan rakyat Indonesia selama ini. Liriknya: Empati Oleh Supartono JW Beberapa lebih suka Perhatikan dirimu sendiri Banyak yang sibuk Mengurusi kepentingan sendiri Laku langkahnya juga untuk sendiri Segala cara untuk untung sendiri Triknya egois Semuanya demi untuk diri sendiri Reff. Ayo buka mata hatimu Bahwa hidupmu tak bisa sendiri Ayo berbagi kasihlah…
Hari Tani Nasional dan Global Climate Strike: Bank BNI Didesak Hentikan Pendanaan untuk Batubara – Analisis
[ad_1] Bukan kebetulan bila tahun ini Hari Tani Nasional bertepatan dengan aksi ‘Global Climate Strike’, sebuah unjuk rasa serentak di berbagai belahan dunia yang mengangkat persoalan perubahan iklim. Bagaimana tidak, saat ini persoalan petani bukan hanya konflik agraria namun juga krisis iklim, yang menurut laporan badan PBB, datang lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Banjir, tanah longsor, kekeringan dan munculnya hama pertanian adalah sebagian dari bencana ekologi yang disebabkan oleh perubahan iklim. Bencana-bencana ekologi akan memukul hidup kaum tani di Indonesia. “Hari Tani merupakan momen yang tepat bagi pemerintah untuk berefleksi agar mampu melakukan pembangunan yang berpihak ke masyarakat dan lingkungan, bukan hanya segelintir orang. Contoh dengan menghentikan pembangunan PLTU Batu Bara yang selain menjadi sumber emisi GRK, juga erat kaitannya dengan konflik agraria yang merampas lahan para petani,” ungkap Ginanjar Ariyasuta, aktivis muda yang tergabung dalam gerakan Jeda untuk Iklim dalam siaran pers 350.Org. “Di tahun 2021 ini, sumber-sumber kehidupan…
Negeri ini Butuh Negarawan, Bukan Politikus – Analisis
[ad_1] Kamis sore (23/9/2021), begitu pengemudi ojek online yang saya tumpangi menginjak pedal gas, dia langsung membuka percakapan. Setelah bertanya arah tujuan saya sesuai pesanan diaplikasi, sang pengemudi pun bicara tentang corona yang kebijakan penanganannya cukup membuat dia menderita. Di tambah biaya test corona yang mahal. Siapa yang akhirnya mengeruk keuntungan dari pandemi corona ini? Rakyat hanya jadi korban. Dan, kita bisa apa? Sungut sang pengemudi dengan bahasa tubuh yang pasrah. Belum puas mengeluarkan uneg-unegnya, dia pun melanjutkan dan bilang. Inilah akibatnya bila di negeri ini sudah tak ada lagi negarawan. Adanya politikus. Tikus kan hama, mengapa malah mereka yang menguasai negara? Maka, pantas saja semua kekayaan bangsa ini terus diambil oleh mereka dengan berbagai cara. Hama malah dipelihara, dijaga, dipuja-puja. Masih dengan antusias, sang pengemudi pun menambahkan bahwa, sekarang BPJS Kesehatan juga lagi diotak-atik lagi oleh para politikus, yang hama itu. Rakyat lagi yang akan dibikin susah, pakai iuran dibikin…
3 Tip Pencahayaan Tepat untuk Kamar Anak – Analisis
[ad_1] Tidur berkualitas tidak hanya diperlukan bagi orang dewasa, begitu pula anak – anak. Mereka membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari orang dewasa, yaitu 10 – 12 jam. Untuk memenuhi kebutuhan tidur yang berkualitas, kamar anak harus meliputi beberapa unsur yang menunjang kenyamanan kamar, seperti kualitas udara, suhu, suara, warna lembut yang menjadi unsur visual kamar, dan pencahayaan. Pencahayaan merupakan salah satu unsur utama untuk menciptakan kenyamanan di kamar. Menurut Dr dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K), salah satu faktor kamar anak yang baik adalah memiliki pencahayaan yang baik. “Anak cenderung sering melakukan kegiatan di kamar saat mereka berada di rumah”, ujar Dr dr Ariani Dewi Widodo SpA(K). Karena fungsi kamar anak yang bermacam – macam, maka ada beberapa macam pencahayaan yang bisa menunjang kamar anak untuk jadi lebih fungsional. Yuk, simak tips – tips pencahayaan berikut yang bisa diterapkan di kamar anak! Lampu yang Tepat untuk Aktivitas Si Kecil Pencahayaan…
Kecemasan Politisi Kehilangan Eksistensinya – Analisis
[ad_1] Kekuasaan telah jadi bagian penting dalam politik, bila bukan yang terpenting bagi para politisi. Entah berapa banyak politisi yang berusaha duduk di kursi kekuasaan dengan melakukan apa saja. Hasrat kuat pada kekuasaan ini berpotensi membuat politisi kehilangan pegangan: apakah kekuasaan menjadi tujuan atau sebagai sarana untuk menyejahterakan rakyat lahir batin? Ketika kekuasaan jadi tujuan, setelah menang dalam kompetisi politisi akan cenderung menjadikan dirinya pusat segala sesuatu [self-centring]. Dari kursi kekuasaan, politisi sejenis ini memandangi dunia sekelilingnya: rakyat, wilayah, sumberdaya, lawan dan sekutu, wewenang, dan seterusnya—segala sesuatu yang membuat dirinya merasa lebih penting dibandingkan lainnya. Kekuasaan perlahan mengubah dirinya sebagai manusia baru yang di tangannya tergenggam wewenang untuk melakukan banyak hal—termasuk yang sebelumnya tak mampu ia lakukan. “Oo, alangkah besar kuasa dalam genggamanku,” barangkali begitu ia berujar. Minuman hangat dan kudapan tersedia di mejanya tanpa ia perlu memintanya. Sarapan lengkap tertata rapi di meja makan. “Apakah Tuan menginginkan menu khusus untuk…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
