Podcast Kasih Lintas Manusia

"Maskerku melindungi kamu,maskermu melindungi aku"

By Meilita Laurens

Kita berada di situasi New Normal. Begitulah, waktu terus berjalan. Kita pun berproses, dari yang namanya New Normal menjadi sesuatu yang kini, normal. Kita dalam tatanan baru, di kehidupan sehari-hari.

Seperti yang pernah diungkapkan dengan sangat puitis. Kita menjadi banyak bersyukur, meresapi apa yang itu indahnya dunia. Sela. Ya, kita seakan punya jedah waktu untuk memahami kita berada di bumi ini.

Kita menjadi lebih sabar, kemudian berusaha menjadi lebih baik. Ya, bahkan ada yang menyebut kesabaran dengan Tuhan adalah iman. Menjauhi masa lalu yang membawa air mata.

Saat ini, banyak dari antara kita berproses makin hari makin baik. Tidak terpikir sedikitpun, bagaimana masa depan yang membawa ketakutan. Biarlah kesusahan hanya dialami hari ini, besok yakin bisa diatasi.

Jalani momen ini dengan senyum, terkadang membawa sorakan. Kalaupun ada ujian dalam hidup kita yang terasa pahit, kita malah terus mengucap syukur. Menyadari, bahwa setiap masalah datang untuk membuat kita atau menghancurkan kita.

Refleksi diri. Pilihan ada di tangan kita. Apakah kita menjadi “korban” atau pemenang. Tahukah Anda mengapa Tuhan menciptakan celah di antara jari?

Agar seseorang yang spesial bagi Anda datang. Dan mengisi celah itu dengan memegang tangan Anda selamanya.

Hidup itu, seperti buku catatan. Dua halaman sudah dituliskan oleh Tuhan.  Halaman pertama adalah Kelahiran. Halaman terakhir adalah Kematian.

Halaman tengah kosong. Maka, mari kita “isi” dengan senyum dan cinta. Hidup itu indah. Satu hari, satu jam dan satu menit. Ah, momen yang tidak akan datang lagi seumur hidup kita.

Ada yang menyebut, hidup adalah “gema” alias pantulan.
Apa yang kita kirim, kembali pada kita. Apa yang dilihat, ya kita lihat, menuai. Jadi, jika kita memberikan kepada banyak orang kebaikan, termasuk kabar baik dalam tulisan ini.

Hal-hal baik juga akan Anda rasakan. Podcast Kasih Lintas Manusia, KLM. Merupakan pancaran cinta dan kasih. Cinta kepada sesama, silahkan sharing. Karena apa yang Anda dengar, itu tak sekedar perkataan-perkataan.

Podcast KLM laiknya semacam doa. Ungkapan sosial budaya secara umum, semacam prosa yang berangkat dari pengalaman pribadi yang emosional, reflektif serta harapannya bisa menginspirasi siapa saja.

Berkaitan dengan fenomena kekinian. Maka, KLM diusulkan juga oleh teman saya. KLM bermakna Kekinian Lewat Meilita

“Catatan tengah”-nya semacam ini. Kehidupan yang puas lebih baik daripada kehidupan yang sukses. Karena kesuksesan kita diukur oleh orang lain. Tetapi kepuasan kita diukur oleh jiwa, pikiran serta hati kita.

Yang jika dipahami, menentukan pola pikir kita. Selftalk yang menentukan tindakan kita. Yakinlah, bahwa dalam kehidupan ini, selalu ada dan ada yang kita bisa pelajari.
Yakin juga, dengan keajaiban yang akan terjadi pada orang percaya.

Semoga tulisan ini mencerahkan. Kemudian banyak yang mendengar Kasih Lintas Manusia. Hal-hal yang menginspirasi di podcast KLM. Silahkan share podcast KLM, kemudian dengarkan, pasti  terjadi keajaiban di hidup Anda.

Meilita Laurens
Kasih Lintas Manusia (KLM)
https://anchor.fm/meilita-laurens/episodes/Kunci-Kiat-Meraih-Sukses-e12luu6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »