Keistimewaan Rujak Legendaris Rujak Lezat Natsepa, Ambon.

Rujak Natsepa - Kulines khas Ambon

INDONESIANTALK.COM – Rujak adalah makanan yang menjadi salah satu kebanggaan Bangsa Indonesia. Memang di Negara-negara barat kita mengenal fruit salad, namun rujak berbeda. Buah-buahan tropikal dan saus sambal kacang menjadi ciri khas utama makanan yang bernama rujak ini.

Hampir di setiap daerah di Indonesia mengenal makanan ini. Selain karena keberadaan buah-buahan yang begitu melimpah di Indonesia, cita rasa makanan Indonesia yang beraneka ragam seperti pedas, asam, asin, bahkan manis pun terwakil kan semua di dalam rujak.

Salah satu rujak yang terkenal di negeri ini, Rujak Natsepa yang terkenal dari Ambon – Maluku.

Rujak Natsepa, Kuliner Khas Ambon yang Pedasnya Nampol. Ambon, kota terbesar di Maluku yang memiliki keistimewaan tersendiri.

Ada pepatah mengatakan, belum ke Ambon kalau belum ke Pantai Natsepa. Dan satu lagi, urang lengkap juga kalau ke sana belum mencicipi rujak Natsepa yang menggoyang lidah. Wisata pantai dan kuliner yang manise!

Pantai ini terletak sekitar 18KM dari Pusat Kota Ambon dan sering dipilih menjadi tempat berlibur. Pantai berpasir putih nan halus ini tentu saja menjadi kebanggaan kota Ambon dan sangat ramai dikunjungi wisatawan.

Rujak Legendaris

Tidak selayaknya pantai lain dengan kuliner khas kelapa muda dan seafood-nya, Pantai Natsepa bahkan mengunggulkan rujak Natsepa yang wajib dicicipi oleh wisatawan. Konon, berkunjung ke Pantai Natsepa, tetapi tidak mencicipi rujak adalah sia-sia.

Keunikan utama rujak ini terletak pada sambal kacangnya yang luar biasa berbeda dengan sambal rujak umum yang biasa saya makan. Sambal rujak terdiri dari kacang, cabai, dan gula aren. Kacang tanah yang digunakan diulek tidak sampai halus sehingga masih bertekstur.

Rasa manis memang mendominasi, namun gula merah yang menjadi unsur utama bumbu kacangnya terasa lebih legit dari gula merah yang umum.

Tambahan pala dan pangkal buah belimbing juga merupakan faktor penting yang membuat rasa sambal kacang rujak ini begitu berbeda. Percikan rasa pedas seakan malu-malu keluar dari bumbunya, namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal inilah yang membuat pengunjung ketagihan dengan Rujak Natsepa.

Belum lagi ketika bumbu tersebut berpadu dengan citarasa buah-buahan tropis yang menjadi makanan utamanya. Rasa manis, pedas, asin, dan asam bercampur semua di dalam mulut dan menciptakan citarasa yang tidak biasa saya rasakan.

Rujak Natsepa berisi irisan buah layaknya rujak biasa, seperti irisan ubi jalar, belimbing, pepaya, nanas, jambu, kedondong, timun, dan lainnya.

Rujak Natsepa ini bisa dibeli di beberapa warung yang ada di sekitar pantai. Harga satu porsi rujak sangat terjangkau, hanya Rp15.000 saja.  Yang uniknya, semua penjualnya adalah wanita, yang konon menurut cerita ini sudah tradisi turun temurun.

Rasa pedas manis dengan kacangnya  yang banyak sekali di atas permukaan rujak, yang bikin ‘kriuk kriuk’ saat melahapnya. Sungguh nikmat, makan rujak sambil memandangi pantai pasir putih di depan mata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »