Kakak Tamiya dan Ade

Hubungan Unik Seekor Anjing dan Pemiliknya. 

By Syalomitha Hukom

INDONESIANTALK.COM – Anjing terkenal sebagai hewan yang setia, kedekatannya dengan sang pemilik seperti dua sahabat yang tak terpisahkan.

Anjing selalu berusaha untuk menunjukkan perasaannya kepada sang majikan dengan caranya yang unik.

Anjing tidak hanya butuh makanan dan minuman serta tempat bernaung, tapi terlebih lagi mereka butuh perhatian kita. Mereka butuh interaksi fisik dan batin. Kedekatan. Komunikasi. Kemesraan.

Catatan penulis sebagai pengalaman pribadi, “Setiap pagi saya selalu mengajak anjing saya berjalan-jalan di seputar kompleks. Cukup lima belas menit saja tapi itu sudah membuatnya sangat riang”.

“Kami biasanya akan duduk bersama selama 15 menit lagi. Saya menemaninya sarapan dan minum serta bercengkrama sebentar, seperti mengelus-elus kepalanya, dan mengajaknya bermain”.

“Itu sudah cukup membuat saya lega sebelum saya beraktifitas…”

Memiliki anjing adalah sebuah keputusan hati. Ada konsekuensi batin. Ya, tentu saja ini berlaku jika kita memang mengakui diri kita sebagai pecinta binatang.

Kenapa konsekuensi batin?

Dalam konteks pemeliharaannya sebagai obyek kasih sayang, anjing membutuhkan bukti kasih yang konkrit. Yakni, sentuhan.

Sentuhan kasih itu bisa diberikan dalam berbagai bentuk, sesuai dengan kondisi hidup kita.

Mengajaknya bermain, membiarkannya berada di dekat kita, rutin membawanya berjalan agar keempat kakinya bergerak menyehatkan, memandikannya dengan teratur, menatapnya dengan lekat, atau memeluknya.

Silahkan klik video dibawah ini:

Ilustrasi, seekor anjing Tamiya yang setia menemani  pemiliknya, Ade yang tengah menyelesaikan study akhirnya.

Sebagai contoh, anjing juga menyukai kepala mereka dielus. Anjing merasakan itu sebagai tanda kasih sayang dan juga ikatan dengan pemiliknya. Meski begitu, tidak semua anjing menikmatinya.

Beberapa tidak suka disentuh kepalanya dari atas karena sentuhan itu dianggap sebagai gerakan yang mendominasi.

Namun, hal ini hanya terjadi pada anjing yang biasanya tidak bersosialisasi dengan baik atau cenderung takut pada orang dan lingkungan yang baru.

Catatan pinggir, bila kita memutuskan untuk  memelihara anjing atau hewan peliharaan laiinnya, diperlukan komitmen dalam banyak hal, waktu, keuangan, kesetiaan dan kasih sayang, dan tempat yang layak.

Ketika seekor anjing telah kita ambil dan tinggal di rumah kita maka segenap hidupnya sangat bergantung pada kita.

Mari sentuh anjing-anjing kita dengan hati……

****

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »