[ad_1] Sebagai bahan bakar utama pembangkit tenaga listrik, batu bara menjadi kebutuhan primer kawasan industri. Namun, batu bara kini dinilai sudah tidak ramah lingkungan. Butuh sebuah energi baru terbarukan sebagai solusinya. Seperti yang tengah direncanakan salah satu pelaku industri Tanah Air, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Peduli akan keberlangsungan kehidupan dan lingkungan sekitar, tenaga surya diyakini sebagai pengganti batu bara untuk pembangkit listrik. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diketahui akan berkapasitas 150 megawatt (MW) akan secara bertahap menggantikan batu bara sebagai sumber energi utama untuk kegiatan produksi di kawasan IMIP. Diungkap oleh CEO PT IMIP, Alexander Barus, untuk pembangunan PLTS, perusahaannya telah menyediakan lahan 150 hektar (ha) guna mewujudkan penyediaan listrik dari tenaga yang lebih ramah lingkungan. IMIP harus segera berbenah persoalan pembangkit listrik. Karena maklum saja, kawasan industri ini memiliki 3 klaster utama produksi yang sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan industri negara hingga ekspor. Cluster pertama adalah cluster…
INDONESIAN CHANNEL
Cara Bijak Bermedia Sosial di Tengah Pandemi – Urban
[ad_1] Pandemi membuat manusia lebih banyak berinteraksi lewat daring. Dan, media sosial menjadi salah satu teknologi yang memfasilitasi aktivitas itu. Dilansir dari laman Databoks, data yang diperoleh dari App Annie menunjukkan bahwa durasi mengakses media sosial di tahun 2020 semakin meningkat. WhatsApp menduduki peringkat pertama dengan rata-rata 30.8 jam akses sebulan, disusul Facebook dan Instagram dengan durasi akses 17 jam. Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah durasi bermain media sosial, maka semakin banyak pula informasi yang diperoleh. Entah itu informasi penting, ataupun tidak. Semakin menumpuknya informasi di media sosial, membuat sebagian informasi dikategorikan sebagai sampah, atau disebut sampah informasi. Ditambah lagi dengan interaksi para penggunanya yang membuat media sosial menjadi kian ramai dan sesak. Terlebih saat pandemi. Selain informasi yang beragam, para penghuni media sosial atau netizen, juga sangat beragam. Mereka bebas mengekspresikan diri, beropini, mengajukan kritik dan berbagai kegiatan lainnya. Aktivitas netizen di media sosial ini memunculkan budaya baru dalam berkomentar….
Kenapa Pengembangan Geothermal di Kawasan Gede-Pangrango Ditolak? – Viral
[ad_1] Seiring dengan pelaksanaan FGD (Focus Group Discusion) ke-2 yang dihadiri oleh beberapa pemegang saham (pemerintah, akademisi, komunitas, media) muncul berbagai penolakan di kalangan masyarakat cianjur sekitar Gunung Gede-Pangrango. Walaupun tahapan pengembangan geothermal di kawasan Taman Nasional Gede-Pangrango (TNGGP) ini baru memasuki tahap sosialisasi dan kajian dari Balitbang Kementrian ESDM, tetapi masyarakat sudah mulai antusias untuk membahas dampak dari pengembangan Geothermal di kawasan TNGGP ini. Mereka membahas dampak positif maupun negatif. Walaupun tidak dipungkiri dampak positif dari upaya pemerintah dalam proses transisi energi berbasis fosil ke energi terbarukan sangatlah patut mendapat dukungan, akan tetapi perlu dipertimbangkan apakah pengembangan geothermal di dalam kawasan TNGGP harus dilakukan? Apakah pengembangan geothermal ini merupakan sumber enegi yang benar-benar bersih dan aman? Harus diingat area TNGGP merupakan kawasan konservasi dengan ekosistem yang masih asli sebagai penyangga kehidupan wilayah di sekitarnya. Dan yang harus di ingat dengan potensi flora dan fauna yang cukup besar, TNGGP ditetapkan sebagai…
Tip Ampuh Konsisten Menulis – Analisis
[ad_1] Kata orang, menulis itu tidak ada teorinya. Sama seperti naik sepeda. Yang dibutuhkan lebih banyak praktik, karena praktik menulislah yang mengasah keterampilan menulis setiap orang. Semakin banyak menulis, semakin terampil. Sebaliknya, semakin sedikit praktik, maka semakin susah untuk terampil. Masalahnya, hal ini membutuhkan konsistensi. Menjadi konsisten itu tidak mudah, terutama untuk mereka yang bukan berprofesi sebagai penulis atau wartawan. Mereka yang berprofesi penulis punya kewajiban untuk melakukannya, karena kalau tidak konsisten mereka tidak digaji. Nah, untuk mereka yang bukan berprofesi sebagai penulis, perlu ada dorongan atau motivasi lain agar konsisten menulis. Berikut ini beberapa tip ampuh agar konsisten menulis dari Direktur Tempo Institute Sekaligus mantan wartawan Tempo, Qaris Tajudin. Tips ini pastinya praktis dan mudah untuk Anda lakukan di mana pun. Membuat proyek menulis Proyek menulis sangat cocok untuk Anda yang menjadikan menulis sebagai pekerjaan sampingan. Karena menulis menjadi pekerjaan sampingan, dalam menulisnya pun harus ada target yang bisa dimasukkan…
Tip Mengelola Stres saat PPKM yang Terus Diperpanjang – Humaniora
[ad_1] Sejak awal pandemi Covid-19, banyak pemerintah di berbagai negara melakukan lockdown atau pembatasan kegiatan luar ruangan. Di Indonesia, kita mengenalnya dengan istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Berawal pada 11 Januari 2021 di wilayah DKI Jakarta, kini PPKM diberlakukan di banyak wilayah. Terbaru, pemerintah memperpanjang PPKM Jawa Bali hingga 30 Agustus dan Luar Jawa Bali diperpanjang hingga 6 September. Kondisi ini tentu tak mudah bagi masyarakat, karena harus beradaptasi dengan kebiasaan baru dan lebih banyak melakukan kegiatan di rumah. Belum lagi interaksi langsung dengan orang lain sangat berkurang. Sudah bukan rahasia lagi, kalau manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi antar sesamanya. Bukan hanya sebagai kebutuhan saja, berinteraksi dengan orang lain juga dapat mengurangi risiko depresi. Namun, apa jadinya jika kegiatan itu dibatasi karena pandemi? Bagi sebagian orang, berkomunikasi dalam jaringan (daring) bisa menjadi solusi. Tapi, tak semua orang bisa menerima cara berkomunikasi demikian. Dampak buruk dari kondisi ini adalah…
Wartawan Bukan Hanya Penulis Berita – Analisis
[ad_1] Dalam buku Elemen Jurnalisme, Bill Kovach dan Tom Rosenstiel mengatakan bahwa jurnalis bukan sekadar mengabarkan. Mereka harus memberikan kebenaran yang diperlukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ini menjadi salah satu hal fundamental jurnalisme hingga saat ini. Berbeda dengan sekadar memberitakan, mengabarkan kebenaran menuntut kesahihan sebuah kabar. Seorang wartawan tidak bisa memberitakan semua informasi yang dia dapatkan. Mereka terlebih dulu harus mencari kebenaran berita yang didapat, atau melakukan validasi. Validasi berarti pengujian kebenaran atas sesuatu. Jadi, setiap isu yang viral ataupun penting harus divalidasi terlebih dahulu sebelum diberitakan kepada masyarakat. Validasi ini sangat penting, karena validnya informasi yang diberitakan menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap media massa. Apabila berita yang sudah keluar terbukti adalah hoaks/disinformasi, si pembawa berita itu pun akan dicap sebagai pembohong. Sayangnya, saat ini tingkat validasi berita di media massa belum merata. Hal ini bisa dilihat dari masih adanya berita palsu yang diberitakan oleh media massa. Berita itu pun tersebar…
Pers yang Masih Bebas “Bersyarat” dalam Republik yang Merdeka – Analisis
[ad_1] Indonesia baru saja selesai merayakan HUT ke-76 tahun ini. Walaupun pandemi sedang melanda, rakyat Indonesia berusaha tetap merayakannya dengan berbagai kreativitas. Begitu juga dengan pers yang selalu menjadi pilar keempat demokrasi di Indonesia. Mereka selalu berusaha untuk menjadi pemberi “kabar” yang dibutuhkan masyarakat Indonesia di tengah pandemi ini. Sudah lebih tujuh dekade, Indonesia merayakan kemerdekaannya. Namun, pers di Indonesia masih belum “merdeka” sepenuhnya, seperti yang dijamin dalam UU No. 40 tahun 1999. Data dari AJI memberikan fakta buruk bahwa per Agustus 2021, kekerasan yang terjadi pada wartawan sebanyak 23 kasus kekerasan selama tahun ini. Salah satu kasus kekerasan pada tahun ini adalah kekerasan yang dialami Nurhadi ketika ingin mengonfirmasi sebuah informasi kepada Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji. Dilansir dari Tempo.co, saat mencoba mendatangi narasumber di pesta pernikahan anak narasumber, Nurhadi mendapatkan beberapa penganiayaan dari petugas keamanan di sana. Selain Nurhadi, setiap tahun ada saja kasus…
Mandalawangi Bergerak Jangkau Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung – Peristiwa
[ad_1] Indonesiainsiana.id, Jakarta – Mandalawangi Bergerak yang merupakan perkumpulan dari organisasi pecinta alam Mapala UI dan Wanadri, berpartisipasi dalam mempercepat vaksinasi nasional dengan berinisiatif mengadakan Program Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung. Pada tahap pertama, kegiatan ini dilaksanakan di Mandala Wangi Camping Ground, Cibodas, Cianjur. Bekerjasama dengan dengan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, kegiatan vaksinasi rencananya akan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 28 hingga 29 Agustus 2021 dengan menyasar sekitar 1000 masyarakat disekitar TNGGP. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang berkesempatan meninjau kegiatan vaksinasi, mengapresiasi dan mendukung penuh kolaborasi serta inisiasi dari berbagai pihak dalam upaya mendukung percepatan vaksinasi terutama bagi masyarakat-masyarakat yang masih kesulitan akses vaksinasi karena jaraknya yang jauh. “Kita sangat berterima kasih sekali dengan Mandalawangi. Karena memang kita mengalami kesulitan untuk melaksanakan vaksinasi di daerah pinggiran apalagi daerah-daerah yang sudah semakin terpencil seperti masyarakat di puncak gunung atau masyarakat adat,” kata Menkes…
Apresiasi Mandalawangi, Menkes Dorong Vaksinasi di Kaki Gunung Terus Dilakukan – Peristiwa
[ad_1] Indonesiana.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau program Vaksinasi di Kaki Gunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, yang digelar Mandalawangi Bergerak. Budi mengapresiasi serta mendukung Mandalawangi Bergerak untuk mempercepat kekebalan kelompok masyarakat yang bermukim di daerah-daerah yang sulit diakses seperti di kaki gunung. “Kita sangat berterima kasih sekali dengan Mandalawangi karena memang kita mengalami kesulitan untuk melaksanakan vaksinasi di daerah pinggiran apalagi daerah-daerah yang sudah semakin terpencil seperti masyarakat di puncak gunung atau masyarakat adat,” ujar sang menteri kala mengunjungi titik vaksinasi di Balai Besar TNGGP, Sabtu (28/8). Seperti diketahui, pemerintah sedang berpacu dengan waktu guna menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) sesegera mungkin. Menkes Budi menilai Gerakan Mandalawangi Bergerak ini membantu pemerintah mencegah laju penularan dan kematian akibat COVID-19. Ia pun menyarankan gerakan Mandalawangi Bergerak ini digelar juga di gunung-gunung lain. “Saya mengimbau kalau bisa jangan di sini saja, tapi semua wisata-wisata pengunungan yang lain…
MenkopUKM Dukung Vaksinasi Bagi UMKM dan Masyarakat Kaki Gunung – Peristiwa
[ad_1] MenKopUKM Dukung Vaksinasi bagi UMKM dan Masyarakat Kaki Gunung Media.com – mahkota yang merupakan bagian dari perkumpulan organisasi pecinta alam Mapala UI dan Wanadri, bekerja sama dengan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) turut berpartisipasi dalam mempercepat program vaksinasi nasional dengan mengadakan Program Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung. “Kita sangat berterima kasih kepada Mandalawangi yang membantu melaksanakan vaksinasi di daerah-daerah yang terpencil, seperti masyarakat dan pelaku UMKM di wilayah kaki gunung,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat meninjau program vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung Gede-Pangrango, di Selabintana, Sukabumi, Sabtu (4/9). Menurut Teten, vaksinasi merupakan kunci pemulihan ekonomi dan dunia usaha. Di banyak negara sudah terbukti bahwa di mana semakin banyak yang divaksin, maka potensi pertumbuhan ekonomi semakin membaik pula. “Oleh karena itu, kita harus terus membangun kesadaran masyarakat untuk divaksin,” tutur Teten. Apalagi, lanjut Teten, banyak usaha mikro dan kecil yang sangat terdampak dari pandemi ini. Ada yang usahanya…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
