[ad_1] Jilid pertama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dimulai pada tahun 2002 ketika Presiden (waktu itu) Megawati Soekarnoputri memutuskan pembentukannya sesuai amanah UU No 30 Tahun 2002, yang disepakati bersama DPR pimpinan Akbar Tanjung. Semangatnya bagus: memberantas korupsi secara profesional, intensif, dan berkesinambungan. KPK juga dinyatakan independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun. Istilah intensif dan berkesinambungan itu agaknya didasari oleh keyakinan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan sambil lalu, sebab praktik korupsi terjadi di mana-mana, tanpa kenal waktu, berskala kecil hingga masif, serta sistemik dan terencana. Korupsi model ini tak bisa ditangani secara amatiran. Masuknya semangat profesional itu mungkin bukan dimaksudkan untuk menyindir bahwa pemberantasan korupsi sebelumnya ditangani secara amatiran. Dulu, Bung Hatta pernah berkata bahwa korupsi sudah membudaya, tapi banyak orang tidak suka dengan istilah itu. Kenyataannya, hingga hampir 20 tahun setelah KPK dibentuk, korupsi tidak kunjung reda dan masih merajalela, sehingga istilah membudaya itu tidak salah sebab praktiknya sudah…
5 Kebiasaan Pikiran yang Cenderung Membuat Hidup Lebih Sulit – Urban
[ad_1] Poin Penting Filsafat Buddhis menjelaskan lima cara tidak terampil untuk bereaksi terhadap kekecewaan dan tantangan hidup, yang dapat menjadi kebiasaan pikiran. Rintangan termasuk mencari pelipur lara dalam kenikmatan indria, menjadi marah, menjadi apatis, khawatir dan meragukan diri sendiri. Dengan perhatian penuh dan welas asih, orang dapat menemukan cara yang lebih terampil untuk merespons ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan mereka. Tidak ada hari berlalu tanpa menemui kekecewaan atau frustrasi. Contoh kecil: Anda baru saja meletakkan pena dan sekarang tidak dapat menemukannya. Contoh kecil: Komputer Anda mogok. Contoh utama: Karena kesehatan yang buruk, Anda tidak dapat bepergian untuk bertemu cucu baru. Lima Rintangan Dalam filsafat Buddhis, ada lima reaksi tidak terampil terhadap tantangan hidup. Itu disebut rintangan karena menghalangi kemampuan Anda untuk melihat dengan jelas bagaimana bertindak agar tidak memperburuk keadaan bagi diri sendiri atau orang lain. Kapan pun Anda merasa stres dan gelisah, itu biasanya karena Anda terjebak dalam jaring…
Bro, Kenapa Harus Membaca Buku? Inilah 6 Manfaatnya – Humaniora
[ad_1] Kenapa kamu harus baca? Itu pertanyaan sederhana. Tapi sulit untuk menjawabnya. Mau dijawab sudah baca, tapi nyatanya belum. Bila dijawab belum baca, jadi nggak enak dan malu. Urusan membaca buku dan membaca realitas hidup, memang tidak nggak sesederhana yang diucapkan atau yang dipikirkan. Membaca buku sangat penting. Semua pasti sepakat dan tidak ada yang membantah. Karena membacaadalah sumber informasi apapun. Bertambah wawasan dan pengetahuan karena membaca. Bahkan kata orang bijak, membaca buku tdapat mengubah masa depan dan menambah kecerdasan. Cara berpikir pun bisa berubah karena membaca. Setuju dong. Makanya membaca buku sering disebut membuka jendela dunia. Entah, karena jendela itu tertutp jadi terbuka. Atau karena jendela itu jadi sebab bisa melihat dunia. Ya begitulah. Intinya, membaca buku.Jangan sampai diabaikan. Membaca buku sudah tersingkirkan. Entah di sengaja atau nggak sengaja? Buktinya, banyak orang malah ramai main gawai. Bukan membaca buku. Hebatnya, membaca buku pun tidak kenal usia. Lanjut usia, dewasa, remaja…
Aspirasi dalam Sandera Politik – Analisis
[ad_1] Oleh: SAPARUDDIN, Ketua Umum KIPPDA Pasaman (2016-2019) Mengikuti perkembangan yang terjadi dalam pusaran kekuasaan istana menarik untuk terus diketahui oleh seluruh elemen negeri ini, bukan hanya bagi kaum intelektual dan akademisi yang senantiasa menjadikan diskursus dalam pelbagai kesempatan. Lebih dari itu ialah rakyat sebagai penerima dampak dari setiap kebijakan yang lahir dari istana. Dewasa ini sudah menjadi rahasia publik bahwa dewan perwakilan rakyat (DPR) dan majelis permusyawaratan rakyat (MPR) yang berada di Senayan menyampaikan usulan untuk melakukan amandemen terhadap Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Wacana usulan dari amandemen ialah memunculkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan mengembalikan fungsi MPR sebagai lembaga tinggi Negara. Sayangnya, bukan hal itu yang membuat hangat perbincangan, melainkan periode masa jabatan presiden dan wakil presiden berdasarkan amandemen ke-I pada sidang umum MPR 14-21 Oktober 1999 pasal 7 UUD 1945 pembatasan jabatan Presiden hanya bisa dipilih kembali sebanyak satu kali atau (5) lima tahun dalam satu…
Keyword Porno yang Paling Banyak Dicari di Dunia
[ad_1] 1. Afghanistan Afghanistan | www.ebaumsworld.com Sekadar informasi, Pashto adalah nama suku lokalnya. Mungkin saja penggunanya lebih suka dengan penduduk aslinya. Lalu ada aunt yang berarti tante. 2. Aljazair Aljazair | www.ebaumsworld.com Ternyata pengguna internet di sana suka mencari hal porno yang berhubungan dengan orang Arab. Orang lokalnya menduduki peringkat kedua. Disusul dengan hijab yang ada di urutan ke-5. 3. Argentina Argentina | www.ebaumsworld.com Yang ada di urutan pertama hingga akhir, cukup mewakili tipe dan preferensi penduduknya untuk urusan tipe idaman. 4. Australlia Australlia | www.ebaumsworld.com Tak disangka, ternyata orang Aussie cukup sering mencari hal yang berba Asia. 5. Austria Austria | www.ebaumsworld.com Warganya ternyata cukup sering mencari tentang Jerman, ya. 6. Belgia Belgia | www.ebaumsworld.com Di urutan pertama, Perancis berhasil menduduki posisi pertama. Tak usah kaget, memang sebagian dari penduduk aslinya menggunakan Bahasa Perancis untuk komunikasi sehari-hari. 7. Brazil Brazil | www.ebaumsworld.com Ada beberapa nama orang dalam pencarian terbanyak, apakah…
Punya Anak itu Berat Jika Salah Orientasi – Analisis
[ad_1] Sosok anak bisa jadi momok menakutkan bagi para menganut Bebas anak atau penantian ;betah melajang saat ini. Tidak mau punya anak jikalau nantinya anaknya akan sepertinya yang memiliki trauma masa kecil ataupun khawatir menjadi orang tua beracun jika menjadi orang tua. Banyak alasan punya anak itu berat dari menurunnya quality time pasangan, faktor finansial, ketidaksiapan emosional dan lain-lain. Secara faktanya, mempunyai anak membuat kualitas waktu berdua terganggu .Biasanya beberapa pasangan ketika punya anak merasakan ada perubahan kualitas untuk menikmati waktu berdua. Kadang tangisan atau permintaan anak membuat suasana romantis menjadi buyar. Apalagi jika semua pekerjaan rumah dikerjakan sendiri. Belum lagi masalah finansial. Kekhawatiran finansial, bagi Pasangan yang menikah memilih untuk belum mau punya anak didasari oleh faktor ekonomi. Mereka ingin membangun rumah tangga yang stabil dari segi finansial terlebih dahulu barulah program untuk punya anak. Terlebih jika pasangan tersebut lebih mementingkan karir, fokus pada impiannya dan memiliki tabungan yang cukup…
Petaka di Desa Wonopati – Part 5: Laknat – Fiksi
[ad_1] Matahari mulai terbenam. Terlihat sebuah rumah berukuran sedang yang terletak di tengah perumahan penduduk. Di dalam sana terlihat Herman, Wahyu, dan Broto yang sedang duduk lesu sambil meratapi cangkir kopinya masing-masing dengan tatapan kosong. Mereka baru saja mengebumikan Usman yang diiringi oleh tangis ibunya. Selain itu, para warga juga telah melakukan evakuasi dan memakamkan secara layak semua jenazah dari keluarga Mbah Bhadrika. Di dalam sana juga, terdapat seorang pria tua – si pemilik rumah – yang sedang duduk bersama mereka sambil menghisap rokok tingwe. Pria tua itu adalah pria di tepi jurang. Karena rasa kasihan, maka dia mengajak mereka bertiga untuk singgah ke rumahnya, demi menenangkan batin yang terguncang. Selang beberapa waktu kemudian, pria tua itu memperkenalkan dirinya sebagai Kyai Haji Kresno Adhi Nugroho, tapi warga lebih sering memanggilnya Kyai Pethak; dalam bahasa Jawa Krama artinya Kyai Putih; karena penampilannya yang serba putih. Sontak mereka bertiga terkejut saat mendengar nama…
LIPI Alihkan Pengelolaan Empat Kebun Raya di Indonesia ke Swasta – Olah Raga
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyerahkan pengelolaan Kebun Raya kepada pihak swasta. Pengelolaan empat Kebun Raya yakni Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, dan Bali oleh pihak swasta sudah dilakukan sejak awal tahun 2020. Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan, alih kelola tersebut dilakukan karena LIPI tidak memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mengekplorasi potensi kebun raya di era kekinian. Menurut Tri, Kebun Raya di bawah LIPI memiliki beberapa fungsi yakni riset atau menyimpan tumbuhan di luar habitat asli, eduwisata, jasa lingkungan, dan pendidikan. Sementara pihak swasta akan mengoptimalkan potensi fungsi wisata dan pendidikan. “Wisata dan pendidikan inilah yang kita kerjasamakan. Kalau dikelola pihak swasta tentu bisa lebih baik. PT Mitra Natuna Raya (mitra pengelola Kebun Raya) ini baru memulai mengelola dua bulan, kemudian empat ulan selama pandemi bisa melihat lagi potensi Kebun Raya, bagaimana mereka bisa mengemas pusat eduwisata yang sehat,” ujar Tri Handoko di Gedung Konservasi LIPI Kebun Raya Bogor, Kamis,…
Perempuan Kembang Jepun – Perjuang Cinta Perempuan – Fiksi
Judul: Gadis Bunga Jepang Pengarang: Lan Fang Tahun Terbit: 2007 Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tebal: 284 ISBN: 978-979-22-2404-7 Novel Gadis Bunga Jepang mengisahkan tentang seorang cinta dan derita para perempuan akibat kondisi sosial dan perang. Perempuan selalu menjadi korban dari kondisi sosial, apalagi perang. Namun sebagai pihak yang dikorbankan, perempuan masih terus mencari cinta yang hakiki. Cinta yang harus diperjuangkan. Cinta kepada anak-anak yang dilahirkan, dikehendaki atau tidak dikehendaki. Kisahnya sendiri mengambil waktu dari tahun 1941 sampai dengan tahun 2003. Kisah terbagi dalam dua bagian rentang waktu. Pertama adalah tahun 1941 1943, sebagai prolog, 1943-1945, masa dimana Jepang berkuasa di Indonesia dan tahun 2003 dimana Matsumi bertemu kembali dengan anak yang ditinggalkannya ketika ia terpaksa pergi dari Surabaya kembali ke Jepang. Kisah dibuka dengan persiapan Lestari yang akan menerima calon menantu dan calon besannya. Lestari mengelola Panti Asuhan yang ditinggalkan Sujono ayahnya. Ia membesarkan Maya, seorang bayi perempuan yang ditinggalkan di…
Republik Tanpa Negarawan – Analisis
Setiap bangsa butuh kehadiran negarawan agar rakyatnya tetap hidup sehat badan, sehat pikiran, serta sehat jiwa. Manakala hati rakyat pengap dan pikiran tertekan, tugas negarawan untuk mencerahkan: membuka jendela agar cahaya menerangi, membuka pintu agar udara segar mengalir, serta memastikan janji agar harapan tidak sia-sia. Negarawan tidak akan membiarkan rakyat menunggu tanpa kepastian dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Sedangkan dalam politik, negarawan menepati janjinya karena tidak dibebani kepentingan pribadi. Sebagai seorang pemimpin, dia mandiri dan — dalam kata-kata yang sering diucapkan oleh banyak orang — berdiri di atas semua kelompok. Ketika masih partisan atau bercokol di kelompok tertentu dan enggan mendengarkan suara kelompok lain, dia belum naik ke kelas negarawan. Ia masih seperti politikus pada umumnya, yang belum mandiri dari kepentingan yang terbatas. Sebagai pemimpin bagi rakyatnya, negarawan tidak akan membuat alasan, mencari alibi, mengembangkan argumen munafik, dan tidak akan memunggungi rakyatnya. Negarawan tahu bahwa dia berasal dari rakyat dan…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
