[ad_1] Oleh: Maulana Yusuf Rabu, 15 September 2021, seperti biasa, matahari terbit tak pernah ingkar waktu. Ya, hari yang cerah di pertengahan bulan September ini saya sudah terikat janji dengan seorang yang sangat istimewa. Bambang Irianto namanya. Bagaimana tidak, saya berkesempatan mengunjungi dan berbincang langsung dengan beliau di Karawaci, Kota Tangerang, Jawa Barat. Pria kelahiran 65 tahun lalu tersebut bukan sosok sembarang, terlahir dari rahim seorang ibu asal Malang, Bambang Irianto adalah sosok pria penerima penghargaan Kalpataru. Yup, kalau boleh saya katakan, beliau adalah donatur tetap oksigen bagi masyarakat. Betul sekali, penghargaan tertinggi di Tanah Air bagi sosok ataupun kelompok yang berjasa dalam melestarikan lingkungan di Indonesia. Bagi pegiat lingkungan hidup khususnya, Bambang adalah pahlawan lingkungan. Berangkat dari Bogor, saya langsung bergegas dengan semangat 45 karena akan bertemu dengan orang istimewa. Tak lupa, saya terlebih dahulu menjemput pengabadi momen, Wawan si fotografer berbadan tambun di bilangan Gandul, Depok. Tepat pukul 11:00…
Kiprah Bripka Sugeng Menggerakkan Taman Bacaan di Surabaya – Peristiwa
[ad_1] Gemuruh suara anak-anak terdengar ramai sore hari di Gang Tembok Lor III, Kampung Tembok, Kelurahan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur. Riuh suara anak-anak itu bukan sedang berada di wahana bermain atau mall mewah. Mereka di Taman Baca Tembok Lor III. Di Taman Baca Tembok Lor III, canda anak-anak itu tetap membuncah. Ada yang saling sembunyikan buku kawannya, yang usil ketika sahabatnya serius membaca, yang bermain tebak-tebakan pengetahuan dan lainnya. Sore hari itu menjadi kemilau cahaya melihat semangat anak-anak membaca serta bermain. Taman Baca Tembok Lor III seperti istana megah sebab tak menjadi ruang hampa Taman Baca Tembok Lor III jadi arena yang mengasyikkan. Buku-buku yang terlonggok di taman baca menjadi sahabat anak-anak di sana. Bergeliatanya suasana edukasi di Taman Baca Tembok Lor III tecipta berkat kerja tulus Bripka Sugeng, seorang Abdi Bhayangkara yang bertugas di Polsek Bubutan. Ia yang menginisiasi terwujudnya Taman Baca Tembok Lor III. Niat tulus Pak Sugeng ingin…
Menanti Kearifan Pemimpin Bagai Menunggu Godot – Analisa
[ad_1] Sebagian pemimpin tidak menyukai poster-poster protes maupun mural-mural pengungkap perasaan hati kaum marjinal. Sebagian pemimpin barangkali bertelinga tipis sehingga mudah panas tatkala mendengar kritik dari masyarakat. Sebagian lainnya menutup mata dan telinga dari hal-hal yang disuarakan rakyat, sebab bila hal-hal itu diperhatikan malah bikin susah tidur. Mengapa ada pemimpin—atau yang dianggap pemimpin, atau yang menganggap diri pemimpin—yang bersikap acuh tak acuh terhadap kesukaran hidup dan keluhan orang-orang yang ia pimpin? Ada banyak alasan. Pertama, mereka bersikap seolah-olah yang dipimpin sedang baik-baik saja, sehingga mereka lebih senang berasyik masyuk mengerjakan apa saja keinginan mereka walaupun itu tak terkait dengan urusan terpenting orang-orang yang dipimpin. Para pemimpin ini menganggap protes, kritik, dan sumbang saran itu sebagai interupsi yang mengganggu kesibukan, keasyikan, dan kenyamanan. Kedua, sebagian pemimpin bersikap tidak mau tahu dan mengaku sudah terlampau banyak persoalan yang harus ia tangani; atau ia berkata bahwa persoalan itu bukan urusannya—cara menghindar yang terlihat gamblang….
Belajar dari Keeksotisan Keris – Analisa
[ad_1] Belajar dari keeksotisan “Keris” Oleh: MNK Al Amin Berbicara mengenai budaya, khususnya budaya Nusantara maka khazanah kekayaannya pun tidak bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu atau dua minggu saja, saking beragamnya kekayaan kebudayaan Nusantara yang luar biasa. Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas salah satu khazanah kebudayaan Nusantara dari Jawa, yakni keris yang oleh UNESCO diakui sebagai warisan takbenda. Selain itu, jika kita ingin mengkaji lebih jauh tentang keris yang tidak sebatas menggunakan pendekatan ilmu kebatinan, maka sebenarnya keris tersebut merupakan karya keji para empu yang membuatnya pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan di Jawa pada zaman dahulu. . Betapa tidak, pembuatan keris tersebut dengan menggunakan proses tirakat yang luar biasa (dalam Islam dikenal istilah riyadhoh), di mana oleh para empu yang membuatnya tak tanggung-tanggung, dengan mengerahkan tirakat yang maksimal dan untaian doa-doa yang disertakan pada saat proses pembuatan keris tersebut. Dari sisi bahan pun, keris dikenal tidak sebatas dibuat oleh…
Asa Adah Jadi Hafidzah, dari Pelosok Lombok Menuju Pesantren Takhasus Cikarang – Gaya Hidup
[ad_1] Namanya Sa’adatud Darain. Adah, panggilan akrabnya adalah putri kedua dari pasangan Imran dan Usniati. Gadis 16 tahun ini memiliki cita-cita menjadi hafidzah Al-Qur’an 30 juz. Dengan hafalan 5 juz, Adah saat ini bertekad untuk sungguh-sungguh menyelesaikan hafalannya di Pesantren Tahfizh Daarul Quru’an Takhasus Cikarang. Menyeberang pulau menjadi pengalaman tersendiri bagi Adah. Mengingat, ia lahir dan besar di Dusun Melempo, Desa Obel-Obel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dengan dukungan penuh dari kedua orang tua, ia merajut mimpi di tanah Jawa. Setelah dinyatakan lulus seluruh seleksi Pesantren Tahfizh Daarul Qru’an Takhasus Cikarang, Adah memulai setoran hafalan secara online. Dengan kondisi tempat tinggal yang berada di pelosok, Adah merasakan betul kesulitan mendapatkan jaringan seluler. Setiap kali hendak setor hafalan, Adah harus berjalan 300 meter ke pantai untuk sekedar mencari jaringan. Terkadang Adah juga harus menunggu hingga berjam-jam untuk menyesuaikan dengan jadwal asatidz yang membimbingnya. Namun, itu semua tidak akan menghalangi mimpinya menjadi penghafal…
5 Aplikasi Streaming Film dan Serial TV di iOS
[ad_1] Kemudahan dalam menonton film secara online sekarang bisa dilakukan oleh siapa aja dan di mana aja, asalkan ada kuota dan ada aplikasinya. Banyak orang berpikir bahwa kemudahan ini cuma bisa didapat para pengguna Android karena nggak semua aplikasi bisa diunduh di iOS. Untungnya sekarang ada beberapa aplikasi streaming film dan serial TV di iOS yang bisa kamu pilih. Ini membuktikan bahwa ternyata pengguna iOS juga bisa memanfaatkan aplikasi buat menonton film kesukaan dan juga serial TV tanpa harus mengunduhnya. Deretan Aplikasi Streaming Film dan Serial TV di iOS Berikut adalah beberapa aplikasi streaming terbaik khusus Apple yang bisa kamu nikmati secara gratis dan kamu juga bisa berlangganan. Kurang menarik apa lagi? 1. Yidio Yidio | www.lifewire.com Salah satu aplikasi streaming terbaik khusus Apple yang bisa kamu andalkan buat nonton film online adalah aplikasi bernama Yidio. Di aplikasi ini kamu bisa menikmati daftar film yang terdiri dari ratusan…
Pergantian Pelat Kendaraan Bermotor Warna Putih, Alami – Peristiwa
[ad_1] Tahun 2022, pelat kendaraan bermotor di Indonesia akan berganti warna putih. Indonesia akan segera menyusul Jepang, Malaysia, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa lainnya untuk memberlakukan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengar warna dasar putih. Rencana perubahan TNKB dengan warna dasar putih di Indonesia, bukan hal baru dan tiba-tiba. Aturan ini sebenarnya sudah digagas sejak tahun 2014, namun kebijakan terhambat karena Korlantas Polri belum memulai untuk mengumpulkan data kendaraan bermotor secara nasional. Mengapa warna putih? Meski sudah direncanakan sejak tahun 2014, ternyata peraturan yang membahas perubahan warna dari plat nomor ini baru terbit setelah tujuh tahun, yaitu Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021. Dalam peraturan tersebut dijelaskan alasan mengapa pelat nomor kendaraan berubah warna menjadi putih. Dikutip dari situs Korlantas Polri, ternyata kebijakan ini memiliki kaitan erat dengan sistem electronic law enforcement (ETLE) yang sudah diberlakukan. Perubahan warna pelat nomor kendaraan dari hitam ke putih dianggap akan lebih memudahkan sistem ETLE…
KPAID Gelar Rakorda Kota Bogor Bahas PTM dan Hak Anak – Peristiwa
[ad_1] Bogor 15 September 2021 Ketua Komisi Perlindungan Anak Kota Bogor Dudih Syiarudin menyelenggarakan rapat koordinasi daerah (Rakorda)Kota Bogor pada Senin, 13/9/2021. Mengangkat tema Persiapan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) & Program Vaksinasi Anak Usia Belajar 12-17tahun Berbasis Sentra Sekolah, Rakor yang diselenggarakan secara daring tersebut digelar sebagai upaya sinkronisasi antar dinas dalam langkah pelaksanaan PTM. Dibuka langsung oleh Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dilanjutkan oleh Atang Trisnanto, Ketua DPRD Kota Bogor. Dalam Opening Speech, Walikota disamping membahas persiapan PTM dan menyusun strategi dengan matang antar dinas juga menganjurkan kolaborasi lembaga pendidikan dan sosial untuk membantu pemerintah kota dalam penanganan anak anak korban dari Covid 19 baik yang putus sekolah atau yang menjadi yatim akibat ditinggal mati orang tuanya karena terinfeksi virus corona. Yayasan Pendidikan Sumber Daya Manusia Unggul melalui PKBM Bakti Nusa yang kini berkantor di Mesjid Raya Bogor, institusi pendidikan pertama yang mencetuskan Program Sekolah Gratis di masa pandemi, telah…
Relasi Politisi-Rakyat, Masalah Kepercayaan – Analisa
[ad_1] Penolakan banyak unsur masyarakat terhadap rencana amendemen Konstitusi yang diulang-ulang oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo maupun elite politik lain sesungguhnya berakar pada masalah kepercayaan rakyat yang rendah terhadap niat politisi. Misalnya saja, Ketua MPR berulang kali mengatakan bahwa amendemen akan bersifat terbatas, hanya memasukkan pasal mengenai Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Rakyat bertanya: siapa yang menjamin bahwa tidak akan muncul pasal-pasal baru di luar PPHN? Keraguan itu wajar, sebab apabila ada pasal tentang PPHN, pertanyaannya: bagaimana jika Presiden tidak menjalankan PPHN yang disusun oleh MPR? Apa konsekuensi konstitusionalnya? Apakah Presiden akan dicopot? Mestinya tidak bisa, sebab Presiden dipilih oleh rakyat, bukan oleh MPR, sehingga MPR tidak memiliki wewenang untuk menghentikan Presiden seandainya Presiden tidak menjalankan PPHN. Karena mengantisipasi kemungkinan itu, para politisi di MPR berpotensi memunculkan wacana tambahan yang tidak diungkap di publik ataupun dibantah saat ini. Para politisi akan berpikir: kalau begitu, Presiden harus dipilih oleh MPR agar Presiden bisa…
Aroma Persengkongkolan Besar di Balik Agenda Amendemen UUD 1945 – Pilihan
[ad_1] Penolakan banyak unsur masyarakat terhadap rencana amendemen Konstitusi yang diulang-ulang oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo maupun elite politik lain sesungguhnya berakar pada masalah kepercayaan rakyat yang rendah terhadap niat politisi. Misalnya saja, Ketua MPR berulang kali mengatakan bahwa amendemen akan bersifat terbatas, hanya memasukkan pasal mengenai Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Rakyat bertanya: siapa yang menjamin bahwa tidak akan muncul pasal-pasal baru di luar PPHN? Keraguan itu wajar, sebab apabila ada pasal tentang PPHN, pertanyaannya: bagaimana jika Presiden tidak menjalankan PPHN yang disusun oleh MPR? Apa konsekuensi konstitusionalnya? Apakah Presiden akan dicopot? Mestinya tidak bisa, sebab Presiden dipilih oleh rakyat, bukan oleh MPR, sehingga MPR tidak memiliki wewenang untuk menghentikan Presiden seandainya Presiden tidak menjalankan PPHN. Karena mengantisipasi kemungkinan itu, para politisi di MPR berpotensi memunculkan wacana tambahan yang tidak diungkap di publik ataupun dibantah saat ini. Para politisi akan berpikir: kalau begitu, Presiden harus dipilih oleh MPR agar Presiden bisa…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
