[ad_1] Bagi banyak mahkluk hidup, cangkang adalah tempat sembunyi dan berlindung yang baik dari terik matahari, curahan air hujan dari langit, hingga dari bahaya yang mengintai. Siput punya cangkang. Juga kura-kura, kepiting, maupun penyu. Masih banyak hewan lain yang bercangkang. Cangkang membuat penghuninya tak tersentuh. Tapi, makhluk bercangkang bisa juga galak manakala merasa terganggu atau terancam. Cangkang menghindarkan penghuninya dari ancaman hewan lain dan melindungi penghuninya dari bahaya. Cangkang terbuat dari material alam yang keras, bahkan pada sebagian hewan cangkangnya sangat keras. Tidak mudah memecahkan cangkang, tempat hewan-hewan tertentu bersembunyi agar tak terlihat oleh siapapun. Tanpa gerakan, cangkang itu bagaikan tak berpenghuni. Begitu pula dengan perusahaan cangkang: perusahaan ini terdaftar secara resmi di wilayah hukum atau yurisdiksi tertentu, tapi tidak melakukan kegiatan apapun, tak ada kantor, tak ada pabrik, tak ada karyawan. Sebagai perusahaan, ia hanya ada di atas kertas tanpa kegiatan operasional layaknya perusahaan, misalnya memproduksi barang, menjual teknologi, memasarkan…
Saiful Mahdi Diamnesti, Bagaimana Masa Depan Kebebasan Akademis? – Pilihan Editor
[ad_1] Pemberian amnesti kepada dr. Saiful Mahdi, dosen Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, merupakan pelaksanaan tugas kepala negara untuk meluruskan yang bengkok. Saiful divonis penjara berdasarkan UU ITE atas tuduhan pencemaran nama baik. Ikhtiarnya mencari keadilan sampai Mahkamah Agung tersandung, sehingga tergantung Presiden sebagai kepala negara yang berwenang memberikan amnesti. Bermula dari kritiknya di sebuah grup WA, pimpinan Fakultas Teknik Unsyiah melaporkan Saiful ke polisi, sehingga ia dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU No 19 tahun 2016. Permintaan amnesti Saiful dikabulkan Presiden, dan kemudian disetujui DPR. Bila surat keputusan amnesti nanti keluar, Saiful akan dibebaskan dari penjara. Betapapun, pembebasan ini masih menyisakan persoalan. Pertama, apakah dengan mengajukan amnesti dapat diartikan bahwa Saiful Mahdi mengakui bahwa ia bersalah dalam perkara yang dilaporkan oleh pimpinan Fakultas Teknik Unsyiah? Ataukah pemberian amnesti dapat dipandang sebagai jalan keluar bagi seseorang yang merasa tidak memperoleh keadilan melalui jalur peradilan? Para petinggi kampus mungkin akan melihat…
Bahu-membahu Seluruh Lapisan Masyarakat, Demi Lingkungan Morowali Tetap Asri – Peristiwa
[ad_1] Indonesia memang dikelilingi oleh pulau-pulau yang indah dan menawan. Dari sekian banyak pulau di tanah air, salah satunya dianggap sebagai Raja Ampat berikutnya. Pulau itu bernama Sombori. Keindahan di Pulau Sombori ini sering disebut sebagai Raja Ampat mini. Pulau Sombori merupakan sebuah pulau yang terletak di Morowali, Sulawesi Tengah ini menyuguhkan pemandangan laut yang indah layaknya menyerupai Raja Ampat. Pulau ini masih terbilang baru karena masih belum banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Padahal Air laut di pinggir pantai pulau tersebut juga memiliki warna hijau kebiruan yang sangat jernih. Selain memiliki air yang jernih, pada pesisir pantai Pulau Sombori juga terdapat aneka ragam warna dan bentuk karang dan hamparan pasir putih yang membentang garis pantai. Bahkan, terkadang kelompok lumba-lumba atau paus berkeliaran di perairan pulau tersebut. Karena memiliki potensi yang besar, Pemerintah Kabupaten Morowali pun sangat ingin menjadi Pulau Sombori sebagai ikon wisata di Kabupaten Morowali. Dan untuk pelestarian…
Alur Sungai Ngia akan Ditangani BWSS Palu – Peristiwa
[ad_1] Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu bersama jajarannya melakukan tinjauan lapangan untuk menyusun konsep perencanaan Sungai Ngia, Kota Palu pada Sabtu, 18 September 2021. Dok respon aktual/Ilyas Imran Beberapa titik lokasi yang menjadi tempat peninjauan adalah saluran irigasi yang berada di jalan tanggul yang sudah lama tidak dialiri air sungai, karena sudah dilakukan pengalihan arus sejak lama. Pengalihan saluran irigasi tersebut rencananya akan dikembalikan ke fungsi awal, tetapi menunggu pembicaraan lebih lanjut untuk mempertimbangkan beberapa kondisi sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar. Petugas BWSS III Saat Survey DAS Ngia. 18/9/2021 Dok BWSS III Palu Selanjutnya, pada titik saluran yang merupakan aliran dari sungai Ngia dan dekat dengan pemukiman warga, ditemukan tumpukan lumpur akibat curah hujan yang tinggi. Bahkan lebih fatalnya akan sampai ke pemukiman warga jika musim hujan terus menerus seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Di beberapa titik juga ditemukan pinggiran sungai yang amblas akibat aliran sungai yang menerjang sehingga dibutuhkan penanganan…
Kemerdekaan Sejati – Analisis – www.indonesiana.id
[ad_1] Dari sekian abad Indonesia berada dalam fase penjajahan hingga akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945, yang dijadikan sebagai hari memperingati para pahlawan yang gugur mati, entah bagaimana, tidak bisa dibayangkan. Yang jelas 17 Agustus adalah hari dimana Indonesia berhasil mengalahkan Belanda dan Jepang yaitu kemerdekaan untuk bangsa ini, Indonesia. Sebenarnya kemerdekaan itu tidak hanya sampai titik dari bebasnya penjajahan. akan tetapi ada di dalam kemerdekaan itu sendiri sesuatu yang begitu dalam dan luar biasa. Hari ini bangsa ini masih belum merdeka ketika sepenuhnya kesejahteraan rakyat belum terjaga, perekonomian tidak stabil, dan pendidikan masih ombang-ambing. Namun, sampai puncak kemerdekaan ketika masyarakat bangsa ini tidak saling memandang, tidak saling menghina, juga yang terpenting tetap menjaga budaya nusantara tanpa terpengaruh budaya asing, dan tidak kalah pentingnya. di bidang ekonomi dan pendidikan yang menjadi tumpuan kemajuan dan keberhasilan bangsa ini. menuju kemandirian jangka panjang di masa depan. Untuk sampai dititik kemerdekaan sejati ini adalah…
Filosofi Tukang Kebun dan Taman Bacaan, Hidup Hanya Butuh Sikap Saling Mengerti – Humaniora
[ad_1] Ini catatan seorang tukang kebun. Bahwa di kebun ada pohon. Ada tukang kebun. Keduanya sama pentingna. Karena tidak mungkin ada kebun tanpa ada tukang kebunnya. Kebun tanpa tukang kebun bisa garung. Tukang kebun tanpa kebun pun bisa bingung. Saling membutuhkan dan melengkapi. Di kebun. Tiap pohon harus tumbuh, Tukang kebun harus merawatnya. Dari benih pohon yang kecil. Disirami, dipupuki, dan dirawat hingga tumbuh besar dengan “pegangan akar” yang kokoh. Tukang pun begitu. Harus tetap tumbuh jadi pribadi yang kokoh, dinamis, dan bermanfaat. Minimal untuk pohon-pohon yang dirawatnya. Bukan malah begitu-begitu saja. Apalagi berkeluh-kesah melulu. Di kebun lagi. Ada pohon yang tidak kuat diterpa angin. Ada yang mudah rontok daunnya begitu digoyang sedikit. Ada pohon yang kecilnya tumbuh bagus tapi giliran mau berbuah busuk. Bahkan ada pohon yang masa tumbuhnya jelek. Tapi saat berbuah luar biasa rasanya. Jadi, pohon-pohon di kebun itu berbeda-beda. Tapi satu yang pasti, semua pohon butuh udara…
Kegigihan Anna Wardiyati Kembangkan PKBM Cemerlang Secara Mandiri – Humaniora
[ad_1] SEPERTI halnya anak muda pada umumnya, Anna Wardiyati semula bercita-cita bekerja di kantoran. Karena itu, setelah berhasil meraih gelar sarjana akuntansi, Anna bekerja di sebuah bank BUMN. Belakangan panggilan jiwanya tidak di perbankan. Anna akhirnya terjun ke dunia pendidikan. Tapi Anna tidak mendirikan sekolah mewah dan mahal, ia justru mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Lembaga ini merupakan pendidikan berbasis kemasyarakatan yang bertujuan untuk membantu warga yang tidak punya akses ke pendidikan formal. Alasannya karena miskin, jauh dari sekolah, umurnya sudah melewati usia sekolah, dan sebagainya. Anna mendirikan PKBM Cemerlang. Lokasinya di Jalan Dieng Km.4 Sibunderan, RT5/RW4 Krasak, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. PKBM ini terletak di sebuah gang yang relatif sempit. Ada sebuah papan nama kecil bertuliskan PKBM Cemerlang untuk menunjukkan jalan ke arah sekolah. Pertama kali melihat, orang bisa salah paham dengan PKBM ini karena lokasinya masuk gang kecil. Setelah memasuki kawasan PKBM, orang baru sadar bahwa…
Sama-sama Peduli Pesisir Morowali, IMIP Gandeng Sombori Dive Conservation (SDC) – Peristiwa
[ad_1] Penghargaan Kalpataru 2021 berhasil diraih oleh Konservasi Menyelam Sombori (SDC) dan hal tersebut diapresiasi oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) karena telah mengharumkan nama Morowali. Penghargaan Kalpataru 2021 kategori Penyelamat Lingkungan diberikan ke SDC atas jasa-jasanya merawat dan terus menjaga lingkungan di Morowali. SDC diketahui memang aktif memerhatikan permasalahan lingkungan khususnya lingkungan bawah laut. Seperti memprakarsai gerakan Kampanye Hentikan Penangkapan Ikan yang Merusak (DF) dan Penangkapan Ikan Ilegal (IF) pada Maret 2021 silam hingga meminta pemerintah untuk rehabilitasi terumbu karang di Wisata Pulau Sombori. Apa yang dilakukan SDC sangat sejalan dengan yang dijunjung tinggi oleh PT IMIP yaitu peduli terhadap lingkungan. Irsan Widjaja selaku Direktur Operasional PT IMIP, mengatakan, isu pelestarian lingkungan menjadi fokus utama perusahaan dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan sejak kawasan industri PT IMIP berdiri. Jika SDC gencar rehabilitasi terumbu karang, maka PT IMIP beraksi dengan rehabilitasi mangrove hingga berencana membuka lahan seluas 30 Ha demi tanaman…
Menanamkan jiwa Nasionalisme pada siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri Batu – Peristiwa
[ad_1] Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oeh mahasiswa (PMM) adalah salah satu program yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang baik secara perorangan ataupun kelompok. Kegiatan PMM ini sendiri merupakan pengganti sementara dari kegiatan KKN dan dilaksanakan ketika Pandemi Covid-19 berlangsung. Kegiatan pengabdian masyarakat bertempat di Jl. Masjid Banaran kec. Bumiaji, Kota Batu, Jawa timur tim PMM UMM kelompok 19 Gelombang 13 mengadakan kegiatan dengan tema “Menanamkan Jiwa Nasionalisme Kepada Siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Batu” kegiatan ini berlangsung dari tanggal 06 September-04 Oktober 2021. Pada tanggal 14 dan 15 September 2021, Kelompok PMM UMM kelompok 19 Gelombang 13 dengan dosen pembimbing lapangan yaitu Nur putri hidayah A.Md.,SH.,MH. Beranggotakan 5 orang yakni Naufal Faalih Antar, Selvia Anggraeni, Dinda Valencia Ellavan, Sumertak Sumunar, Mairiska Alya Saraswati. Dari Program studi Ilmu hukum mengusung kegiatan yaitu, menamkan jiwa nasionalisme kepada siswa sekolah luar biasa dengan mengenalkan nama pahlawan nasional serta sejarahnya dengan media mata uang…
Melukis Jalan Bersama Siswa Berkebutuhan Khusus – Peristiwa
[ad_1] Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dengan mengisi salah satu kegiatan yaitu, mendampingi siswa-siswi SLBN Batu, untuk menyalurkan rasa cinta pada tanah air dilakukan dengan cara melukis jalan sekolah SLBN Batu dengan warna merah dan putih. Menurut ibu Siti Muamanah selaku kepala sekolah pemilihan warna merah dan putih sangat membantu para siswa dan siswi untuk mengenal warna bendera Indonesia dan menanamkan cinta tanah air dari hal-hal terkecil, meskipun dari hal-hal terkecil nantinya akan berdampak besar bagi para siswa-siswi berkebutuhan khusus. Anggita Nur Savaira atau kerap dipanggil Gita merupakan salah seorang siswi yang memiliki keterbatasan (tunanetra). Meskipun memiliki keterbatasan tersebut, tetapi tidak menyurutkan semanggat dan rasa ingin tahunya melihat warna dunia. Dan pada akhirnya melalui oleh kelompok kami dari mahasiswa PMM bersama pihak sekolah membuat kegiatan melukis jalan SLBN Batu bersama para siswa lainya serta didampingi oleh guru dan anggota PMM lainya. Pada hari kamis 16…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
