Anjing Penyelamat 2018 Fotonya Kembali Viral Dibagikan Pas Gempa Bumi Turki-Suriah 2023

Indonesiantalk.com — Foto anjing penyelamat viral dibagikan kembali bersamaan terjadinya gempa di Senin pagi,  6 Februari 2023 berkekuatan 7,9 skala richter melanda Turki tenggara, dekat perbatasan dengan Suriah.

Gempa terjadi 6 Februari 2023 pukul 04:17 berada di dekat kota Gaziantep di Turki-Suriah, membuat kedua negara tersebut sangat terpukul karena  jumlah ribuan korban yang mengalami kematian secara keseluruhan terus meningkat, dan diperkirakan terus bertambah.

Foto Anjing Penyelamat tersebut sebenarnya foto lama terdokumentasi pada stok foto  2018, rupanya ada yang mengunggah kembali.

Foto Anjing Penyelamat  menggambarkan, seekor Anjing sedang menemukan anak, diketahui korban ketika terjadi gempa bumi pada 2018.

Foto tersebut muncul kembali diappload di media sosial berbarengan gempa bumi susulan  di Turki-Suriah 8 Februari 2023, 04.02 GMT+7·2 mnt , hingga banyak netijen pengguna media sosial ikutan pula  berbagi foto tersebut hingga menjadi viral.

Sementara itu para pengguna media sosial menulis caption foto seekor Anjing Penyelamat itu rata-rata semua hampir sama, yakni :

“Foto Memilukan Hari Ini #earthquake #Turkey #PrayForTurkey,” kata tweet pada tanggal 6 Februari 2023 dengan gambar seekor anjing berbaring di samping seseorang yang tampaknya terkubur di bawah reruntuhan”,
pada 6 Februari 2023 tertulis pada setiap foto itu dan mereka tak tahu itu salah.

Beredar 2023 di Media Sosial ditemukan di platform stok foto ternyata ada sejak 2018.

Kita hidup di dunia yang bergerak cepat di mana berita, cerita, meme, dan video menyebar dengan cepat dan berubah lebih cepat saat kita menggulir.

Jadi, kebanyakan dari kita cenderung menelan informasi tanpa di cek and re cek atau ditelusuri keabsahanhya.

Orang mungkin berpendapat bahwa “Itu hanya sebuah foto.”

Atau, seperti argumen teman di medsos ketika diberitahu bahwa itu adalah berita palsu,  namun dia mengatakan bahwa,

“foto ini abadi menjadi legend” (meskipun dia membagikannya dalam konteks gempa bumi Turki-Suriah itu salah).

Ya ya ya …tentu, ini mungkin hanya sebuah foto, dan kebetulan foto yang ini, khususnya, sangat tidak berbahaya.

Tapi pikirkanlah semua foto palsu lainnya, stok foto pada akhirnya bisa menjadi berakibat kepada berita palsu,  apalagi dibagikan di saat-saat seperti peristiwa se dahsyat ini.

Mereka pengguna medsos pada umumnya emosional, merasakan kesedihan, dan pada akhirnya membuat  merasakan dirinya tidak berdaya daripada sebelumnya.

Ini menjadikannya menjauh dari berita sesungguhnya, dan menjadikan berita sampah tak berguna, dan parahnya seakan-akan menurutnya itu benar dan memberitahukannya kepada orang-orang yang mempercayainya, dan kemudian orang-orang yang mempercayai membagikannya lagi di akun media sosialnya, padahal itu hoaks, segala hal yang ingin sebenarnya tidak perlu diketahui, karena itu berita tidak benar alias palsu.

Berselancar di media sosial hendaklah sering memeriksa fakta muatan berita dan juga kebenaran foto.

Tidak  hanya sekedar membagikan ataupun memberitahuh, berkabar  sebelum memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.

Dan jangan juga ketika sudah membagikan, anda terus menghilang. Karena hasil unggahan anda itu pasti ada yang mengomentari, dikomentari apabila ada netijen yang merasa terketuk hatinya ataupun terpanggil karena unggahan tersebut dengan maksud untuk meluruskan fakta tanpa terlalu banyak memakan waktu

Pemeriksaan Foto Anjing Penyelamat

Pengguna media sosial sepertinya tak menghiraukan salah atau benar tanpa mengetahui siapa pemotretnya, bahkan kapan foto tersebut dan darimana asal muasalnya?

Tweet itu dari hasil pemantauan sudah mengumpulkan lebih dari 1,5 juta yang like.

Postingan lain yang berbagi gambar Anjing Penyelamat  yang serupa di antara reruntuhan, telah mendapatkan daya tarik tersendiri  di seluruh dunia dalam berbagai bahasa.

Tak hanya di Twitter, tangkapan layar  postingan di platform Facebook yang di unggah pada 7 Februari 2023,  caption foto mengklaim  gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter melanda Turki tenggara sekitar pukul 0117 GMT pada 6 Februari, bencana terbesar di negara itu sejak 1939.

.
Foto Anjing Penyelamat di Media Sosial

Hasil dari penelusuran, foto viral Anjing Penyelamat itu fakta sesungguhnya sudah ada sebelum gempa di Turki-Suriah (6/2/2023) terjadi,  foto tersebut telah beredar  setidaknya semenjak 2018.

Penelusuran juga menemukan kalau foto Anjing Penyelamat  tersebut  merupakan bagian dari rangkaian foto yang diunggah oleh fotografer Ceko Jaroslav Noska ke platform AlamyCeko Jaroslav Noska ke platform Alamy pada Oktober 2018.

Penelusuran Anjing Penyelamat di Media Sosial

Mengenai Labrador Jaroslav di situs stok dan beberapa blog hewan pada penelusuran di Google: pada tahun 2020, Google memberikan “Pemeriksaan Fakta” lalu muncul  hasil gambar dan memberitahukam topik apa pun.

Selain menelusuri dengan Google, ada beberapa situs web yang membahas tentang pemeriksaan fakta, seperti  FactCheck.org,  Washington Post Fact Checker, Politifak untuk berita politik, dan Snopes.com untuk kita cek re cek dalam banyak hal lainnya.

Ekstensi Chrome cek fakta: Jika anda menggunakan Google Chrome, anda dapat menginstal plugin seperti Fake News Detector dan Know News.

Anda akan menemukan beberapa informasi yang sangat berguna tentang berita palsu dan pemeriksaan fakta.

Penulusursn siapa pemotret foto Anjing Penyelamat?

Seperti yang sering terjadi di saat-saat seperti ini, banyak bermunculan foto-foto memilukan, bahkan ada yang lebih viral dari berita itu sendiri.

Mungkin Anda pernah melihat foto anjing Labrador yang menjaga tangan seseorang di bawah reruntuhan?

Meskipun foto Anjing Penyelamat sangat human interest memilukan, dan itu akan menyebabkan reaksi para netijen membuat mereka membagikannya kembali.

Dan mereka tak tahu kalau sebenarnya foto tersebut adalah foto lama  tahun 2018 dan tidak ada hubungannya dengan bencana yang sedang terjadi baru-baru ini di Turki-Suriah.

Apa kisah sebenarnya di balik foto itu? Cukup mudah untuk memeriksa fakta yang sesungguhnya.

Penelusuran sederhana untuk mengungkapkan foto yang aslinya diambil oleh fotografer Ceko Jaroslav Noska, yang mempostingnya ke situs stok Shutterstock, iStock, dan Alamy.

Keterangan Alamy berbunyi, “Seekor Anjing mencari orang yang terluka di reruntuhan setelah gempa,” tetapi tidak mengungkapkan lokasinya.

Namun mengingat diunggah di Alamy pada Oktober 2018, dipastikan fakta sesungguhnya  tidak ada hubungannya dengan kejadian bencana alam terkini di Turki dan Suriah.

Jaroslav pun mengunggah gambar yang sama ke iStock pada Januari 2019.

Foto itu kemudian  diunduh dan digunakan di beberapa blog  Google,  ketika menelusuri foto tersebut dan memeriksa fakta berita pada foto tersebut sesungguhnya.

Pengecekan fakta relatif sangat mudah, namun sayangnya, kebanyakan orang tidak pernah melakukannya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »