[ad_1] Akhir 2021 nanti, proyek pembangunan panel surya luar angkasa milik Tiongkok diperkirakan selesai. Sebelumnya sudah ada stasiun tenaga surya terbesar, yaitu “Tengger Desert Solar Park” berkapasitas 1,54GW. Tak ayal, angka sebesar ini mengundang perhatian negara lain untuk berbondong-bondong menyusul prestasi Tiongkok. Tiongkok mengawali bisnis panel surya dari seorang fisikawan, Zengrong Shi. Ia menjajaki kerja sama dengan Tim Martin, kelompok peneliti dari Universitas New South Wales. Usai mengasah keahlian risetnya bersama Tim Martin, Shi mendirikan sebuah perusahaan SunTech dan berhasil mengembangkan panel surya termurah dengan efisiensi 17%. Dari pencapaian Shi, teknologi panel surya di Tiongkok terbilang berkembang pesat. Perkembangan tersebut sejalan dengan dukungan Pemerintah Tiongkok terhadap Energi Baru Terbarukan (EBT). Negeri Tirai Bambu tersebut kali pertama pertama mengetuk aturan EBT pada 2005. Hingga April 2020, Tiongkok’s National Energy Administration (NEA) merilis Peraturan Energi untuk mengajak komentar publik dan dengan jelas menetapkan pengembangan energi terbarukan akan diprioritaskan. Kerja keras Tiongkok membuahkan hasil. Saat ini,…
Tiongkok
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
