[ad_1] Bahwa waktu itu berharga, sulit dibantah dan pasti semua orang setuju. Saking berharganya waktu, banyak orang berpesan untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya. Waktu masih muda, waktu saat bekerja, bahkan waktu di dunia. Untuk apa waktu digunakan? Intinya, jangan menyia-nyiakan waktu. Waktu yang disis-siakan atau terbuang percuma itu lebih berbahaya dari kematian. Ada benarnya memang. Untuk apa seseorang hidup bila menyia-nyiakan waktu, Waktu yang tidka bermanfaat untuk dirinya sendiri apalagi orang lain. Waktu yang digunakan hanya untuk bersenda gurau, bermain-main atau bahkan hanya megejar dunia semata. Orang barat bilang “time is money”. Ada pula yang bilang “waktu adalah napas yang tidak akan pernah kembali”. Semua itu nasihat akan pentingnya memanfaatkan waktu untuk kebaikan. Waktu yang dipakai untuk amalan yang bermanfaat. Waktu di dunia untuk akhirat. Tapi sayang, saat ini tidak sedikit orang yang gemar menyia-nyiakan waktu. Siang malam hanya dipakai untuk bermain gawai atau menonton TV. Bahkan era gawai dan media sosial…
Taman
Literasi dan Taman Bacaan yang Terpinggirkan, Catatan Hari Aksara Internasional – Peristiwa
[ad_1] Katanya, orang Indonesia malas baca tapi cerewet di media sosial. Meski minat baca buku rendah tapi menurut WeareSocial (2017) mengungkap orang Indonesia mampu menatap layar gawai 9 jam sehari. Tidak heran, cerewet-nya orang Indonesia di medsos juara ke-5 di dunia. Apalagi Jakarta mampu mengalahkan Tokyo dan New York. Sementara tiap tahun, Hari Aksara Internasional pada 8 September selalu dirayakan. Tentu dengan berbagai cara. Sebagai momentum untuk mengingatkan pentingnya literasi dan memajukan agenda keaksaraan. Untuk mewujudkan masyarakat yang literat. Apa bisa? Sementara faktanya UNESCO menyebutkan Indonesia berada di uurutan kedua dari bawah soal literasi dunia. Akibat minat baca-nya sangat rendah atau sangat memprihatinkan. Hanya 0,001% atau hanya 1 dari 1.000 orang Indonesia yang rajin membaca. Lain lagi, riset World’s Most Literate Nations Ranked (2016) menyatakan Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Sementara diskursus tentang literasi dan agendanya…
Taman Bacaan Saja Bersyukur, Kenapa Kamu Tidak? Inilah 5 Sebab Orang Lupa Bersyukur – Peristiwa
[ad_1] Penulis Indonesiana Bergabung Sejak: 29 April 2019 30 menit lalu Peristiwa Berita Utama Taman baca hanya bersyukur, kenapa tidak? Inilah 5 alasan untuk lupa bersyukur Dibaca : 13 kali Ada satu hal yang dianggap remeh dalam hidup dan sering diabaikan. Yaitu bersyukur. Bersyukur atas apa yang dimiliki, atas apa yang dianugerahi Allah SWT. Bersyukur atas apa saja. Karena bersyukur adalah kunci dari segalanya. Agar hidup dan aktivitas apa pun lebih lapang dan terasa mudah. Pikiran dan perasaan jadi lebih positif. Bahkan perilaku pun jadi lebih baik dan lebih bermanfaat. Bukan hanya manusia, taman bacaan pun harus berani bersyukur. Karena misi-nya untuk meningkatkan giat membaca anak-anak dan budaya literasi masyarakat masih tetap dapat berjalan. Sekalipun penuh tantangan dan kendala. Taman bacaan masih bisa bertahan dan tetap eksis sangat patut disyukuri. Karena saat taman bacaan berani bersyukur. Maka Allah SWT pun akan menambah nikmat-Nya, di samping memberi solusi atas kendala yang dihadapinya….
Perluas Akses Bacaan, BEM KM IPB dan TBM Lentera Pustaka Buka Taman Bacaan – Peristiwa
[ad_1] Penulis Indonesiana Bergabung Sejak: 29 April 2019 26 menit lalu Peristiwa Berita Utama TBM Lentera Pustaka bekerja sama dengan BEM KM IPB membuka taman bacaan di Dramaga Bogor. Untuk sediakan akses bacaan anak-anak kampung Dibaca : 16 kali Tebar Virus Membaca, TBM Lentera Pistaka Buka Cabang ke-1 di Dramaga Bogor Buka cabang, seringkali diidentikkan dengan bisnis. Saat bisnisnya laku maka buka cabang baru. Untuk mengejar keuntungan atau profit. Makin banyak pelanggan, makin banyak uang yang diperoleh. Begitulah yang dipahami kebanyakan orang tentang “buka cabang”. Kali ini, aneh. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kab. Bogor justru bersiap “buka cabang ke-1” di RW 12 Kel. Balungbangjaya Dramaga Kec. Bogor Barat Kota Bogor. Sebagai bagian ikhtiar untuk memperluas tradisi baca dan budaya literasi anak-anak dan masyarakat di wilayah tersebut. Dengan luas area 2,7 × 8,1 meter dan di atas bangunan wakaf milik warga akan dijadikan “taman bacaan”…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
